• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alami Vertigo saat Hamil, Ini Penyebabnya

Alami Vertigo saat Hamil, Ini Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Vertigo selama masa kehamilan umum terjadi. Vertigo atau pusing dapat membuat bumil (ibu hamil) merasa seperti ruangan berputar atau mungkin merasa akan pingsan, tidak stabil, atau lemah. Kondisi ini bisa terjadi selama kehamilan biasanya terjadi karena perubahan hormon dan tekanan darah yang turun. Kadar hormon bumil berubah untuk membantu meningkatkan aliran darah di tubuh. Ini membantu bayi berkembang dalam rahim. 

Peningkatan aliran darah dapat menyebabkan tekanan darah berubah. Sering kali tekanan darah akan turun selama kehamilan, juga dikenal sebagai hipotensi atau tekanan darah rendah. Tekanan darah rendah dapat menyebabkan bumil merasa pusing, terutama ketika bergerak dari berbaring atau duduk ke berdiri. Biasanya, dokter akan memeriksa tekanan darah setiap bumil saat setiap pemeriksaan kandungan setiap bulan untuk membantu tekanan darah. Secara umum tekanan darah yang lebih rendah tidak perlu dikhawatirkan dan akan kembali ke tingkat normal setelah kehamilan. 

Baca juga: Kenali Tanda Penyebab Vertigo Berikut Ini

Penyebab Vertigo Pada Trimester Tertentu

Dehidrasi dapat terjadi kapan saja dalam kehamilan. Ibu mungkin mengalaminya pada trimester pertama jika mual atau muntah. Ibu mungkin mengalami dehidrasi di akhir kehamilan karena tubuh membutuhkan lebih banyak air. Itulah sebabnya ibu hamil harus minum setidaknya 8 hingga 10 gelas air sehari pada awal kehamilan. Selain itu, ibu hamil sebaiknya menambah jumlah itu saat ibu menambahkan lebih banyak kalori ke dalam makanan, umumnya pada trimester kedua dan ketiga. 

1. Vertigo Di Trimester Kedua

Beberapa alasan ibu hamil mengalami pusing pada trimester pertama mungkin akan terbawa ke trimester kedua, seperti tekanan darah rendah atau hiperemesis gravidarum. Ada beberapa kondisi lain yang mungkin muncul saat kehamilan berlanjut.

  • Tekanan pada rahim. Ibu mungkin mengalami pusing jika tekanan dari rahim yang semakin besar menekan pembuluh darah. Ini dapat terjadi pada trimester kedua atau ketiga dan lebih sering terjadi ketika bayi membesar.

  • Berbaring terlentang juga bisa menyebabkan pusing. Itu karena berbaring telentang di masa kehamilan nanti dapat menyebabkan rahim yang membesar menghalangi aliran darah dari ekstremitas bawah ke jantung. Ini dapat menyebabkan pusing dan gejala lainnya. 

  • Diabetes gestasional. Ibu mungkin mengalami pusing dengan diabetes gestasional jika gula darah terlalu rendah. Diabetes ini terjadi ketika hormon memengaruhi cara tubuh memproduksi insulin. 

Baca juga: 4 Fakta & Mitos Vertigo pada Wanita

Dokter kemungkinan akan merekomendasikan pemeriksaan diabetes gestasional antara minggu ke 24 dan 28 kehamilan. Jika didiagnosis dengan kondisi tersebut, ibu perlu memantau gula darah secara teratur dan tetap menjalankan diet ketat dan rencana olahraga hamil. Jika kamu mengalami gejala vertigo, sebaiknya segera memeriksakan diri pada dokter via chat melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran penanganan yang tepat. 

Vertigo dan pusing, bersama dengan gejala lain seperti berkeringat, gemetar, dan sakit kepala, dapat menunjukkan bahwa gula darah ibu rendah. Untuk meningkatkannya, ibu harus makan makanan ringan seperti sepotong buah atau beberapa potong permen keras. Periksa kadar gula ibu setelah beberapa menit untuk memastikan kadar gula berada dalam kisaran normal. 

Baca juga: Jarang Diketahui, Ini 5 Fakta Seputar Vertigo

2. Vertigo di Trimester Ketiga

Banyak penyebab vertigo dan pusing pada trimester pertama dan kedua dapat menyebabkan gejala yang sama di kemudian hari dalam kehamilan. Penting bagi ibu untuk memeriksakannya pada dokter secara teratur pada trimester ketiga untuk memantau kondisi yang berpotensi berbahaya yang dapat menyebabkan vertigo. Perhatikan tanda-tanda perasaan pingsan untuk menghindari jatuh, terutama selama trimester ketiga. Berdiri perlahan dan raih pegangan untuk menghindari sakit kepala ringan, dan pastikan duduk sesering mungkin untuk menghindari berdiri dalam waktu lama. 

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2019. What Causes Dizziness in Pregnancy?