Adakah Pengobatan Efektif untuk Kondisi Phlegmon?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Adakah Pengobatan Efektif untuk Kondisi Phlegmon?

Halodoc, Jakarta - Peradangan pada kulit bisa terjadi karena banyak hal, misalnya pada kasus infeksi diabetes kaki. Peradangan ini dapat menyebabkan penyakit yang disebut phlegmon, yaitu saat peradangan meluas pada jaringan ikat dan jaringan lunak. 

Akibat penyakit phlegmon, gejala tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi bisa menyebabkan kelelahan, demam, hingga menggigil. Hal ini karena nanah atau abses menyebar di jaringan ikat longgar, tanpa adanya batas area peradangan yang jelas.

Selain itu, gejala lain bisa muncul seperti lapisan kulit berwarna merah padam, nyeri, matinya jaringan ikat dan jaringan otot, peradangan edema ringan, limfadenitis, lymphangitis, dan meningkatnya nilai laju endap darah. 

Baca Juga: Ketahui Gejala Kamu Alami Phlegmon

Lantas, Bagaimana Cara Pengobatan Phlegmon?

Phlegmon disebabkan oleh infeksi bakteri, maka cara tepat mengobatinya adalah memberikan antibiotik. Tidak hanya itu, dibutuhkan juga tindakan seperti pembedahan untuk mencegah penyebaran phlegmon dari jaringan tubuh yang telah terinfeksi.

Penting diingat bahwa phlegmon merupakan masalah kesehatan yang serius jika penyebarannya terjadi dengan sangat cepat, seperti yang terjadi pada rongga mulut. Pada kasus phlegmon oral, pemberian antibiotik perlu dilakukan dengan jenis atau dosis yang lebih tinggi. Tindakan pembedahan juga harus dilakukan sesegera mungkin.

Phlegmon yang muncul di langit-langit mulut dan pembungkus tendon juga tergolong penyakit yang sangat berbahaya. Untuk itu, tindakan pencegahan dilakukan melalui operasi. Penderita juga dianjurkan bedrest untuk mengistirahatkan anggota tubuh yang mengalami phlegmon.

Baca Juga: Kenali Phlegmon yang Disebabkan Infeksi Bakteri 

Pemeriksaan Apa Saja yang Diperlukan untuk Atasi Phlegmon?

Phlegmon adalah penyakit yang harus diperiksakan secara langsung ke dokter untuk memastikan diagnosisnya. Adapun beberapa pemeriksaan yang dilakukan seorang dokter bila terkena phlegmon ini adalah:

  • Pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik yang biasa dilakukan adalah pemeriksaan fisik sederhana yang memeriksa keadaan daerah lokal yang mengalami infeksi.

  • Tes Darah. Hal ini biasa dilakukan bila didapatkan kecenderungan Phlegmon seperti pemeriksaan darah lengkap dan lainnya untuk menentukan ada tidaknya infeksi.

  • CT Scan / MRI. Hal ini dilakukan untuk melihat ada tidaknya edema jaringan, ataupun ada tidaknya tumpukan cairan pus (abses).

  • Operasi. Phlegmon bisa dipastikan dengan cara pengoperasian akan sekaligus dilakukan pembersihan ataupun pengangkatan jaringan jika diperlukan. Hal ini bisa dilakukan sekaligus sebagai pemeriksaan dan penatalaksanaan.

  • Pemeriksaan penunjang lain yang sesuai.

Selain itu penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter saat gejala phlegmon mulai muncul. Pemeriksaan sejak awal penting untuk mencegah komplikasi yang berbahaya. Kamu pun bisa buat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc agar tidak repot antre dan menunggu terlalu lama di rumah sakit.

Bagaimana Mencegah Phlegmon?

Sayangnya penyebab phlegmon belum diketahui secara pasti, sehingga sampai saat ini pencegahan spesifik masih belum diketahui. Namun, terdapat hal yang dilakukan untuk mencegahnya, antara lain: 

  • Menerapkan pola hidup sehat. Konsumsi banyak buah dan sayur serta makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang infeksi;

  • Minum air putih minimal delapan gelas atau setara dengan 2 liter per harinya;

  • Rutin berolahraga 3-4 kali seminggu dengan intensitas olahraga ringan sampai sedang dan dilakukan 30 – 45 menit sekali olahraga untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Baca Juga: Ini Cara Mengobati Infeksi Kulit Berdasarkan Penyebabnya

Referensi:
Healthline (Diakses pada 2019). Phlegmon.
E-Pain Assit (Diakses pada 2019). Phlegmon: Causes, Symptoms, Treatment, Classification, Diagnosis.