Alasan Polusi Udara Berisiko Tinggi Sebabkan Pneumonia

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Alasan Polusi Udara Berisiko Tinggi Sebabkan Pneumonia

Halodoc, Jakarta - Polusi udara yang menjadi lebih buruk belakangan ini disebabkan oleh pembakaran lahan di beberapa daerah sangat memberi dampak buruk bagi pernapasan. Ternyata, hal tersebut dapat menyebabkan kamu mengalami pneumonia yang disebabkan oleh polusi. Maka dari itu, sangat penting untuk menghindari hirupan polusi udara.

Pneumonia adalah penyakit yang disebut-sebut merenggut nyawa banyak orang. Selain itu, komplikasi dari gangguan ini sangat rentan terjadi pada anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh yang masih terbilang rendah. Untuk mengetahui bagaimana cara polusi dapat sebabkan pneumonia, berikut pembahasan lengkapnya!

Baca juga: Kenali Infeksi Saluran Pernapasan Akibat Polusi Udara

Polusi Udara Dapat Sebabkan Pneumonia

Pneumonia adalah gangguan yang disebut juga dengan paru-paru basah. Hal ini terjadi disebabkan oleh infeksi yang menyebabkan terjadinya peradangan pada kantung udara di paru-paru. Peradangan tersebut dapat berkembang sehingga menimbulkan cairan atau nanah. Akhirnya, pengidapnya mengalami sesak napas, batuk berdahak, hingga demam.

Salah satu penyebab seseorang mengidap pneumonia adalah polusi udara. Hal tersebut disebabkan zat-zat yang terkandung pada udara masuk ke paru-paru dan menyebabkan peradangan. Lama-kelamaan, kandungan berbahaya tersebut akan bertumpuk dan menjadi lebih parah. Anak-anak mungkin akan gejala awal pneumonia lebih cepat.

Seseorang juga memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengidap pneumonia jika menghirup langsung asap tembakau. Terlebih lagi jika kamu juga menghirup udara dari polusi. Maka dari itu, kamu harus benar-benar memastikan anak-anakmu menggunakan masker ketika ke luar rumah dalam waktu yang lama untuk mencegah polusi udara yang berlebihan masuk ke tubuh.

Umumnya, seseorang yang mengidap pneumonia telah mengalami paparan yang panjang terhadap polusi udara, yaitu sekitar 1-2 tahun. Dengan begitu, kamu juga memiliki kemungkinan untuk dirawat di rumah sakit ketika sudah bertambah tua yang disebabkan oleh penumpukan zat dari polusi udara pada paru-paru yang menyebabkan pneumonia.

Polusi udara memang dapat menyebabkan banyak gangguan pernapasan. Jika kamu punya pertanyaan mengenai hal tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Hal yang pertama dapat kamu lakukan adalah download aplikasi Halodoc ke smartphone yang digunakan! Setelah itu, kamu juga dapat memesan pemeriksaan fisik secara online dengan aplikasi itu.

Baca juga: Benarkah Pengidap Paru Kronik Rentan Terkena Pneumonia?

Cara Mencegah Pneumonia Terjadi

Pneumonia terjadi karena kantung udara di paru-paru mengalami pembengkakan dan menimbulkan cairan atau nanah. Selain itu, gangguan ini juga dapat menyebabkan komplikasi lain yang berbahaya. Maka dari itu, sangat penting untuk mencegah diri kamu agar tidak mengalami penyakit ini. Berikut beberapa cara untuk mencegah pneumonia menyerang:

  1. Mendapatkan Vaksinasi

Salah satu cara mencegah polusi udara yang sebabkan pneumonia adalah dengan mendapatkan vaksinasi. Hal ini wajib diberikan pada anak-anak dengan usia di bawah 5 tahun dan orang yang telah berusia di atas 65 tahun. Selain polusi, seseorang juga dapat mengalami penyakit ini karena cipratan flu dari orang lain. Maka dari itu, penting untuk mengimunisasi anak agar dapat mencegah penyakit berbahaya ini.

  1. Menggunakan Masker

Ketika kamu akan bepergian ke ruang terbuka, ada baiknya untuk memakaikan anak ibu masker. Cobalah untuk memilih masker dengan jenis N95 yang dapat menyaring 95 persen partikel merugikan di udara. Walau begitu, pastikan anak ibu tetap bernapas dengan baik meskipun ditutupi oleh masker.

Baca juga: Ketahui Penyebab Terjadinya Bakteri Pneumonia

Itulah pembahasan mengenai polusi udara yang dapat sebabkan pneumonia. Dengan mengetahui dampak-dampak buruk dari penyakit pada paru-paru tersebut, ada baiknya selalu menjaga anak ibu agar tidak mengalaminya. Selalu pastikan kamu membawa masker kemanapun agar dapat memakaikannya ketika udara dirasa sedang tidak baik.

Referensi:
ATS Journals. Diakses pada 2019. Air Pollution and Pneumonia
WebMD. Diakses pada 2019. Can You Prevent Pneumonia?