• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bahaya Ibu Hamil Terlalu Banyak Mengonsumsi Garam

Bahaya Ibu Hamil Terlalu Banyak Mengonsumsi Garam

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Bahaya Ibu Hamil Terlalu Banyak Mengonsumsi Garam

Halodoc, Jakarta – Ibu hamil suka mengonsumsi makanan yang gurih dan asin? Hati-hati akan dampak buruknya pada kehamilan lho. Ibu hamil dianjurkan untuk membatasi mengonsumsi makanan berkadar garam tinggi, karena dapat memengaruhi kondisi janin dan kesehatan ibu. 

Bukan berarti ibu hamil tidak boleh mengonsumsi garam sama sekali lho, namun World Health Association atau WHO merekomendasikan total konsumsi garam harian untuk ibu hamil adalah 5 gram atau dua sendok teh per hari. Makanan seperti junk food, mi instan, dan ikan asin sebaiknya dibatasi konsumsinya selama kehamilan karena mengandung kadar garam yang sangat tinggi. Jika terlalu banyak mengonsumsi makanan berkadar garam tinggi, maka ibu hamil mungkin mengalami beberapa hal ini:

1. Kaki Bengkak

Kaki bengkak memang merupakan kondisi umum yang terjadi pada ibu hamil karena adanya perubahan hormon. Namun, asupan garam yang sangat tinggi juga dapat menyebabkan beberapa bagian tubuh ibu mudah bengkak, bahkan dapat memperbesar pembengkakan yang sudah terjadi.

2. Tekanan Darah Menjadi Tinggi

Ibu hamil juga berisiko mengalami tekanan darah tinggi karena terlalu banyak mengonsumsi garam. Tekanan darah yang tinggi dapat membuat pembuluh darah di uterus mengecil, sehingga menghambat pemberian oksigen dan nutrisi ke janin. Akibatnya, petumbuhan janin pun jadi terhambat.

3. Preeklampsia

Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang disebabkan karena tekanan darah tinggi. Kondisi ini dapat berkembang menjadi komplikasi yang serius dan berakibat fatal bagi ibu maupun bayi. Gejalanya adalah pembengkakan pada kaki, sering buang air kecil dan tekanan darah tinggi. Jadi, untuk menjaga tekanan darah ibu tetap stabil, ibu dapat mengurangi asupan garam.

4. Obesitas

Mengonsumsi makanan berkadar garam tinggi juga dapat membuat ibu mengalami obesitas. Kelebihan berat badan akan memberi dampak buruk baik kepada janin maupun ibu sendiri. Ibu berisiko mengalami diabetes gestasional, infeksi saluran kemih, dan preeklampsia. Risiko ibu mengalami keguguran pun meningkat jika ibu kelebihan berat badan, Karena itu, menerapkan pola makan sehat dan menjaga asupan makanan sangat penting dilakukan selama kehamilan.

5. Pembentukan Ginjal Janin Terganggu

Asupan garam yang berlebih ternyata juga dapat memperlambat pembentukan ginjal pada janin. Jika pembentukan ginjal terhambat, maka tubuh janin tidak bisa memfiltrasi darah yang masuk, sehingga dapat menyebabkan kematian pada bayi.

6. Mempengaruhi Kesehatan Jantung

Tidak hanya ibu yang berisiko mengalami penyakit jantung, pembentukan jantung pada janin pun bisa terhambat jika ibu hamil kelebihan asupan garam. Jadi, jagalah kesehatan jantung dengan memerhatikan kadar garam dari makanan yang ibu konsumsi. Karena kesehatan jantung ibu juga akan berpengaruh pada kesehatan janin.

7. Sistem Pencernaan Terganggu

Ibu hamil mudah untuk mengalami gangguan pencernaan karena keinginan untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan sangat tinggi, dan sebagian makanan yang ibu konsumsi mungkin tidak sesuai dengan kondisi tubuh ibu. Namun, salah satu faktor yang juga menjadi penyebab gangguan pencernaan adalah mengonsumsi terlalu banyak garam. Tingkat sodium yang tinggi pada makanan yang asin dapat menyebabkan gangguan-gangguan, seperti luka pada lambung, kanker perut, dan penurunan pepsin.

Mengetahui bahayanya makanan berkadar garam tinggi pada kehamilan, ibu sebaiknya bijak dalam mengonsumsi makanan. Kini ibu juga dapat meminta saran kesehatan untuk kondisi kehamilan ibu dengan menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Ibu dapat membicarakan masalah kesehatan yang dialami kepada dokter lewat Video/Voice Call dan Chat. Halodoc juga memudahkan Ibu untuk mendapatkan produk kesehatan dan vitamin yang dibutuhkan. Caranya sangat mudah, tinggal order dan pesanan akan diantarkan dalam satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.