09 October 2018

Jangan Diabaikan, Demam Scarlet Bisa Sebabkan Komplikasi

Jangan Diabaikan, Demam Scarlet Bisa Sebabkan Komplikasi

Halodoc, Jakarta - Demam scarlet atau Scarlatina rasanya masih terdengar asing di masyarakat kita. Penyakit ini berupa ruam di kulit yang terlihat seperti luka bakar karena matahari dan terasa kasar. Adakalanya ruam ini akan menimbulkan rasa gatal, dan warna kulit di area ruam akan menjadi pucat bila ditekan. Namun yang perlu diingat, demam scarlet ini amat berbahaya bagi anak-anak berusia 515 tahun, lho.

Kenali Penyebab dan Faktor Risikonya

Demam scarlet ini disebabkan oleh bakteri bernama Streptococcus (sering ditemukan dalam mulut dan saluran hidung) yang jadi penyebab utama munculnya ruam. Bakteri ini bisa menyebar melalui kontak langsung dengan pengidapnya. Misalnya, melalui percikan air liur. Tak cuma itu, dalam beberapa kasus bakteri ini juga bisa ditularkan bila seseorang minum atau makan menggunakan wadah yang sama dengan pengidapnya. Maka dari itu hindari penyebab demam scarlet sebisa mungkin.

Di samping itu, bersentuhan dengan benda yang telah terpecik air liur pengidapnya juga dapat menjadi media penularan. Bila Si Kecil menyentuh mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, maka bakteri ini bisa masuk ke dalam tubuh.

Kata ahli, demam ini lebih sering menyerang anak dengan usia 5-15 tahun. Namun yang mesti diingat, demam ini lebih mudah menyebar di lingkungan dengan interaksi rutin. Contohnya, dalam keluarga atau sekolah.

Bisa Sebabkan Komplikasi

Sama halnya dengan penyakit lainnya. Bakteri Streptococcus ini bisa menyebar ke tubuh orang lain bila demam scarlet tak segera ditangani. Misalnya, menyebar pada paru-paru, telinga bagian tengah, ginjal, amandel, darah, dan kulit.

Kamu perlu berhati-hati, meski jarang terjadi penyakit ini bisa menimbulkan berbagai komplikasi. Salah satunya demam reumatik, kondisi serius yang menyerang sistem saraf, kulit, sendi, dan jantung. Tuh, bikin resah kan?

Tak cuma itu, dalam kasus yang jarang terjadi demam scarlet juga bisa menimbulkan komplikasi yang mengkhawatirkan. Misalnya, komplikasi yang terjadi pada seorang anak berusia 13 tahun, seperti dilansir dalam Daily Mail.

Sejak mengidap penyakit ini, anak tersebut selalu diawasi untuk menghindari kontak dengan barang-barang berbahan nikel, kobalt, dan pewarna biru. Pasalnya, ketika berkontak dengan material di atas maka kulitnya akan terkelupas seperti ular saat mengalami proses ganti kulit.

Enggak cuma itu, anak di atas juga mesti menghindari beberapa makanan, pasta gigi, dan pakaian. Sebab, benda-benda tersebut mengandung unsur yang bisa menyebabkan ruam semakin parah.

Sayangnya, pewarna biru itu ada di mana-mana. Mulai dari pasta gigi, kaos, hingga celana jeans. Bahkan, alergi ini bisa muncul ketika anak tersebut berdekatan dengan orang lain yang mengenakan pakaian yang berwarna.

Tips Mencegah Demam Scarlet

Oleh karena masuk ke dalam penyakit yang amat berbahaya bagi anak-anak, maka ada beberapa hal yang mesti ibu perhatikan sebagai cara mencegah demam scarlet. Salah satunya adalah cara pencegahannya. Menurut rekomendasi para ahli di Centers for Disease Control and Prevention, menjaga kebersihan lingkungan dan diri merupakan cara terampuh untuk mencegah penyakit ini.

Nah oleh sebab itu, Si Kecil sudah mesti dikenalkan dengan kebiasaan-kebiasaan yang dapat menjaga kebersihan tubuhnya. Berikut contohnya:

  • Minta dirinya untuk menggunakan masker ketika batuk atau pilek ataupun saat berada disekitar orang yang mengidap kedua keluhan tersebut.

  • Ingatkan dirinya untuk tidak membagi gelas atau alat makan dengan orang lain.

  • Selalu mencuci tangan dengan benar secara rutin.

  • Ajari dirinya untuk menutup mulut dan hidung saat bersin.

Si kecil punya keluhan kesehatan seperti demam di atas? Ibu bisa lho bertanya langsung kepada dokter untuk meminta saran mendapatkan penanganan yang tepat melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: