Apa Tanda dan Gejala Gangguan Muskuloskeletal?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Apa Tanda dan Gejala Gangguan Muskuloskeletal?

Halodoc, Jakarta – Nyeri muskuloskeletal adalah nyeri yang memengaruhi otot, ligamen dan tendon, dan tulang. Penyebab nyeri muskuloskeletal bervariasi. Mulai dari jaringan otot dapat rusak dengan keausan aktivitas sehari-hari dan trauma akibat gerakan menyentak, seperti kecelakaan mobil, jatuh, patah tulang, terkilir, dislokasi, serta pukulan langsung ke otot juga dapat menyebabkan nyeri muskuloskeletal.

Penyebab nyeri lainnya termasuk ketegangan postural, gerakan berulang, terlalu sering digunakan, dan imobilisasi yang berkepanjangan. Perubahan postur atau mekanika tubuh yang buruk dapat menyebabkan masalah penyelarasan tulang belakang dan pemendekan otot, sehingga menyebabkan otot-otot lain disalahgunakan dan menjadi menyakitkan.    

Baca juga: Mengapa Gangguan Muskuloskeletal Terjadi?

Gejala Nyeri Muskuloskeletal

Orang dengan nyeri muskuloskeletal kadang mengeluh bahwa seluruh tubuh mereka sakit. Otot mereka mungkin terasa seperti ditarik atau terlalu banyak bekerja. Terkadang, otot berkedut atau terbakar. Gejalanya bervariasi dari orang ke orang, namun gejala yang umum, meliputi:

  1. Rasa sakit

  2. Kelelahan

  3. Gangguan tidur

  4. Nyeri berulang

  5. Sendi yang kaku

  6. Pembengkakan

  7. Pegal-pegal

Muskuloskeletal dapat memengaruhi area utama sistem muskuloskeletal, termasuk leher, bahu, pergelangan tangan, punggung, pinggul, kaki, lutut, dan kaki. Gangguan muskuloskeletal adalah kondisi yang dapat memengaruhi otot, tulang, dan persendian, meliputi:

  • Tendinitis

  • Sindrom terowongan karpal

  • Osteoartritis

  • Rheumatoid arthritis (RA)

  • Fibromyalgia

  • Patah tulang

Muskuloskeletal biasa terjadi dan risiko untuk mengembangkannya meningkat seiring bertambahnya usia. Tingkat keparahan muskuloskeletal dapat bervariasi. Dalam beberapa kasus, mereka menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Diagnosis dan pengobatan dini dapat membantu meringankan gejala dan meningkatkan pandangan jangka panjang.

Baca juga: Ketahui Gangguan Sendi yang Rentan Diidap Pegawai Kantoran

Dalam beberapa kasus, gejala MSD mengganggu kegiatan sehari-hari, seperti berjalan atau mengetik. Kamu dapat mengembangkan rentang gerak terbatas atau kesulitan menyelesaikan tugas rutin.

Risiko muskuloskeletal bisa dipengaruhi oleh:

  1. Usia

  2. Tingkat aktivitas

  3. Gaya hidup

  4. Riwayat kesehatan keluarga

Kegiatan tertentu dapat menyebabkan keausan pada sistem muskuloskeletal, termasuk:

  • Duduk di posisi yang sama di depan komputer setiap hari

  • Terlibat dalam gerakan berulang

  • Mengangkat beban berat

  • Mempertahankan postur yang buruk di tempat kerja

Berbagai jenis terapi manual atau mobilisasi dapat digunakan untuk mengobati orang dengan masalah penyelarasan tulang belakang. Untuk beberapa nyeri muskuloskeletal akut, teknik ini telah terbukti mempercepat pemulihan.

Obat-obatan, seperti antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dapat digunakan untuk mengobati peradangan atau nyeri. Pada pasien dengan gangguan muskuloskeletal, seperti fibromyalgia, obat-obatan untuk meningkatkan tingkat serotonin dan norepinefrin tubuh (neurotransmiter yang memodulasi fungsi tidur, nyeri, dan fungsi sistem kekebalan) dapat diresepkan dalam dosis rendah. Beberapa obat yang digunakan untuk membantu tidur termasuk zolpidem (ambien), eszopiclone (lunesta), dan ramelteon (rozerem).

Baca juga: Jangan Anggap Remeh, Keseleo Bisa Berakibat Fatal

Perawatan lain mungkin, termasuk suntikan dengan obat-obatan anestetik atau anti-inflamasi di atau di sekitar situs yang menyakitkan, latihan yang meliputi penguatan dan peregangan otot, terapi fisik atau pekerjaan, akupuntur atau akupresur, dan teknik relaksasi/biofeedback. Manipulasi osteopati (seluruh sistem evaluasi dan perawatan yang dirancang untuk mencapai dan menjaga kesehatan dengan mengembalikan fungsi normal ke tubuh), perawatan kiropraktik, dan pijat terapi juga upaya perawatan lain yang bisa dilakukan.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai gejala gangguan muskuloskeletal, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.