• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Cara Menangani Anak Super Aktif
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Cara Menangani Anak Super Aktif

6 Cara Menangani Anak Super Aktif

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc : 20 Desember 2017
6 Cara Menangani Anak Super Aktif6 Cara Menangani Anak Super Aktif

Halodoc, Jakarta – Si Kecil jadi sangat aktif dan tidak bisa diam? Hal itu normal kok, bu. Biasanya anak akan menjadi sangat aktif ketika berusia 2-3 tahun. Tidak sedikit para ibu yang menjadi kewalahan karena anaknya berlarian ke sana ke sini dan tidak bisa duduk dengan tenang.

Ibu tidak perlu khawatir akan tingkah laku anak yang tiba-tiba menjadi sangat aktif, karena kondisi tersebut normal terjadi pada anak usia 2-3 tahun. Berlarian ke sana-ke sini, memainkan benda apa saja yang ia temui, cerewet dan masih banyak lagi hal-hal yang dilakukan Si Kecil ketika sedang berada dalam masa-masa aktifnya. Namun demikian, perilaku aktif tidak selalu menjadi sebuah kenakalan, sehingga para ibu disarankan untuk tidak memarahi anak. Sebaliknya, ibu diharapkan dapat membimbingnya dan mengelola perilaku aktif anak untuk hal yang baik dan berguna. Berikut 4 cara yang bisa ibu lakukan untuk menangani anak yang aktif:

1. Ajak Si Kecil Melakukan Kegiatan yang Menarik

Si Kecil mungkin tidak bisa diam karena ia bosan melakukan kegiatan yang itu-itu saja. Karena itu, pikirkanlah kegiatan-kegiatan seru yang berbeda setiap harinya untuk ibu lakukan bersamanya. Misalnya, hari ini, ajaklah Si Kecil berenang di kolam renang buatan yang ibu pasang di tengah taman. Esok harinya, ibu bisa mengajak Si Kecil untuk memandikan Si Blacky bersama-sama. 

2. Biarkan Si Kecil Bantu Bersih-bersih

Jangan melarang Si Kecil membantu pekerjaan rumah tangga karena takut tangannya kotor. Justru dengan membiarkan ia ikut-ikutan si Mbak menyapu lantai, mengelap meja, atau memunguti kertas-kertas yang jatuh, dapat membuatnya energi aktifnya tersalurkan. Tapi jangan alihkan pandangan darinya ya, bu, untuk mencegah Si Kecil memasukkan tangannya yang kotor ke mulut. Lalu setelah Si Kecil selesai melakukan pekerjaannya, bantulah ia mencuci tangan.

3. Temukan Mainan yang Ia Sukai

Coba perhatikan mainan apa yang paling Si Kecil sukai yang dapat membuatnya duduk diam saat memainkannya. Maka ibu bisa mengajak Si Kecil bermain mainan tersebut bersama saat ia tidak bisa diam.

4. Biarkan Saja

Tidak apa-apa membiarkan anak bermain-main sendiri, asal ibu tetap mengawasinya agar ia tidak menyentuh barang-barang berbahaya, seperti pisau, stop kontak, dan lain-lain.

5. Ajak Si Kecil Bermain di Luar

Kalau Si Kecil sudah bosan main di dalam rumah, ajaklah sesekali ia untuk main di luar rumah. Ibu bisa mengjaknya bermain sepede, atau bermain ayunan dan perosotan di taman dekat rumah. Saat anak bermain, tetap awasi keamanannya.

6. Temukan Kegiatan yang Dapat Menguras Energinya

Untuk di dalam rumah, ibu dapat menyediakan berbagai mainan yang seru untuk Si Kecil mainkan, seperti pasir yang bisa dibentuk-bentuk, balok untuk disusun, bola, dan lain-lain. Jika Si Kecil suka binatang, berilah dia seekor anjing jenis Golden Retriever yang enerjik. Lalu saat akhir pekan, ibu bisa mengajaknya ke tempat-tempat bermain, seperti trampolin, bermain mandi bola, dan lain-lain agar energy Si Kecil dapat tersalurkan.

Jika anak menunjukkan gejala-gejala gangguan kesehatan atau psikologis tertentu, jangan ragu untuk bertanya kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Ibu dapat menghubungi dokter dan dengan nyaman berdiskusi melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Selain itu, ibu bisa membeli produk kesehatan dan vitamin yang dibutuhkan di Halodoc. Tinggal order dan pesanan akan diantarkan dalam satu jam. Jadi, tunggu apa lagi? Download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.