• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Kepribadian Narsistik Dipengaruhi oleh Usia?

Benarkah Kepribadian Narsistik Dipengaruhi oleh Usia?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Data kesehatan yang dipublikasikan oleh Journal of Personality and Social Psychology, narsistik kerap terjadi di rentang usia 18–41 tahun. Seiring pertambahan usia, narsistik akan semakin berkurang.

Kematangan sikap, perubahan pengalaman hidup, kesadaran akan pertambahan usia, serta harapan kalau ada hal-hal lain di luar dirinya yang bisa diapresiasi, adalah beberapa alasan kenapa narsistik mengalami penurunan seiring pertambahan usia.

Semakin Tua Narsistik Berkurang

Orang cenderung punya “alasan” untuk menjadi narsistik di usia muda karena pada rentang usia muda seseorang masih “bersinar”. Baik dari sisi fisik, pekerjaan, lingkungan sosial, maupun hal-hal lain yang menurutnya bisa “dibanggakan”.

Baca juga: 7 Cara Hadapi Pasangan dengan Gangguan Kepribadian Narsistik

Hal berbeda terjadi ketika usia bertambah, kerut di wajah, gelambir di perut, pertemanan yang semakin terbatas, membuat orang sudah tidak punya alasan lagi untuk menjadi narsis. Orang cenderung menjadi kurang mementingkan diri sendiri ketika mereka bertambah tua selama maju dalam tahap kehidupan dengan cara yang sehat. 

Orang-orang yang tidak selalu berhasil melalui setiap tahap kehidupan dengan sukses mungkin gagal menjadi kurang mementingkan diri sendiri, karena mereka tidak mencapai pertumbuhan pribadi yang diperlukan untuk tetap menjadi narsis. 

Kematangan usia membuat orang-orang menjadi lebih bertanggung jawab dan mengambil lebih banyak peran dalam kehidupan di luar pribadinya, sehingga membantunya menjadi kurang narsistik.

Relasi juga dapat memberikan pengaruh pada kadar narsistik. Berada dalam hubungan yang serius menyebabkan penurunan narsistik. Sedangkan perpisahan menurunkan narsistik, tetapi hanya sedikit saja. Berbeda ketika punya anak, kadar narsistik seseorang bisa sangat jauh berkurang.  Uniknya, narsistik disebut memiliki dampak positif pada kemajuan di bidang karier dan pekerjaan.

Narsistik dan Dampaknya pada Kesehatan

Gangguan kepribadian narsistik adalah kondisi mental di mana orang memiliki perasaan yang meningkat akan kepentingannya sendiri, kebutuhan akan perhatian dan kekaguman, memiliki hubungan bermasalah, dan kurangnya empati terhadap orang lain. 

Namun di balik topeng kepercayaan diri yang ekstrem ini, terdapat harga diri yang rapuh yang rentan terhadap kritik sekecil apa pun. Gangguan kepribadian narsistik menyebabkan masalah di banyak bidang kehidupan, seperti hubungan, pekerjaan, sekolah, atau urusan keuangan. 

Orang-orang dengan gangguan kepribadian narsisistik mungkin secara umum tidak bahagia dan kecewa ketika tidak diberi bantuan atau kekaguman khusus yang diyakini pantas mereka dapatkan. 

Baca juga: Kesehatan Mental Karakter Kdrama The World of Married

Mereka mungkin menemukan hubungan mereka tidak terpenuhi, dan orang lain mungkin tidak nyaman ketika berada di sekitar orang dengan narsistik. Orang dengan gangguan kepribadian narsisistik mungkin tidak ingin berpikir bahwa ada sesuatu yang salah dengan dirinya. 

Jika mereka benar-benar mencari pengobatan, kemungkinan besar karena gejala depresi, penggunaan narkoba atau alkohol, atau masalah kesehatan mental lainnya. Seperti gangguan kesehatan mental lainnya, penyebab gangguan kepribadian narsistik cenderung kompleks. Gangguan kepribadian narsisistik dapat dikaitkan dengan:

  1. Lingkungan 

Ketidaksesuaian hubungan orang tua dan anak seperti pujian yang berlebihan atau kritik berlebihan yang pada akhirnya memberikan pengaruh pada perkembangan anak. 

  1. Genetika 

Karakteristik yang diturunkan

  1. Neurobiologi 

Hubungan antara otak, perilaku, dan pikiran

Informasi lebih jelas mengenai narsistik bisa ditanyakan ke aplikasi Halodoc. Dokter ataupun psikolog yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Referensi:
Science Daily. Diakses pada 2020. Narcissism tracked from young adulthood to middle age.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Narcissistic personality disorder.
Healthline. Diakses pada 2020. The Older You Are, the Less Narcissistic You Tend to Be.