Jangan Asal Tebak, Begini Cara Menghitung Usia Kehamilan

Cara menghitung usia kehamilan, usia kehamilan, menghitung usia kehamilan

Halodoc, Jakarta - Kehamilan merupakan suatu hal yang ditunggu-tunggu oleh banyak pasangan yang sudah berumah tangga. Lengkap rasanya jika di tengah-tengah rumah tangga ada suara bayi yang menggemaskan.

Proses kehamilan biasanya dilalui selama 9 bulan oleh ibu. Dengan waktu yang tidak singkat tersebut, banyak ibu yang melakukan pemeriksaan pada dokter kandungan agar kandungan mereka tetap sehat dan kuat sampai proses persalinan nanti.

Usia kehamilan dapat dihitung sejak hari terakhir berhenti haid. Untuk itu, biasanya dokter kandungan atau bidan lebih memilih menghitung menggunakan hitungan minggu karena lebih akurat dan tepat. Berikut ini akan dibahas mengenai tips cara menghitung usia kehamilan yang bisa dilakukan di rumah dengan memperhatikan siklus haid kamu. Di antaranya adalah:

1. Hitungan Kalender (Rumus Naegele)

Sebelum ibu mulai menghitung usia kehamilan dengan cara ini, ibu harus tahu dulu siklus haid. Hal ini dikarenakan penghitungan cara ini biasanya digunakan pada wanita dengan siklus haid yang teratur, seperti setiap 28 atau 30 hari.

Hal pertama yang perlu ibu lakukan adalah mengetahui hari pertama dan terakhir haid, atau biasa disingkat dengan HPHT. Ada pun cara menghitungnya bisa dilakukan sebagai berikut:

- Tanggal HPHT ditambah 7 (+7).

- Bulan HPHT dikurang 3 (-3).

- Tahun HPHT (+1).

Contoh:

- HPHT 16 Agustus 2018.

- Tanggal HPHT 16+7=23.

- Bulan HPHT 8-3=5.

- Tahun HPHT 2017+1=2019.

Maka perkiraan hari persalinan adalah 23 Mei 2019.

Namun, jika bulan HPHT tidak bisa dikurangi, seperti Januari (1-3=?), cukup dengan bulan HPHT ditambah 9 tanpa tahun ditambah.

- Tanggal HPHT ditambah 7 (+7).

- Bulan HPHT ditambah 9 (+9).

- Tahun HPHT tetap.

Contoh:

- HPHT 20 Januari 2018.

- Tanggal HPHT 20+7=27.

- Bulan HPHT 1+9=10.

- Tahun HPHT 2018.

Maka perkiraan hari persalinan adalah 27 Oktober 2018.

Lalu, bagaimana dengan usia kandungan? Ibu hanya perlu menambahkan HPHT. Misalnya, HPHT 16 Agustus 2018, maka bulan pertama kandungan kamu adalah 16 September 2018.

2. Menggunakan Kalkulator Kehamilan Online

Di zaman serba digital seperti saat ini, ibu tidak perlu repot untuk datang ke dokter hanya untuk mengetahui usia kehamilan. Cara menghitung kehamilan secara online sangat mudah. Ibu hanya perlu memasukkan tanggal, bulan, tahun hari pertama dan terakhir haid (HPHT), dan juga siklus haid kamu. Tautan tersebut kemudian akan menghitung dan memberitahukan usia kehamilan ibu.

3. Deteksi Gerakan pada Janin

Cara menghitung usia kehamilan secara manual selanjutnya adalah dengan mendeteksi gerakan janin. Namun, perlu diingat bahwa cara ini tidak 100 persen akurat.

Caranya pun sangat mudah. Ibu hanya perlu merasakan gerakan janin kamu. Jika ibu merasa bahwa janin sudah mulai bergerak, diperkirakan usia kehamilan adalah 18-20 minggu. Perlu diingat juga, hal ini hanya berlaku bagi wanita yang baru pertama kali hamil. Bagi wanita yang sebelumnya sudah pernah hamil, jika sudah bisa merasakan gerakan janin, usia kehamilan diperkirakan 16-18 minggu.

4. Sistem Fundus Uteri

Fundus uteri merupakan puncak rahim. Puncak rahim akan meninggi seiring perkembangan janin. Cara ini merupakan cara menghitung usia kehamilan secara manual. Caranya adalah dengan meraba puncak rahim yang terasa menonjol pada bagian perut. Hitung jaraknya dari tulang kemaluan hingga puncak rahim. Jika jaraknya adalah 17 sentimeter, berarti usia kehamilan sudah menginjak 17 minggu.

Perlu diketahui bahwa cara-cara di atas tidak 100 persen akurat. Jika ibu ingin berdiskusi langsung dengan dokter seputar kehamilan, Halodoc menyediakan layanan untuk bisa berdiskusi langsung dengan dokter ahli. Selain itu, Halodoc juga menyediakan obat-obat yang kamu butuhkan dengan layanan apotek antar. Yuk, download segera aplikasinya di App Store dan Google Play!

Baca juga: