Apa Itu Pemeriksaan Darah Lengkap?

Cek Darah

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar, atau bahkan pernah menjalani pemeriksaan darah lengkap? Pemeriksaan darah lengkap perlu dilakukan jika seseorang ingin mendeteksi penyakit yang tengah dialami tanpa gejala atau memantau kondisi kesehatan ketika peserta tengah menjalani pengobatan lain. Pemeriksaan darah lengkap termasuk dalam serangkaian medical check up guna mendeteksi adanya penyakit anemia, infeksi, masalah pembekuan darah, serta kanker darah.

Baca juga: Inilah Komponen yang Dicek Saat Pemeriksaan Darah

Tujuan Dilakukannya Pemeriksaan Darah Lengkap

Pemeriksaan darah lengkap bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan pesertanya secara keseluruhan, terutama bagi penyakit yang berkaitan dengan darah, seperti:

  • Anemia, yaitu kondisi ketika jumlah sel darah merah lebih rendah dari jumlah normal.

  • Leukemia, yaitu kanker yang menyerang sel-sel darah putih. Kanker ini terjadi ketika sel darah putih berkembang menjadi lebih banyak dan menjadi ganas dan memakan sel darah merah.

  • Gangguan pembekuan darah, yaitu kondisi yang terjadi ketika adanya kelainan trombosit.

Baca juga: Peran Tes Hematologi Lengkap dalam Mendiagnosis Penyakit

Yang Termasuk dalam Prosedur Pemeriksaan Darah Lengkap

Beberapa pemeriksaan yang termasuk dalam pemeriksaan darah lengkap, antara lain:

1. Hemoglobin (Hb)

Hemoglobin merupakan protein yang terkandung dalam sel darah merah dan berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Nah, kandungan oksigen dalam darah ini lah yang membuat darah berwarna merah. Adanya perubahan hemoglobin dalam darah bisa jadi pertanda kalau kamu tengah mengidap gangguan kesehatan.

2. Hematokrit (Ht)

Tingginya kadar hematokrit dalam tubuh menandakan kalau kamu tengah mengalami dehidrasi. Tes kadar hematokrit merupakan bagian dari pemeriksaan darah lengkap yang digunakan untuk mendeteksi anemia. Selain itu, pemeriksaan hematokrit juga dilakukan guna mengetahui reaksi tubuh terhadap pengobatan yang tengah dijalani.

3. Trombosit

Proses pembekuan darah dapat terganggu ketika kadar trombosit tidak normal. Gangguan yang terjadi biasanya meliputi pembekuan sampai penggumpalan darah. Karena sifatnya dapat membekukan darah, trombosit berfungsi untuk menutup dan menyembuhkan luka. Trombosit juga berfungsi untuk menghentikan pendarahan ketika terjadi luka

4. Sel Darah Merah

Sel darah merah mempunyai fungsi membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Sel darah merah dengan tingkat yang tidak normal akan menjadi pertanda kalau kamu tengah mengidap penyakit tertentu. Penyakit tersebut meliputi anemia, perdarahan, serta kekurangan cairan atau dehidrasi.

5. Sel Darah Putih

Sel darah putih mempunyai fungsi untuk melindungi tubuh dari segala serangan penyakit. Sel darah putih juga bertugas untuk mendeteksi dan membasmi mikroorganisme asing, seperti virus, bakteri, maupun parasit yang membawa penyakit atau infeksi ke dalam tubuh.

6. Gula Darah

Tes gula darah dilakukan guna mengetahui kadar gula dalam darah. Seseorang dengan diabetes akan memerlukan tes ini secara rutin. Tes gula darah ada banyak jenis dengan fungsi yang berbeda. Selain untuk mendeteksi diabetes, tes gula darah dilakukan untuk memastikan kadar gula darah pengidap diabetes dalam tahap normal. 

Baca juga: Darah Jadi Sampel Utama untuk Tes Hematologi, Benarkah?

Pemeriksaan darah dilakukan dengan mengambil sampel darah. Namun, kamu tidak perlu merasa takut berlebihan, ya! Karena rasa sakitnya hanya ada di awal ketika jarum dimasukkan ke dalam kulit. Nah, jenis-jenis pemeriksaan di atas bisa kamu lakukan guna mengetahui kondisi kesehatan yang tengah kamu alami. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa berdiskusi langsung dengan membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihanmu melalui Halodoc. Yuk,  download aplikasinya segera!