• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Asam Lambung Anak Naik, Ini Cara Penanganan Pertamanya

Asam Lambung Anak Naik, Ini Cara Penanganan Pertamanya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Masalah asam lambung lebih akrab terjadi pada orang dewasa. Namun, jangan salah, penyakit ini juga ternyata bisa terjadi pada balita dan anak-anak. Gejala khas dari masalah ini adalah rasa sakit dan tidak nyaman pada perut, yang disertai dengan nyeri pada dada jika asam lambung naik ke kerongkongan, menyebabkan tenggorokan terasa pahit. 

Namun, pada anak, gejala yang terjadi bisa berbeda, bergantung pada berapa usianya ketika mengalami masalah asam lambung dan seberapa parah asam lambung ini menyerang bagian organ pencernaannya. Sebenarnya, apa yang menyebabkan anak mengalami asam lambung? Bagaimana penanganan yang bisa diberikan jika terjadi? 

Apa yang Menyebabkan Asam Lambung Naik pada Anak?

Berbeda dengan orang dewasa, otot yang berada di ujung kerongkongan anak terbilang belum begitu kuat. Kondisi ini yang mengakibatkan munculnya refluks asam pada anak lebih sering dibandingkan dengan orang dewasa. Sayangnya, tidak banyak orangtua yang mengetahui ketika sang buah hati mengalaminya. 

Baca juga: Balita Juga Bisa Mengidap Maag, Orangtua Harus Apa?

Refluks asam yang umum terjadi pada anak adalah GERD, diikuti dengan masalah pencernaan lainnya, seperti stenosis spilorus, intoleransi makanan, dan eosinophilic esophagitis. Sementara pada anak yang lebih tua, tekanan pada bagian bawah kerongkongan dan melemahnya otot kerongkongan bisa menjadi penyebab naiknya asam lambung. 

Adakah Penanganan yang Bisa Dilakukan?

Jika sang buah hati menunjukkan gejala yang mengacu pada refluks asam atau GERD, ibu harus segera melakukan tindakan penanganan pertama. Jangan ragu untuk bertanya langsung pada dokter agar anak segera mendapatkan pertolongan. Buka aplikasi Halodoc dan chat langsung dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat dan akurat. Ibu harus tahu bahwa penanganan refluks asam dan GERD pada bayi dan anak tidak sama, jadi kenali dengan baik bedanya. 

Pada bayi, tindakan penanganan pertama yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Membuat posisi kepala tempat tidur atau keranjang tidur lebih tinggi dibandingkan dengan badannya. 
  • Posisikan bayi pada posisi tegak hingga 30 menit setelah ia menyusu.
  • Berikan ASI lebih sering dalam porsi yang tidak berlebihan, dan berikan makanan pendamping lebih sering jika ia sudah berusia 6 bulan atau lebih. 

Baca juga: Si Kecil Mengidap Maag, Ini yang Bisa Orangtua Lakukan

Sementara itu, tindakan penanganan pertama pada anak yang mengalami refluks asam atau GERD termasuk: 

  • Meninggikan posisi kepala anak daripada tubuhnya. 
  • Pastikan anak tetap dalam posisi duduk tegak setidaknya hingga 2 jam setelah ia makan.
  • Berikan makanan dalam porsi kecil tetapi sering dibandingkan dengan tiga kali makan dalam porsi besar.
  • Pastikan sang buah hati tidak makan berlebihan.
  • Hindari memberikan makanan dan minuman yang bisa memicu terjadinya peningkatan asam lambung, seperti makanan berminyak, makanan pedas, makanan dan minuman berkafein, dan minuman yang mengandung soda. 
  • Ajak pula sang buah hati untuk rutin berolahraga. 

Baca juga: Agar Tak Salah, Ini 5 Tips Mencegah GERD

Hindari memberikan sembarang obat pereda asam lambung untuk sang buah hati tanpa seizin atau arahan langsung dari dokter. Bisa jadi, obat yang dibutuhkan anak berbeda dengan obat yang ibu berikan, baik dari segi dosis maupun indikasinya. Sebaiknya, tanyakan pada dokter, sehingga ibu tidak salah dalam memberikan obat untuk meredakan asam lambung pada sang buah hati. 

Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2020. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) in Children.
WebMD. Diakses pada 2020. GERD and Acid Reflux in Infants and Children.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidneys Diseases. Diakses pada 2020. Symptoms and Causes of GER and GERD in Children and Teens.