10 October 2018

Adakah Perbedaan Antara Blefaritis dan Bintitan?

Blefaritis

Halodoc, Jakarta - Mungkin kamu masih asing dengan istilah blefaritis. Kondisi ini merupakan istilah medis dari peradangan pada kelopak mata. Kondisi ini dapat terjadi pada kedua mata, dengan kondisi peradangan yang lebih terlihat jelas pada salah satu mata dibanding dengan mata yang lain. Blefaritis bisa dialami oleh semua golongan usia. Umumnya, kondisi ini tidak menular.

Lalu, apa perbedaan blefaritis dengan bintitan? Bintitan juga mempunyai istilah medis yang disebut dengan hordeolum. Kondisi ini sedikit mirip dengan blefaritis, karena menyebabkan pembengkakan pada bagian kelopak mata. Ini merupakan kondisi peradangan yang biasanya akan menimbulkan benjolan pada kelopak mata, biasanya berwarna kemerahan dan terdapat nanah di dalamnya.

Sama halnya dengan blefaritis, bintitan juga bukan merupakan penyakit yang membahayakan. Karena biasanya pembengkakan pada kelopak mata akan sembuh dalam waktu 1 minggu atau bisa lebih cepat. Hal ini tergantung bagaimana kamu mengidap penyakit ini. Kamu akan merasa sangat tidak nyaman, sebab terasa ada yang mengganjal pada mata kamu, bahkan terkadang akan timbul rasa nyeri.

Apa yang Menjadi Penyebab Blefaritis dan Bintitan?

1. Blefaritis

Belum diketahui pasti apa yang menjadi penyebab blefaritis. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit ini. Reaksi alergi akibat tidak cocok dengan penggunaan kosmetik atau menggunakan kosmetik yang sudah kedaluwarsa dapat memicu radang pada kelopak mata. Faktor-faktor lainnya yang dapat memicu risiko blefaritis, antara lain:

  1. Infeksi bakteri.
  2. Kelainan pada kelenjar minyak.
  3. Efek samping penggunaan obat.
  4. Terdapat kutu pada bulu mata.

Penyakit ini umumnya terjadi di kedua mata. Namun, gejala yang timbul akan lebih parah pada salah satu kelopak mata. Berikut ini adalah gejala-gejala timbulnya blefaritis, antara lain:

  1. Mata merah.
  2. Kelopak mata terasa gatal.
  3. Bengkak dan kemerahan pada kelopak mata.
  4. Mata terasa berpasir.
  5. Penglihatan buram.
  6. Kelopak mata menjadi lengket.
  7. Mata menjadi sensitif terhadap cahaya.
  8. Pertumbuhan bulu mata tidak normal.
  9. Sering mengedipkan mata.
  10. Pengelupasan kulit di sekitar mata.
  11. Mata tampak kering atau bisa juga tampak berair.
  12. Mata merasakan sensasi terbakar atau tersengat.
  13. Bulu mata rontok

2. Bintitan

Bintitan disebabkan karena penyumbatan pada kelenjar minyak yang terletak di sepanjang tepi kelopak mata. Kelenjar ini menghasilkan minyak dan penyumbatan akan menghalangi kelancaran drainase kelenjar. Jika terdapat bakteri yang terjebak di dalam kelenjar, infeksi dan nanah akan terjadi. Hal ini menyebabkan kemerahan dan peradangan.

Sekitar 90 persen lebih kasus bintitan disebabkan oleh bakteri staphylococcus aureus atau staph. Bintitan dapat muncul di dua lokasi mata dalam satu waktu, dan sangat memungkinkan untuk kambuh kembali.

Kondisi ini merupakan infeksi ringan pada kelenjar yang terletak di kelopak mata. Cirinya adalah benjolan merah pada kelopak mata mirip dengan jerawat, biasanya menimbulkan rasa sakit. Ada dua jenis bintitan, yaitu:

  1. Internal (interna), infeksi ini terjadi di dalam garis bulu mata.
  2. Eksternal (eksterna), infeksi ini terjadi di luar garis bulu mata.

Kondisi ini mudah didiagnosis. Gejala awal bintitan biasanya adalah kemerahan dan bengkak pada kelopak mata, serta muncul benjolan yang menyakitkan. Berikut ini merupakan gejala-gejala bintitan, antara lain:

  1. Mata berair.
  2. Sensasi seperti adanya benda asing pada mata.
  3. Penglihatan kabur.
  4. Terkadang terdapat titik yang berwarna kekuning-kuningan pada area yang membengkak. Ini akan menjadi jalan keluar untuk nanah ketika bintitan itu pecah.

Bintitan akan menjadi berbahaya jika kamu mengalami hal-hal berikut ini:

  1. Gangguan penglihatan.
  2. Putih mata memerah.
  3. terdapat krusta pada kelopak mata.
  4. Bintitan mengeluarkan darah dan rasa sakit yang hebat.

Kondisi ini sangat umum terjadi, meskipun angka kasusnya di Indonesia belum diketahui secara pasti. Ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan faktor risiko seseorang terkena bintitan, antara lain:

  1. Menderita penyakit mata lainnya.
  2. Kurangnya kebersihan pada kelopak mata.
  3. Pernah mengidap penyakit bintitan. Biasanya, penyakit ini sering kambuh di lokasi yang sama.

Jika kamu mempunyai gejala-gejala seperti di atas, kamu harus segera berdiskusi langsung dengan dokter ahlinya. Halodoc menyediakan layanan berdiskusi langsung dengan dokter melalui Chat atau Voice/Video Call di mana pun dan kapan pun kamu membutuhkan pertolongan. Tidak hanya itu, Halodoc juga menyediakan layanan Apotek Antar untuk kamu yang tidak sempat keluar rumah untuk membeli obat. Yuk, download aplikasinya segera di Google Play atau App Store!

Baca juga: