• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bayi Mengalami Diare, Apa yang Menyebabkannya?

Bayi Mengalami Diare, Apa yang Menyebabkannya?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Diare bisa menyerang bayi, dan kabar buruknya kondisi ini tidak boleh disepelekan. Sebab, diare pada bayi bisa berubah fatal bahkan menyebabkan kematian. Maka dari itu, penting untuk mengetahui penyebab dan cara mencegah diare pada bayi. Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab diare, mulai dari infeksi parasit, bakteri, atau virus. 

Diare pada bayi juga bisa disebabkan oleh keracunan makanan, serta alergi pada makanan atau obat-obatan tertentu. Alergi susu juga bisa menjadi penyebab bayi mengalami diare. Lantas, bagaimana cara mendeteksi diare pada bayi? Adakah cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ini? Jawabannya ada!

Baca juga: Agar Tak Panik, Cari Tahu Penyebab Diare pada Bayi

Mencegah Diare pada Bayi

Diare pada bayi bisa dikenal dengan melihat perubahan pada tinja, yaitu pada warna dan bentuk tinja bayi. Pada kondisi ini, tinja bayi umumnya akan berubah warna, bau, dan tekstur. Diare menyebabkan tinja bayi menjadi lebih encer atau lebih banyak. Frekuensi buang air besar saat bayi mengalami diare juga menjadi lebih sering. 

Bayi yang mengalami diare juga sering menunjukkan gejala, seperti muntah-muntah, terlihat lesu, perubahan warna tinja menjadi hitam, putih, atau merah mengandung darah, hingga terdapat nanah pada tinja bayi. Penyakit ini juga menyebabkan Si Kecil mengalami sakit perut, demam tinggi, serta muncul tanda dehidrasi, seperti mulut kering, menangis tanpa air mata, buang air kecil sedikit, serta kulitnya lebih kering. 

Baca juga: Anak Alami Diare, Atasi dengan 4 Cara Ini

Namun jangan khawatir, ibu bisa melakukan beberapa cara untuk mencegah diare pada bayi. Hal pertama yang harus diperhatikan dalam hal ini adalah kebersihan bayi dan lingkungan sekitar. Untuk mencegah diare, pastikan selalu mencuci tangan bayi setelah bermain atau menyentuh benda tertentu. Orang dewasa yang berada di sekitar atau ingin menyentuh bayi juga harus menjaga kebersihan. 

Hal ini penting dilakukan untuk menghindari penularan mikroorganisme yang bisa menjadi penyebab infeksi, yang pada akhirnya menyebabkan diare pada bayi. Selain menjaga kebersihan diri, penting juga untuk menjaga kebersihan lingkungan bermain anak. Pastikan lantai rumah dan benda-benda yang mungkin dipegang Si Kecil selalu bersih. 

Ibu juga harus memperhatikan kebersihan dan kesterilan botol susu dan peralatan makan yang digunakan anak. Sebab, ada kemungkinan penggunaan peralatan makan yang kurang bersih bisa menjadi penyebab bakteri penyebab diare masuk ke sistem pencernaan Si Kecil. Perhatikan juga kebersihan makanan serta minuman yang diberikan pada bayi serta kandungan nutrisi dan tekstur makanan. Sebab, sistem pencernaan bayi mungkin tidak cukup siap untuk mengolah jenis makanan tertentu. 

Kalau anak menunjukkan gejala diare yang parah, sebaiknya segera bawa bayi ke rumah sakit terdekat. Hal ini penting untuk memastikan kondisi bayi tidak memburuk dan penanganan medis terhadap diare bisa segera dilakukan. Dehidrasi yang muncul bersamaan dengan diare adalah kondisi yang fatal. Maka dari itu, penanganan medis perlu segera dilakukan. 

Baca juga: Anak Diare Akibat MPASI, Ibu Harus Apa?

Jika ragu, ibu bisa meminta saran dokter untuk pertolongan pertama diare pada bayi. Dokter bisa dengan mudah dihubungi melalui Video/Voice Call atau Chat. Sampaikan keluhan yang dialami Si Kecil dan dapatkan saran dari ahlinya. Ibu juga bisa menyampaikan masalah kesehatan lain dalam satu aplikasi. Ayo, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2020. Diarrhoeal disease.
MedlinePlus. Diakses pada 2020. Diarrhea in infants.
WebMD. Diakses pada 2020. Diarrhea in Babies.
Parents. Diakses pada 2020. Is Your Baby Dehydrated?