14 April 2019

Penting, Antioksidan untuk Menangkal Radikal Bebas pada Makanan

Penting, Antioksidan untuk Menangkal Radikal Bebas pada Makanan

Halodoc, Jakarta - Akhir pekan adalah waktu tepat untuk melakukan hal yang menyenangkan. Salah satu hal tersebut dengan mengunjungi beberapa tempat baik itu di dalam maupun luar kota untuk mencicipi kenikmatan aneka kuliner yang dijajakan.

Wisata kuliner menjadi agenda banyak orang saat akhir pekan dan banyak informasi mengenai tempat makan yang mudah kamu temukan di internet. Namun, berwisata kuliner bukan berarti bebas risiko. Makanan tertentu dapat memicu radikal bebas masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan dampak negatif.

Radikal bebas dalam jumlah berlebihan yang terdapat pada makanan dikhawatirkan merusak pertumbuhan, perkembangan dan kelangsungan hidup sel-sel dalam tubuh. Pada akhirnya, radikal bebas ini memicu penuaan dini, kerusakan jaringan tubuh, hingga meningkatkan risiko penyakit berbahaya seperti kanker.

Wisata kuliner memang menyenangkan. Namun perlu diingat, semakin banyak makanan yang dimakan, mitokondria atau bagian sel yang bekerja menghasilkan energi dari makanan, akan melepaskan lebih banyak oksigen aktif. Akibatnya, akan dihasilkan jumlah radikal bebas lebih banyak.

Terlebih lagi jika makanan mengandung pestisida atau melalui proses pemanasan tinggi. Akumulasi radikal bebas memiliki konsekuensi yang buruk pada kesehatan. Molekul-molekul yang tidak stabil dalam tubuh mengganggu struktur dan fungsi sel. Alhasil, kemampuan tubuh dalam mengoksidasi sel yang atau dikenal sebagai stres oksidatif berkurang.

Baca Juga: Waspada Penyakit Kronis Akibat Radikal Bebas

Jenis Makanan Pemicu Radikal Bebas

Agar wisata kuliner yang kamu lakukan tidak memberikan efek negatif pada tubuh, terdapat makanan yang memicu terbentuknya radikal bebas yang masuk ke tubuh. Nah, makanan yang wajib dikurangi tersebut antara lain:  

  • Hindari makanan yang mengandung glikemik tinggi, atau makanan yang kaya karbohidrat dan gula halus. Hal ini karena makanan tersebut cenderung menghasilkan radikal bebas.

  • Batasi konsumsi daging olahan seperti sosis, bacon, dan daging asap karena mengandung bahan pengawet, yang mengarah pada produksi radikal bebas.

  • Batasi asupan daging merah yang rentan terhadap oksidasi, karena kandungan zat besi yang tinggi.

  • Saat memasak, jangan gunakan minyak hingga berulang kali. Gunakan maksimal hanya 2 kali. Pemanasan minyak menghasilkan radikal bebas yang meresap ke dalam makanan.

  • Batasi minum alkohol. Tidak hanya tinggi kalori, alkohol juga menghasilkan radikal bebas dalam tubuh.

Baca Juga: Bukan Antioksidan Biasa, Ini Cara Astaxanthin Jaga Daya Tahan Tubuh

Antioksidan Sebagai Zat untuk Melawan Radikal Bebas

Cara terbaik mencegah dampak negatif radikal bebas yang masuk melalui makanan adalah mengonsumsi antioksidan. Zat yang berfungsi menghambat proses kimiawi oleh radikal bebas dalam tubuh. Senyawa ini dimiliki tubuh dalam bentuk enzim, tapi jumlahnya belum cukup untuk melawan serangan radikal bebas.

Maka itu, kamu perlu meningkatkan jumlah antioksidan dalam tubuh dengan konsumsi makanan tertentu dan konsumsi astaxanthin. Senyawa ini adalah jenis antioksidan yang banyak ditemukan pada buah, sayuran, dan hewan berwarna merah atau oranye maupun dalam bentuk suplemen.

Baca Juga: Usir Radikal Bebas dengan Astaxanthin si Antioksidan Super

Selain mampu meningkatkan daya tahan tubuh, astaxanthin punya manfaat untuk kesehatan seperti meningkatkan kesehatan mata, jantung, sendi, dan kulit. Oleh karena itu, memadukan astaxanthin dengan bahan alami lain untuk memaksimalkan perlindungan tubuh dalam melawan radikal bebas. Kombinasi ini bisa ditemukan pada suplemen Astria.

Berbeda dengan jenis suplemen lain, suplemen Astria adalah suplemen yang mengandalkan astaxanthin untuk melawan beberapa radikal bebas sekaligus. Suplemen Astria juga satu-satunya suplemen dengan antioksidan astaxanthin yang berbentuk oil, sehingga penyerapan ke tubuh lebih mudah dan kandungan astaxanthinnya 10 persen lebih murni dibandingkan astaxanthin berbentuk bubuk.

Khasiat suplemen Astria berbeda-beda pada tiap orang, tapi sebagian besar merasakannya beberapa hari atau minggu setelah konsumsi pertama. Agar hasilnya maksimal, kamu bisa menggabungkan suplemen Astria pada menu makan harian untuk membantu proses penyerapannya.

Jadi, wisata kuliner boleh-boleh saja dilakukan. Namun, kamu harus menjaga kesehatan tubuhmu dari serangan radikal bebas yang dipicu oleh makanan tertentu dengan cara mengonsumsi suplemen Astria.

Kamu bisa dengan mudah membeli suplemen Astria di aplikasi Halodoc. Kamu bisa membeli suplemen Astria dan produk kesehatan lain dengan mudah hanya dalam satu aplikasi. Pilih fitur Pharmacy Delivery, pesanan diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!