• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Perempuan Sukses Cenderung Merasa Kesepian?

Benarkah Perempuan Sukses Cenderung Merasa Kesepian?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Dalam suatu kesempatan, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan perempuan sukses cenderung merasa kesepian karena terkadang ada indikasi-indikasi tertentu yang menghalangi seorang perempuan untuk sukses. Di Indonesia sendiri, faktor lingkungan, sosial, keluarga, dan agama, menjadi pemicu seorang perempuan kerap merasa kesepian di puncak karier.

Walaupun pada akhirnya, Sri Mulyani mengatakan semuanya tergantung pada persepsi masing-masing individu, lantas apakah benar perempuan sukses cenderung merasa kesepian? Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh The Journal of Health and Social Behaviour, disebutkan kalau perempuan yang berada di tampuk kepemimpinan cenderung mengalami stres kronis dan mengacu pada depresi.

Konstruksi Budaya dan Sosial

Jurnal tersebut mengatakan ada konstruksi budaya dan sosial yang melemahkan kepemimpinan perempuan, sehingga membuat perempuan harus berjuang lebih untuk mempertahankan posisinya. Kondisi inilah pada akhirnya membuat perempuan cenderung merasa kesepian. 

Kalau menurut Hara Estroff Marano, psikolog dari Psychology Today, konsep kesepian dan kesendirian kerap disamakan, padahal dua kondisi ini adalah sesuatu yang berbeda. Merasa kesepian tidak sama dengan kesendirian  Kita bisa kesepian, tetapi tidak sendirian. Selain itu, kita juga bisa sendiri, tetapi tidak kesepian. Kesendirian adalah kondisi keterlibatan konstruktif dengan diri sendiri. 

Baca juga: Ini Dampak yang Terjadi pada Tubuh Saat Menerima Kado Natal

Waktu yang direncanakan dan dihabiskan untuk melepaskan diri dari gangguan, untuk berpikir dan melakukan, serta menjadi seperti yang kamu inginkan, tetapi tidak merasa kesepian. Kesendirian adalah waktu yang dapat digunakan untuk refleksi, pencarian suatu makna, atau mengembangkan jenis kesenangan lain. 

Perbedaan visi dan misi dengan lingkungan sekitar, persaingan dunia karier, dan pencapaian tujuan kerap membuat seseorang merasa kesepian. Sebenarnya ini adalah hal yang lumrah terjadi dalam hidup yang penuh dengan nuansa kompetitif ini.

Kalau kamu perempuan yang sedang merintis karier ataupun goal tertentu, kemudian merasa berjuang sendiri dan kesepian, cobalah untuk berpikir positif dan lakukan beberapa hal berikut untuk mencegah kesepian. 

  1. Ketahuilah bahwa kesepian adalah tanda bahwa sesuatu perlu diubah, apakah itu cara pandangmu terhadap sesuatu ataupun lingkunganmu.
  2. Pahami dampak kesepian terhadap hidup, baik secara fisik maupun mental.
  3. Pertimbangkan untuk melakukan aktivitas sosial atau kegiatan lain yang disukai. Situasi ini sejatinya akan menghadirkan peluang besar untuk bertemu orang-orang baru dan memupuk persahabatan serta interaksi sosial.
  4. Fokuslah pada pengembangan hubungan yang berkualitas dengan orang-orang punya pandangan, sikap, minat, dan nilai-nilai yang sama dengan kamu.

Dukungan sosial sering diidentifikasi sebagai kunci untuk mendapatkan hubungan yang solid dan kesehatan psikologis. Pada dasarnya, dukungan sosial artinya memiliki jaringan keluarga dan pertemanan yang ada saat kamu hubungi. 

Baca juga: Kenapa Pengidap Stroke Bertingkah Seperti Anak Kecil?

Ketika kamu menghadapi krisis pribadi dan membutuhkan bantuan segera atau hanya ingin menghabiskan waktu bersama orang-orang yang peduli, hubungan sosial semacam ini akan memainkan peranan penting bagaimana menghadapi tekanan dalam hidup.

Penting untuk diketahui kalau kesepian dapat menyebabkan depresi, bunuh diri, penyakit kardiovaskular, stroke, tingkat stres yang meningkat, penurunan memori, perilaku antisosial, pengambilan keputusan yang buruk, alkoholisme dan penyalahgunaan narkoba, perkembangan penyakit alzheimer, serta fungsi otak yang berubah.

Jika kamu mengalami salah satu tanda dari yang diuraikan ini tanyakan langsung ke HalodocDokter yang ahli dibidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Referensi:
Fast Company.com. Diakses pada 2019. For Women At The Top, It’s Lonely–And Depressing.
Very Well Mind. Diakses pada 2019. How Social Support Contributes to Psychological Health.
Medium.com. Diakses pada 2019. The Psychology of Loneliness And What You Can Do About It.