8 Hal yang Perlu Diketahui tentang Pemeriksaan Endoskopi

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
pemeriksaan endoskopi

Halodoc, Jakarta - Jika kamu masih asing dengan pemeriksaan endoskopi, prosedur yang satu ini dilakukan untuk melihat kondisi saluran pencernaan. Pemeriksaan endoskopi dilakukan dengan alat yang bernama endoskop, yang berbentuk seperti selang elastis dan dilengkapi dengan lampu serta kamera di ujungnya. Kamera pada alat ini berfungsi untuk menangkap setiap objek yang akan ditampilkan pada layar monitor. 

Baca juga: Ketahui Diagnosis Rhinosinusitis dengan Nasal Endoskopi

Hal yang Perlu Diketahui tentang Pemeriksaan Endoskopi

Pemeriksaan endoskopi dilakukan untuk mendiagnosis penyakit, pemeriksaan ini juga dapat dilakukan guna menentukan langkah pengobatan pada penyakit tertentu. Berikut ini hal yang perlu kamu ketahui tentang pemeriksaan endoskopi:

  1. Pemeriksaan endoskopi dilakukan untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab dispepsia. Kondisi ini merupakan sekumpulan gejala yang menimbulkan rasa ketidaknyamanan pada perut bagian atas. Biasanya, perut kembung dan sakit perut menjadi gejalanya.

  2. Pemeriksaan endoskopi dilakukan untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab disfagia. Kondisi ini merupakan istilah medis untuk menggambarkan seseorang yang memiliki kesulitan dalam menelan.

  3. Pemeriksaan endoskopi dilakukan untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab muntah persisten. Muntah ini merupakan muntah yang seringkali terjadi pada seseorang.

  4. Pemeriksaan endoskopi dilakukan untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab dari penurunan berat badan secara signifikan.

  5. Pemeriksaan endoskopi dilakukan untuk mengetahui lokasi akurat dari pendarahan yang terjadi pada saluran pencernaan.

  6. Pemeriksaan endoskopi dilakukan untuk mengetahui lokasi tukak lambung pada seseorang.

  7. Pemeriksaan endoskopi dilakukan untuk mengetahui lokasi terjadinya pelebaran pembuluh darah kerongkongan dan lambung.

  8. Pemeriksaan endoskopi dilakukan untuk mengetahui luasnya luka akibat menelan zat korosif yang dapat menyebabkan kerusakan pada sistem pernapasan, kulit, atau sistem pencernaan.

Baca juga: 4 Cara Tepat dalam Mendiagnosis Penyakit Sinusitis

Pemeriksaan endoskopi yang dilakukan akan memiliki risiko yang lebih ringan dibanding dengan melakukan bedah terbuka. Pada peserta pemeriksaan endoskopi, terdapat beberapa risiko yang bisa saja dialami, yaitu infeksi, pendarahan, robeknya organ, demam, nyeri yang terasa terus-menerus, serta pembengkakan dan kemerahan pada bagian kulit yang disayat.

Persiapan Sebelum Dilakukannya Pemeriksaan Endoskopi

Persiapan akan berbeda-beda, tergantung pada jenis endoskopi yang dijalani. Setidaknya, diperlukan waktu selama 12 jam untuk berpuasa sebelum dilakukannya pemeriksaan ini. Jika dirasa peserta memiliki kesulitan dalam BAB, dokter akan memberikan obat pencahar untuk mengosongkan saluran pencernaan. 

Tak sampai disitu saja, peserta juga harus memberitahu dokter jika memiliki gangguan medis lain, seperti diabetes, hipertensi, kencing manis, atau alergi. Jika peserta memakai perhiasan atau benda-benda mengandung logam, dokter akan menyarankan untuk melepasnya. Dalam hal ini, kamu bisa bertanya langsung dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc. Ingat, penanganan yang tepat akan mencegahmu dari komplikasi berbahaya.

Baca juga: Hati-Hati, Mengidap Asma Berisiko Tinggi Alami Esofagitis

Ini yang Harus Dilakukan Setelah Melakukan Pemeriksaan Endoskopi

Dokter akan menyarankan peserta untuk beristirahat sampai efek obat bius hilang. Kemudian, peserta akan diizinkan untuk pulang. Biasanya, akan muncul rasa tidak nyaman pada tenggorokan atau BAB dan BAK berdarah selama 24 jam setelah pemeriksaan dilakukan. Pada pengidap sakit tenggorokan, disarankan untuk memakan makanan yang lembut. Jika dalam waktu lebih dari 24 jam BAB atau BAK belum juga kembali normal, segera diskusikan dengan dokter.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Endoscopy.
NHS. Diakses pada 2019. Endoscopy.