7 Gejala Delirium Tremens yang Wajib Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
7-gejala-delirium-tremens-yang-wajib-diwaspadai-halodoc

Halodoc, Jakarta – Menghilangkan kebiasaan tidak sehat memang tidak mudah. Apalagi bila kebiasaan tersebut sudah menjadi candu. Nah, begitu juga halnya dengan pecandu alkohol yang ingin berhenti mengonsumsi minuman beralkohol. Bukan hanya sulit menahan hasrat untuk minum, pecandu alkohol yang tiba-tiba berhenti minum alkohol juga berisiko mengalami delirium tremens. Kondisi ini bisa berakibat fatal bila tidak segera ditangani. Karena itu, kenali gejala delirium tremens yang perlu diwaspadai.

Baca juga: Inilah 7 Jenis Delirium yang Perlu Diketahui

Sama seperti pecandu narkoba yang akan mengalami sakau bila berhenti menggunakan obat-obatan terlarang, peminum alkohol berat juga berisiko mengalami berbagai gejala penarikan, baik secara fisik maupun mental ketika mengurangi atau berhenti minum. Gejala penarikan tersebut bervariasi mulai dari yang ringan hingga yang parah. Nah, kondisi penarikan alkohol yang terparah adalah delirium tremens, atau disebut juga dengan DTs. 

Alkohol bersifat depresan yang berarti kandungan tersebut bisa memperlambat sistem saraf pusat. Mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang berlebihan dalam jangka waktu lama bisa mengubah cara kerja otak, termasuk kinerja pembawa pesan kimiawi. Nah, ketika konsumsi alkohol tiba-tiba dihentikan, otak akan terus bekerja dalam kondisi yang sudah berubah tersebut. Hal ini akan menyebabkan tubuh mengalami kebingungan, sehingga terjadilah kondisi penarikan alkohol, seperti delirium tremens. Tingkat keparahan delirium tremens pada tiap peminum alkohol bisa berbeda-beda tergantung pada durasi dan frekuensi konsumsi alkohol mereka sebelumnya.

Baca juga: Ini Dampak Negatif Kecanduan Alkohol pada Tubuh

Gejala Delirium Tremens

Delirium tremens (DTs) merupakan kondisi yang terjadi setelah seorang peminum berat memutuskan untuk berhenti minum alkohol atau detoksifikasi alkohol. Sebagian peminum bisa menjalani proses detoksifikasi tersebut di rumah maupun di fasilitas kesehatan.

DTs biasanya tidak langsung menimbulkan gejala. Seorang peminum yang berhenti mengonsumsi alkohol sering mengalami periode gejala penarikan alkohol yang ringan yang lama-kelamaan menjadi semakin parah.

Gejala Awal Penarikan Alkohol

Gejala awal penarikan alkohol biasanya dimulai dalam 8–12 jam pertama sejak peminum mengonsumsi minuman alkoholnya yang terakhir. Gejala awal tersebut seringkali masih ringan, antara lain sakit kepala, mual, muntah, lemas, gemetaran, berkeringat, gelisah, dan mudah marah. Gejala awal penarikan alkohol tersebut biasanya berlangsung kira-kira selama 1–3 hari.

Gejala Penarikan Alkohol Selanjutnya

Seiring proses detoksifikasi alkohol, peminum sering mulai mengalami beberapa gejala yang lebih parah, seperti halusinasi, perubahan tekanan darah, sulit bernapas, dan kejang. Gejala-gejala ini biasanya dimulai sekitar 12–24 jam setelah seseorang berhenti minum.

Nah, selama tahap terakhir penarikan alkohol, yaitu sekitar 2–4 hari setelah konsumsi alkohol terakhir, peminum berisiko mengalami delirium tremens. Gejala delirium tremens meliputi:

  1. Tremor.

  2. Tidur yang sangat lelap yang bisa berlangsung selama sehari atau lebih.

  3. Ketakutan atau kegembiraan yang berlebih.

  4. Kelelahan atau pingsan.

  5. Disorientasi.

  6. Sensitivitas terhadap cahaya, suara, dan sentuhan.

  7. Perubahan detak jantung.

Saat mengalami DTS, pengidap mungkin mengalami perasaan gelisah yang hebat. Beberapa orang mungkin juga mengalami perubahan detak jantung atau pernapasan yang berpotensi fatal.

Gejala DTs biasanya bisa sembuh dalam beberapa hari, tetapi kondisi tersebut juga termasuk serius dan perlu mendapatkan perhatian medis. Jadi, bila kamu atau seseorang yang kamu kenal memiliki gejala delirium tremens seperti di atas, segera bawa ke dokter.

Baca juga: 3 Cara Efektif Mengatasi Kecanduan Alkohol

Kamu juga bisa meminta saran medis dari dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Hubungi dokter kapan dan di mana saja melalui Video/Voice Call dan Chat untuk berdiskusi seputar masalah kesehatan dan pengobatan yang sesuai. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Very Well Mind. Diakses pada 2019. What It's Like to Go Through the DTs.
NCBI. Diakses pada 2019.  Delirium Tremens (DT).