Dampak Kelebihan dan Kekurangan Hormon Testosteron

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
hormon testosteron, kelebihan hormon testosteron

Halodoc, Jakarta - Testosteron merupakan hormon yang penting bagi pria. Hormon ini berpengaruh pada pembentukan massa otot dan ketahanan tingkat energi, libido, dan karakteristis suara pada pria yang beranjak dewasa. Nah, hormon testosteron pada pria ini juga punya dampak kelebihan dan kekurangan. Apa saja manfaat hormon ini? Yuk, baca penjelasan selengkapnya!

Baca juga: Fungsi Hormon Testosteron Bagi Pria dan Wanita

Apa Itu Hormon Testosteron?

Hormon testosteron merupakan salah satu hormon penting pada pria yang membantu kinerja sistem reproduksi. Hormon ini juga berfungsi dalam pembentukan kepadatan tulang, dan kekuatan otot. Hormon testosteron akan meningkat ketika laki-laki beranjak remaja. Kadar hormon testosteron normal pada pria berkisar antara 250-1100 nanogram per desiliter, dengan kadar rata-rata 680 nanogram per desiliter.

Hormon ini akan meningkat selama masa pubertas, dan mencapai puncaknya saat laki-laki berusia 20 tahun. Setelah pria berusia 30 tahun, hormon ini akan menurun satu persen pada setiap tahunnya. Ketika pria berusia 65 tahun, kadar testosteron normal akan berkisar pada angka 300-450 nanogram per desiliter.

Apa Saja Manfaat Hormon Testosteron Bagi Pria?

Selain sebagai sistem reproduksi, beberapa manfaat hormon testosteron bagi pria, antara lain:

  • Mengurangi risiko penyakit alzheimer. Pria dengan hormon testosteron yang lebih tinggi dari rata-rata akan memiliki risiko yang lebih rendah terkena alzheimer. Mereka juga memiliki memori verbal, kemampuan spasial dan penalaran matematika yang lebih baik.

  • Membuat hubungan intim jadi lebih baik. Hormon ini dapat meningkatkan hasrat berhubungan intim dengan pasangannya.

  • Mengurangi lemak perut. Terapi hormon yang dilakukan pada pria dapat memengaruhi kadar lemak dalam perut.

  • Meningkatkan kualitas hidup. Seorang pria dengan kadar testosteron tinggi dapat menurunkan risiko depresi, mudah marah, dan kelelahan.

Nah, hormon ini punya banyak manfaat bagi pria. Disarankan untuk kamu memantau kadar hormon testosteron setiap lima tahun sekali, dimulai sejak umur 35 tahun. Jika kamu memiliki kadar hormon testosteron yang terlalu sedikit, atau mengalami gejala penurunan pada hormon ini, mungkin kamu akan dianjurkan untuk melakukan terapi hormon.

Baca juga: Kebiasaan Ini Dapat Meningkatkan Hormon Testosteron pada Pria

Apa Dampak Kelebihan Hormon Testosteron?

Tingginya kadar hormon testosteron dapat memberikan dampak seperti:

  • Kelebihan sel darah merah dan hemoglobin. Kondisi tersebut dapat menimbulkan stroke dan serangan jantung. Peningkatan sel darah merah dalam darah ini dapat dikurangi dengan donor darah.

  • Rambut rontok. Gejala awal akan dimulai dari bagian simpul kulit kepala, lalu akan berlanjut rontok pada bagian pelipis, dan keseluruhan.

  • Dengan meningkatnya hormon testosteron, maka akan menyebabkan meningkatnya kadar dihidrotestosteron (DHT). Nah, kondisi tersebut dapat menyebabkan kulit jadi berminyak serta berjerawat.

Dampak kelebihan hormon testosteron terhadap tubuh bergantung pada usia seorang pria. Kelebihan hormon ini juga dapat menyebabkan pubertas sebelum dewasa dan mengakibatkan ketidaksuburan.

Apa Dampak Kekurangan Hormon Testosteron?

Menurunnya kadar hormon testosteron pada pria merupakan kondisi alamiah seiring dengan bertambahnya usia. Selain usia, menurunnya kadar hormon pada pria dapat dipicu oleh hipogonadisme. Pada kasus hipogonadisme, Mr P akan memproduksi terlalu sedikit hormon testosteron.

Ketika kadar hormon ini turun, pria akan mengalami gejala yang berkaitan dengan fungsi seksual, seperti berkurangnya hasrat berhubungan intim, berkurangnya frekuensi ereksi, dan berkurangnya fungsi seksual. Bukan hanya kehidupan seksual, dampak dari kurangnya hormon testosteron, antara lain:

  • Stres dan depresi.

  • Kenaikan berat badan.

  • Meningkatnya lemak tubuh dan berkurangnya otot.

  • Sulit berkonsentrasi.

Baca juga: 8 Makanan yang Dapat Meningkatkan Hormon Testosteron

Kekurangan kadar hormon ini juga bisa memberikan dampak jangka panjang yang serius, seperti memiliki tulang yang lemah. Kondisi ini bisa menyebabkan osteoporosis dan meningkatkan risiko terkena cedera. Untuk menjaga keseimbangan hormon ini, kamu bisa mulai untuk menghindari stres, kurangi berat badan, tidur yang cukup, berolahraga secara teratur, dan makan makanan yang mengandung vitamin D untuk meningkatkan produksi hormon testosteron.

Kamu punya pertanyaan seputar masalah kesehatan? Halodoc bisa jadi solusinya! Kamu bisa diskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!