07 July 2017

Adakah Hubungan Diabetes dengan Hipertensi? Begini Penjelasannya

Adakah Hubungan Diabetes dengan Hipertensi? Begini Penjelasannya

Halodoc, Jakarta -  Benarkah penyakit diabetes selalu berkaitan dengan hipertensi? Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai dua penyakit ini, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu masing-masing dari penyakit ini.

Diabetes (diabetes melitus) merupakan penyakit jangka panjang atau kronis yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa dalam darah), yang jauh di atas normal. Glukosa sangatlah penting bagi kesehatan kita, karena glukosa merupakan sumber energi utama bagi otak maupun sel-sel yang membentuk otak serta jaringan pada tubuh. Gejala diabetes yang paling nyata terlihat dan sering dialami adalah luka yang tiba-tiba sulit sekali untuk kering.

Kadar gula yang baik untuk tubuh adalah 70 – 130 mg/dL (sebelum makan), 180 mg/dL (2 jam setelah makan), 100 mg/dL (Puasa), dan 100 – 140 mg/dL (menjelang tidur). Takaran inilah yang masih normal dan dapat diterima oleh tubuh. Apabila tubuh menerima glukosa terlalu banyak, maka dapat mengakibatkan penyakit diabetes.

Tidak hanya diabetes yang wajib diperhatikan, tekanan darah pun sudah seharusnya selalu diperhatikan agar tubuh tidak mengalami penyakit hipertensi. Hipertensi merupakan sebuah kondisi tekanan darah menjadi tinggi dan dapat mengakibatkan penyakit lain, seperti penyakit jantung. Tekanan darah ini adalah kekuatan darah dari jantung yang memompa darah yang mendorong melawan dinding arteri.

Lalu apa hubungan diabetes dengan hipertensi? Hipertensi atau tekanan darah tinggi bisa terjadi dikarenakan adanya komplikasi penyakit diabetes yang kronis. Maka tak heran jika pengidap diabetes memiliki sekitar 40% angka hilangnya nyawa pada seseorang yang disebabkan oleh penyakit jantung koroner terkait dengan meningkatnya lemak dalam darah yang menyebabkan plak plak.

Namun, terdapat alasan yang dapat menjelaskan tentang adanya hubungan diabetes dengan hipertensi. Berikut alasan yang melatarbelakangi hubungan diabetes dengan hipertensi:


1.  Memiliki Sifat Fisiologi yang Sama
Hubungan diabetes dengan hipertensi terjadi bersamaan, karena kedua penyakit tersebut memiliki ciri-ciri fisiologis yang sama, yaitu memungkinkan penyakit lain terjadi. Selain itu, adapun keterkaitan lain antara diabetes dengan hipertensi yang juga cukup signifikan adalah sebagai berikut:

  • Peningkatan volume cairan: diabetes akan meningkatkan jumlah total cairan dalam tubuh, yang cenderung meningkatkan tekanan darah.
  • Peningkatan kekuatan arteri: diabetes dapat menurunkan kemampuan pembuluh darah untuk meregang, meningkatkan tekanan darah rata-rata.
  • Gangguan penanganan insulin: perubahan dalam cara tubuh memproduksi dan menangani insulin dapat langsung menyebabkan peningkatan tekanan darah.
  • Terjadi peningkatan trigliserida: pemicu timbulnyaplak plak yang dapat menyumbat pembuluh darah


2.  Faktor Pemicu Serupa
Diet tinggi lemak yang kaya akan garam dan gula dapat diproses dan menempatkan beban lebih pada aktivitas produksi enzim dan sistem kardiovaskular. Rendahnya tingkat aktivitas fisik menurunkan efisiensi insulin dan menyebabkan arteri menjadi kaku, dan respon sistem kardiovaskular yang kurang baik.

Kelebihan berat badan juga memiliki konsekuensi yang sama dan merupakan faktor risiko yang kuat untuk terjadinya diabetes maupun tekanan darah tinggi.


3.  Diabetes dan Hipertensi Bisa Memperparah Keadaan
Kelebihan gula dapat memiliki banyak konsekuensi, termasuk kerusakan pada pembuluh darah sensitif secara perlahan yang disebut kapiler. Kerusakan kapiler tertentu dalam ginjal, dapat merusak kemampuan tekanan darah yang mengatur ke dalam ginjal dan hal ini menyebabkan tekanan darah tinggi. Hipertensi sendiri juga memengaruhi sekresi insulin di pankreas, yang meningkatkan kadar gula darah. Dengan ‘kemampuannya’ tersebut, kombinasi tekanan diabetes atau hipertensi adalah sebuah sistem yang dapat memperparah kondisi itu sendiri yang menyebabkan kedua penyakit ini cenderung semakin kurang baik dari waktu ke waktu.

Dari ketiga alasan tersebut membuktikan bahwa hubungan diabetes dengan hipertensi mempunyai keterkaitan yang cukup erat, dan tidak menutup kemungkinan keduanya juga berisiko memunculkan penyakit lain, seperti penyakit jantung, gagal ginjal dan penyakit lainnya. Risiko penyakit diabetes dapat dipengaruhi juga dari riwayat keluarga, yang memungkinkan seseorang terkena risiko 3x lebih tinggi.

Gaya hidup sehat memang sangat dibutuhkan, untuk menghindari penyakit diabetes dan hipertensi. Apabila kamu ingin berdiskusi masalah kesehatan kepada dokter, namun tidak memiliki waktu berkunjung ke dokter, jangan khawatir! Kini kamu bisa dengan mudah bertanya-jawab dengan dokter umum ataupun dengan dokter spesialis secara online melalui aplikasi Halodoc. Apapun pertanyaanmu seputar kesehatan, semua akan terjawab secara cepat, aman, dan nyaman. Rasakan beragam manfaatnya, download aplikasi Halodoc sekarang juga!


BACA JUGA: 4 Mitos & Fakta Diabetes yang Harus Diketahui