• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Alami ADHD, Apa yang Sebaiknya Orangtua Lakukan?

Anak Alami ADHD, Apa yang Sebaiknya Orangtua Lakukan?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Tentu rasanya kaget dan tidak percaya ketika anak didiagnosis alami ADHD (Attention Deficit/Hyperactivity Disorder). ADHD adalah gangguan mental yang membuat anak sulit fokus atau memusatkan perhatian, serta memiliki perilaku yang hiperaktif dan impulsif. 


Gangguan ini bisa berdampak pada prestasi anak di sekolah, karena anak sulit untuk bisa duduk diam dan fokus menerima materi yang diberikan guru. Lalu, apabila anak alami ADHD, apa yang sebaiknya orangtua lakukan?


Baca juga: Fakta Soal Anak ADHD yang Harus Orang Tua Tahu


Lakukan Ini Jika Anak Alami ADHD

Anak yang alami ADHD sebenarnya sama saja seperti anak pada umumnya. Mereka butuh cinta dan kasih sayang dari orangtuanya. Hanya saja, mereka butuh perhatian lebih dan pendekatan yang berbeda. Berikut beberapa tips membesarkan anak yang alami ADHD:


1.Beritahu Anak tentang Kondisinya

Sebaiknya, jangan rahasiakan tentang ADHD pada anak. Beritahu dan jelaskan pada anak soal kondisi yang mereka alami. Jelaskan bahwa ini bukanlah karena kesalahan atau kenakalan mereka. Dengan begitu, anak akan mengerti dan mulai berusaha mengontrol hal tersebut.


2.Jangan Menuntut Anak

Anak yang alami ADHD mungkin lebih tidak konsisten, dibanding anak-anak pada umumnya. Bisa saja hari ini nilai ujian mereka 95, besoknya hanya 60. Hindari menuntut anak menjadi lebih baik, apalagi mempertanyakan mengapa kemarin nilainya bagus, hari ini jelek. 


Anak yang alami ADHD sebenarnya cerdas. Mereka tentu tahu apa yang harus dilakukan, namun terkadang mereka tidak tahu bagaimana harus memulainya. Inilah yang sering kali disalahartikan orang pada umumnya tentang anak ADHD.


Baca juga: 5 Resep Makanan Sehat untuk Anak ADHD


3.Tetap Ajarkan Tanggung Jawab

ADHD dapat membuat anak jadi lebih sulit melakukan sesuatu, orangtua tetap perlu tegas dan mengajarkan anak tentang tanggung jawab. Misalnya, jika anak merajuk tidak ingin mengerjakan PR dengan dalih ia anak ADHD, bersikaplah tegas. Beri pemahaman pada anak bahwa PR adalah suatu tanggung jawab yang perlu dikerjakan. Meski sulit, beritahu anak bahwa ia tetap harus melakukannya. 


4.Terapkan Aturan dan Konsekuensi secara Perlahan-lahan

Bagi anak yang alami ADHD, orangtua akan lebih mudah menerapkan aturan dan konsekuensi secara verbal dan tertulis. Misalnya, orangtua dapat menempel daftar tanggung jawab anak-anak dan aturan di dalam rumah. 


Jika ingin memberi rewards pada anak, boleh saja. Namun, jangan memberi iming-iming hadiah pada anak untuk sesuatu yang masih lama, seperti: “Mama akan beliin kamu sepeda kalau kamu naik kelas tahun depan.”


Anak yang alami ADHD memiliki masalah untuk merencanakan waktu yang akan datang, sehingga tidak masuk akal kalau menjanjikan hadiah yang baru akan diberikan tahun depan. Sebaiknya, belikan hadiah yang bisa diberikan dalam waktu dekat, seperti diberi izin main game di luar jadwal yang sudah ditentukan.


Orangtua juga perlu menjelaskan tentang konsekuensi pada anak secara jelas. Lalu, terapkan konsekuensi yang sudah dibuat secara perlahan-lahan, tetapi tetap bersikap tegas. Mungkin terkadang, orangtua merasa frustrasi dan lelah menghadapi anaknya. Namun, usahakanlah jangan mendidik anak dengan marah-marah.


Baca juga: Begini Cara Asuh yang Tepat untuk Balita ADHD


5.Bantu Anak Menemukan Kelebihannya

Anak yang mengalami ADHD sering dikucilkan. Hal ini dapat membuatnya merasa tidak punya harga diri dan rentan depresi. Anak mungkin akan merasa dirinya tidak bisa melakukan sesuatu yang berguna dan selalu salah. Kemudian jadi mudah kehilangan semangat.


Jika hal ini terjadi, orangtua perlu membangkitkan kembali semangat anak. Cobalah amati dan cari tahu apa yang diminati anak. Selama itu positif, dorong ia untuk menekuninya hingga benar-benar ahli. Jangan lupa berikan pemahaman pada anak bahwa setiap orang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Lalu, ajak ia bersama-sama menemukan kelebihannya. 


6.Jangan Overprotektif

Seiring berjalannya waktu, anak yang alami ADHD tentu akan beranjang dewasa. Jadi, mereka perlu belajar untuk mandiri. Meski ingin memastikan semua urusan anak lancar, sesekali, biarkan ia mengambil keputusan dan menyelesaikan masalahnya sendiri, selama itu tidak berbahaya.


Itulah beberapa tips membesarkan anak yang alami ADHD. Jika kamu mengalami kesulitan, sebaiknya download aplikasi Halodoc untuk membicarakan kondisi anak pada dokter lewat chat, atau buat janji dengan dokter anak di rumah sakit. Dokter biasanya akan menyarankan terapi atau pengobatan yang sesuai dengan kondisi anak, serta saran pengasuhan lainnya. 




Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. 6 Parenting Tips for Raising Kids with ADHD.
Kids Health. Diakses pada 2020. Parenting a Child With ADHD.