• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa yang Menyebabkan Terjadinya Anemia pada Remaja?

Apa yang Menyebabkan Terjadinya Anemia pada Remaja?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Anemia terjadi ketika jumlah sel darah merah dalam tubuh menurun di bawah normal. Kurangnya sel darah merah membuat pengidap anemia tampak pucat, lelah, dan lemah. Kondisi ini bisa dialami oleh kelompok usia mana pun, termasuk remaja. Apabila ibu melihat bahwa anak tampak pucat dan sering kelelahan, bisa jadi ia mengalami anemia. 

Anemia bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari kurangnya zat besi atau perdarahan saat menstruasi. Ibu tidak perlu khawatir, anemia umumnya mudah diobati dengan konsumsi makanan sehat dan pemberian suplemen. 

Baca juga: Inilah Jenis-Jenis Anemia yang Merupakan Penyakit Keturunan

Berbagai Penyebab Anemia pada Remaja

Meski mudah diobati, ibu tetap harus tahu apa penyebab anemia yang dialami anak. Berikut berbagai penyebab anemia pada remaja yang perlu ibu ketahui:

  1. Kurangnya Asupan Zat Besi

Zat besi punya peran yang sangat besar dalam pembentukan hemoglobin. Kurangnya asupan zat besi tentu dapat menimbulkan anemia. Bila anak ternyata kurang mendapat asupan zat besi, ibu bisa memberinya makanan yang kaya zat besi dari hati, jeroan, bayam, kacang-kacangan, kerang, daging merah, dan lain-lain. Ibu juga perlu tahu, ada beberapa makanan dan obat-obatan dapat menghambat penyerapan zat besi bila dikonsumsi dengan makanan kaya zat besi, seperti:

  • Produk susu.
  • Makanan kaya kalsium lainnya.
  • Suplemen kalsium.
  • Antasida.
  • Kopi.
  • Teh.

Masalah pencernaan seperti penyakit Crohn, penyakit celiac, dan operasi bypass lambung juga dapat mengganggu penyerapan zat besi. Jika anak mengalami salah satu kondisi ini, diskusikan dengan dokter tentang pola makan yang paling baik dan tepat untuk anak. Kalau ibu butuh menanyakan hal ini, ibu bisa menghubungi dokter lewat aplikasi Halodoc.

  1. Kekurangan Vitamin

Tubuh membutuhkan vitamin B12 dan folat untuk membuat sel darah merah. Pola makan yang terlalu rendah vitamin ini terkadang dapat menyebabkan anemia. Gangguan autoimun atau masalah pencernaan juga dapat membuat tubuh anak tidak cukup menyerap vitamin B12. Makanan hewani dan sereal sarapan yang diperkaya adalah contoh sumber B-12 yang baik. Sedangkan folat banyak terkandung dalam sayuran berdaun hijau dan buah-buahan. 

Baca juga: Ini Alasan Kurang Darah Bisa Sebabkan Pingsan

  1. Mengidap Penyakit

Penyakit atau infeksi kronis dapat menyebabkan tubuh memproduksi lebih sedikit sel darah merah. Hal ini dapat menyebabkan penurunan hemoglobin dan menyebabkan anemia. Beberapa obat dan perawatan medis juga dapat membuat anak berisiko mengalami anemia. Konsultasikan dengan dokter apakah anak butuh zat besi atau suplemen lain.

  1. Kehilangan Darah

Kehilangan terlalu banyak sel darah merah adalah penyebab umum anemia. Pada remaja, menstruasi berat terkadang bisa membuatnya mengalami anemia. Cedera atau pembedahan juga dapat menyebabkan kehilangan darah yang cukup untuk menyebabkan anemia.

Gejala Anemia Pada Remaja

Selain mengetahui penyebab-penyebab anemia, ibu juga harus bisa mengenali tanda dan gejala anemia pada anak. Berikut gejala anemia pada umumnya:

  • Kulit pucat.
  • Kulit dan bagian mata menguning (jaundice).
  • Pipi dan bibir pucat.
  • Lapisan kelopak mata dan bantalan kuku terlihat kurang merah muda dari biasanya.
  • Mudah marah.
  • Tubuh lemah.
  • Mudah lelah, lebih sering tidur siang.

Baca juga: 8 Makanan Ini Dapat Bantu Menangani Anemia Pernisiosa

Anak-anak yang mengalami kerusakan sel darah merah juga dapat mengalami penyakit kuning (jaundice) dan memiliki urine berwarna gelap. Jika ibu melihat tanda-tanda tersebut, sebaiknya segera atasi dengan memberikan makanan yang mampu meningkatkan sel darah merah atau vitamin dan suplemen penambah darah. 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Slideshow: A Visual Guide to Anemia.
Teens Health. Diakses pada 2020. Anemia.
Healthy Children. Diakses pada 2020. Anemia in Children and Teens: Parent FAQs.