26 November 2018

Ini Cara Deteksi Dini Kanker Serviks

Ini Cara Deteksi Dini Kanker Serviks

Halodoc, Jakarta - Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh infeksi virus Human papillomavirus (HPV). Virus ini dapat ditularkan baik melalui hubungan intim maupun lewat kontak kulit ke kulit. Kanker serviks menjadi penyakit yang tidak asing bagi para wanita, sebab penyakit ini adalah salah satu penyakit yang cukup menakutkan dan telah menelan banyak korban. Meskipun terkenal akan keganasannya, sebenarnya terdapat cara untuk mencegah serta mendeteksi sejak dini serangan kanker ini. Pencegahan dan pendeteksian dini dipercaya dapat meningkatkan peluang untuk dapat sembuh. Seiring kecanggihan teknologi yang ada sekarang, ini beberapa cara yang diandalkan untuk mendeteksi kanker serviks. Berikut ini cara yang dapat dilakukan:

Pap Smear

Pap smear dapat mendeteksi kanker yang dialami wanita ini sejak dini. Bahkan melalui tes ini, tahapan pre-kanker atau kondisi sebelum kanker terjadi dapat dideteksi. Pemeriksaan ini mengecek kondisi jaringan sel serviks atau leher rahim seseorang. Dokter mengambil sedikit bagian dari leher rahim dan kemudian dilanjutkan pengecekan di laboratorium. Oleh karena itu, tes ini wajib dilakukan saat sedang tidak mengalami menstruasi. Pap smear lebih baik dilakukan secara rutin, misalnya tiga tahun sekali ketika kamu sudah aktif secara seksual.

Melalui pengambilan jaringan tersebut, akan terdeteksi apakah kondisinya normal atau tidak. Proses pengecekan ini hanya memakan waktu 10 hingga 20 menit. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan saat hendak melakukan pap smear, di antaranya:

  • Tidak menggunakan obat-obatan tertentu untuk area Miss V.

  • Jangan berhubungan intim selama dua hari sebelum tes.

  • Jangan membersihkan Miss V dengan douche selama dua hari sebelum tes. Kamu hanya perlu membilas Miss V dengan air hangat.

  • Jangan menggunakan kontrasepsi Miss V, seperti busa, krim, atau jeli.

  • Biasanya, kamu diminta untuk mengosongkan kandung kemih sesaat sebelum melakukan tes.

Selain itu, sebaiknya memberitahu dokter jika kamu sedang mengonsumsi pil KB atau sedang hamil.

Tes IVA

Berbeda dengan pap smear, tes IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) adalah pemeriksaan leher rahim yang dijadikan untuk mendeteksi kanker serviks pertama serta cenderung lebih murah. Sebab dalam tes ini, pemeriksaan dan hasil diolah langsung tanpa menunggu hasil laboratorium. Dalam tes IVA dibutuhkan asam asetat atau asam cuka dengan kadar 3-5 persen, yang kemudian diusapkan pada leher rahim. Setelah itu, hasilnya langsung ketahuan, apakah Miss V terserang kanker serviks atau tidak.

Apabila jaringan leher rahim memiliki sel kanker, maka biasanya jaringan terlihat luka, berubah menjadi putih, atau mengeluarkan darah ketika diberikan asam asetat. Sementara, jaringan leher rahim yang normal tidak akan menunjukkan perubahan.

Cara Mencegah Kanker Serviks

Selain dengan melakukan deteksi kanker serviks sejak dini kemungkinan serangan kanker serviks, sebaiknya kamu menjalankan hal-hal yang dapat mencegah serangan penyakit ini. Vaksinasi merupakan pencegahan primer yang paling efektif. Para wanita dengan rentang usia 9 hingga 55 tahun dianjurkan untuk menerima vaksinasi HPV, namun vaksin ini hanya efektif jika kamu belum terjangkit HPV. Maka dari itu, vaksin ini lebih baik dilakukan sebelum aktif secara seksual.

Itu tadi cara deteksi kanker serviks dan beberapa upaya pencegahannya. Jika kamu masih memiliki pertanyaan seputar kanker serviks, jangan ragu untuk berdiskusi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat kamu terima dengan praktis dengan download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.

Baca juga: