8 Kebiasaan yang Dapat Sebabkan Henti Jantung

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
henti jantung

Halodoc, Jakarta - Henti jantung lebih dikenal dengan cardiac arrest atau sudden cardiac arrest (SCA). Kondisi ini terjadi saat jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba. Jika hal ini terjadi, henti jantung bukanlah kondisi yang bisa disepelekan dan merupakan salah satu masalah kesehatan yang sangat serius.

Baca juga: Henti Jantung Mendadak Rentan Dialami Pengidap Fibrilasi Ventrikel, Kenapa? 

Saat henti jantung terjadi, jantung akan berhenti memompa darah yang akan dialirkan menuju organ-organ vital pada tubuh, seperti otak, paru-paru, dan hati. Ketika seseorang mengalami henti jantung, pingsan bisa saja terjadi. Kemudian, pengidap tidak bisa bernapas dengan normal, bahkan dapat kehilangan nyawanya.

Henti jantung bukanlah kondisi yang dapat disepelekan. Untuk mencegahnya, hindari kebiasaan berikut ini:

  • Menonton TV

Terlalu lama duduk di depan TV dapat meningkatkan terjadinya penyakit jantung. Pasalnya, duduk terlalu lama di depan TV akan membuat seseorang menjadi kurang gerak. Hal tersebut akan memengaruhi kadar lemak dan gula dalam darah, sehingga akan memicu terjadinya masalah kesehatan pada organ jantung.

  • Mengalami Stres Hingga Depresi

Jika seseorang sudah dilanda stres, segera cari suatu hal yang dapat meringankan tingkat stres yang kamu rasakan, ya! Pasalnya, stres dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu terjadinya masalah kesehatan pada jantung. Beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi stres yang dialami yaitu dengan yoga, meditasi, atau melakukan hal-hal yang disukai.

  • Jangan Mendengkur Saat Tidur

Memiliki kebiasaan mendengkur merupakan salah satu tanda serius adanya masalah henti napas saat tidur. Henti napas saat tidur akan membuat aliran darah menuju seluruh tubuh menjadi tidak lancar. Tak hanya itu, mendengkur juga akan membuat tubuh merasa lelah saat terbangun.

Baca juga: Jangan Salah, Ini Bedanya Henti Jantung dan Serangan Jantung

  • Bersihkan Gigi Secara Rutin

Untuk menghindari adanya masalah pada organ jantung, sebaiknya bersihkan gigi rutin sebanyak dua kali dalam sehari. Pasalnya, adanya penumpukan bakteri pada mulut akan meningkatkan masalah pada gusi, yang menjadi pemicu terjadinya penyakit pada organ jantung.

  • Tidak Pernah Berolahraga

Olahraga sebaiknya dilakukan secara teratur guna menjaga dan meningkatkan kesehatan organ jantung. Jika belum terbiasa dengan hal yang satu ini, kamu bisa melakukannya dengan intensitas yang ringan terlebih dulu. 

  • Terlalu Banyak Konsumsi Alkohol

Jika dikonsumsi secara berlebihan, organ jantung juga akan menerima dampak buruknya. Alkohol yang dikonsumsi secara rutin dapat meningkatkan risiko terjadinya tekanan darah tinggi, meningkatkan kadar lemak dalam darah, dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit pada organ jantung.

  • Makan Berlebihan

Sebaiknya konsumsi makanan dengan gizi seimbang dengan porsi secukupnya. Pasalnya, makan terlalu banyak akan membuat berat badan berlebih yang menjadi salah satu faktor terjadinya penyakit pada organ jantung, karena adanya penumpukan plak di pembuluh darah.

  • Kebiasaan Merokok

Merokok dapat meningkatkan pembekuan darah, menghambat aliran darah ke jantung, hingga meningkatkan penumpukkan plak di pembuluh darah. Dengan begitu, seseorang akan berisiko tinggi mengidap penyakit pada organ jantung.

Baca juga: Fibrilasi Ventrikel Sebabkan Kematian Akibat Henti Jantung

Jika kamu sering melakukan beberapa aktivitas tersebut, segera diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc guna mencegah terjadinya henti jantung secara mendadak. Pengidap kondisi ini biasanya akan mengalami beberapa gejala, seperti nyeri dada, jantung menjadi lebih cepat atau lebih lambat, pusing, sesak napas tanpa alasan yang jelas, serta kehilangan kesadaran.

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2019. Sudden Cardiac Death (Sudden Cardiac Arrest).
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Sudden Cardiac Arrest.