03 May 2018

Anak Demam, Kompres Air Hangat atau Dingin?

Anak Demam, Kompres Air Hangat atau Dingin?

Halodoc, Jakarta – Demam adalah salah satu penyakit yang sering dialami anak-anak. Umumnya orangtua akan menempelkan kompres pada dahi anak agar panas tubuhnya bisa turun. Namun, untuk menurunkan demam, kompres dengan air hangat atau air dingin? Kalau salah merawat anak, justru bisa membuat kondisi kesehatan anak jadi tidak membaik, lho.

Demam sebenarnya adalah salah satu gejala dari berbagai penyakit. Umumnya penyakit yang menyebabkan demam adalah flu, radang tenggorokan, sinusitis, radang paru, tuberkulosis, dan lain-lain. Karena itu, demam tidak hanya bisa terjadi pada orang dewasa, tapi juga sering menyerang anak-anak. Pada bayi dan anak-anak, demam biasanya muncul saat suhu tubuh lebih dari 37 derajat Celsius.  Bila suhu tubuh Si Kecil meningkat, badannya menggigil atau berkeringat, ia terlihat lemas, dan mengeluh sakit kepala, itu berarti anak sedang mengalami demam.

Saat suhu tubuh anak tinggi, orangtua sering kali mengompres dahi anak dengan air dingin, karena berpikir air dingin dapat menurunkan panas tubuh anak. Namun, cara ini keliru. Kompres air dingin malah dapat meningkatkan suhu tubuh. Tubuh yang panas saat demam merupakan reaksi alami yang dikeluarkan oleh tubuh untuk mempertahankan diri. Bila ibu menempelkan kompres dingin, tubuh anak justru akan menganggapnya sebagai ancaman terhadap proses melawan infeksi, sehingga tubuh akan meningkatkan suhunya dan demam pun semakin parah. Kompres air dingin juga bisa menyebabkan suhu tubuh anak menurun secara tiba-tiba, sehingga membuat badannya jadi menggigil.  Jadi, ibu sebaiknya tidak mengompres anak yang sedang demam dengan air dingin.

Sebaliknya, mengompres anak dengan handuk yang sudah direndam air hangat adalah cara yang tepat untuk menurunkan suhu tubuhnya. Ketika tubuh Si Kecil mendapat kompres air hangat, pusat suhu tubuh akan menerima informasi bahwa suhu di sekitar tubuh sedang hangat. Sehingga tubuh pun akan menurunkan suhunya secara otomatis. Selain itu, kompres air hangat juga dapat membuka pori-pori, sehingga panas dalam tubuh bisa keluar melalui pori-pori tersebut.  

Cara yang Benar Mengompres Anak

Agar panas tubuh anak bisa segera turun, ibu perlu tahu cara mengompres yang benar:

  1. Pertama-tama, sediakan baskom kecil berisi air hangat dengan suhu kurang lebih 38 derajat Celsius, lalu basahi handuk atau waslap dengan air hangat tersebut.
  2. Bukalah baju anak saat mengompres. Letakkan handuk hangat jangan hanya di dahi saja, karena kurang efektif. Tapi letakkan juga di lipatan-lipatan pembuluh darah besar, seperti di ketiak dan lipatan paha agar panas tubuh dapat cepat keluar lewat pori-pori.
  3. Kompres bagian tubuh tersebut kurang lebih selama 10 menit. Bila handuk sudah tidak lagi hangat, rendam lagi handuk dalam air hangat. Kompres lagi sampai suhu tubuh anak menurun.
  4. Selesai mengompres, keringkan bagian tubuh yang dikompres dengan cara menekan-nekan kulit dengan handuk kering, jangan digosok. Kenakan kembali baju Si Kecil. Pilihlah baju yang tipis dan longgar untuk membantu proses penguapan panas. Tutupi anak dengan selimut tipis apabila ia kedinginan atau menggigil. (Baca juga: Susah ke Rumah Sakit, Ini Cara Atasi Demam Anak di Rumah).

Selain dengan menggunakan kompres air hangat, cara lain yang juga efektif untuk menurunkan demam anak adalah dengan menempelkan plester demam dari Hansaplast. Hansaplast Plester Kompres Demam terbuat dari bahan hydrogel yang mampu mempercepat proses pemindahan panas dari tubuh ke plester kompres, sehingga demam anak pun bisa cepat berkurang. Cara menggunakan plester demam ini sama seperti menggunakan kompres, yaitu tempelkan plester di dahi, ketiak, dan lipatan paha selama kurang lebih 30 menit. Nah, ibu bisa membeli Hansaplast Plester Kompres Demam lewat aplikasi Halodoc. Caranya sangat mudah, tinggal order saja lewat fitur Apotik Antar dan pesanan kamu akan tiba dalam waktu satu jam. Ayo, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.