Anak Menangis Histeris Saat Tidur Malam, Waspada Night Terror

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Anak Menangis Histeris Saat Tidur Malam, Waspada Night Terror

Halodoc, Jakarta - Selain mimpi buruk, ada pula night terror yang bisa mengganggu kenyamanan dan kualitas tidur Si Kecil di malam hari. Night terror sendiri merupakan kondisi yang muncul saat tidur. Kondisi ini biasanya terjadi pada beberapa jam pertama setelah seseorang tidur.

Seseorang yang mengalami night terror ini akan terbangung dari tidurnya, lalu mulai panik, berkeringat, menjerit, atau menangis histeris. Setelah melewati kondisi itu dan benar-benar terbangun, mereka hanya bisa mengingat gambaran yang mengerikan atau tak mengingat apa-apa sama sekali.

Baca juga: Alami Patah Hati, Dapatkah Sebabkan Sering Mimpi Buruk?

Night terror ini biasanya terjadi pada 2–3 jam setelah anak mulai tertidur. Saat kondisi ini terjadi, tanpa di sadar Si Kecil mungkin saja bisa menendang barang-barang yang ada disekitarnya atau berjalan dari tempat tidurnya. Nah, hal inilah yang bisa membahayakan dirinya.

Ditandai Berbagai Gejala

Dalam dunia medis, night terror ini merupakan kondisi yang cukup langka, biasanya terjadi di kalangan anak-anak berumur 4–12 tahun. Ada pula yang mengalaminya ketika dalam masa pertumbuhan. Lantas, seperti apa sih gejala dari gangguan tidur ini?

  • Gejala utamanya yaitu satu atau lebih episode terbangun dari tidur dengan berteriak karena panik, dan disertai kecemasan yang hebat, seluruh tubuh bergetar dan hiperaktivitas otonomik seperti jantung berdebar-debar, napas cepat, pupil melebar dan berkeringat.

  • Episode ini dapat berulang dengan durasi setiap episode sekitar 110 menit, dan biasanya terjadi pada sepertiga awal fase tidur malam.

  • Pengidap relatif tidak bereaksi terhadap berbagai upaya orang lain untuk mempengaruhi keadaan teror malamnya. Kemudian, dalam beberapa menit setelah terbangun biasanya pengidap akan mengalami disorientasi dan gerakan-gerakan berulang.

  • Ingatan terhadap kejadian, kalaupun ada sangat minimal (biasanya, terbatas pada satu atau dua bayangan yang terpilah-pilah).

Dari Stres Hingga Perubahan Lingkungan

Sayangnya, sampai saat ini penyebab pasti dari night terror belum diketahui. Namun, kondisi ini sering terkait dengan stres emosional, kelelahan, demam, kurang tidur, gangguan pernapasan, cedera kepala, dan perubahan lingkungan seperti suara dan cahaya.

Baca juga:  Tidur Anak Tidak Nyenyak? Yuk, Kenali Penyebabnya

Di samping itu, ada pula hal lainnya yang bisa memicunya, seperti pengaruh obat yang memengaruhi sistem saraf pusat, dan pengaruh anestesi atau obat bius bila anak baru melakukan operasi. Selain itu, ada dugaan bahwa night terror berkaitan dengan genetik atau alkohol.

Tips Mencegah Night Terror

Meski penyebab pastinya belum diketahui, tapi setidaknya ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk mencegah night terror. Nah, berikut beberapa tips yang bisa membantu mengatasi masalah tidur anak:

  • Jangan biarkan anak terlalu lelah. Tetapkan waktu tidur rutin (jam tidur dan bangun) dan tetaplah berpatokan dengan itu, bahkan di akhir pekan. Pastikan Si Kecil mendapatkan jumlah tidur yang dia butuhkan. Anak-anak dapat tidur dengan sangat nyenyak jika jam tidurnya teratur.

  • Lakukan rutinitas menenangkan kira-kira satu jam sebelum tidur. Rutinitasnya harus mencakup kegiatan santai, seperti mendengarkan musik lembut, membaca atau memandikan Si Kecil dengan air hangat. Hindari membiarkan anak menggunakan perangkat elektronik saat mendekati jam tidur. Bila perlu, singkirkan perangkat elektronik dari kamar tidur anak untuk menghindari godaan.

  • Jaga agar kamar tidur tetap sejuk dan nyaman.

  • Jangan ajak anak beraktivitas setelah kamu menyelesaikan rutinitas tidurnya. Saat sudah jam tidur, beri mereka ciuman dan tinggalkan mereka.

Baca juga: Bayi Juga Bisa Insomnia, Benarkah?

Ketika Si Kecil mengalami teror tidur, biasanya mereka akan menangis, ketakutan, menjerit, detak jantungnya bertambah cepat, hingga berkeringat. Yang perlu ibu perhatikan, bila anak mengalami beberapa kondisi di bawah, cobalah untuk berdiskusi dengan dokter ahli untuk penanganan lebih lanjut.

  • Anak berumur kurang dari 3,5 tahun mengalami night terror paling tidak seminggu sekali.

  • Anak yang lebih dewasa mengalami night terror sekali atau dua kali setiap bulannya.

Si Kecil mengidap gangguan tidur? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!