• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berapa‌ ‌Batas‌ ‌Wajar‌ ‌Konsumsi‌ ‌Gula‌ ‌dalam‌ ‌Sehari?‌ ‌

Berapa‌ ‌Batas‌ ‌Wajar‌ ‌Konsumsi‌ ‌Gula‌ ‌dalam‌ ‌Sehari?‌ ‌

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Mengonsumsi terlalu banyak gula dikaitkan dengan peningkatan berat badan dan risiko berbagai penyakit seperti obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung. Sangat penting untuk membedakan antara gula tambahan dan gula alami seperti pada buah dan sayuran.

Gula alami mengandung air, serat, dan berbagai mikronutrien. Gula tambahan adalah bahan utama dalam permen dan terdapat pada makanan olahan, seperti minuman ringan dan produk roti. Berapakah batas wajar konsumsi gula dalam sehari? Baca selengkapnya di sini!

Baca juga: Ketahui 4 Tanda Tubuh Perlu Mulai Diet

Pria 9 Sendok Teh, Wanita 6 Sendok Teh

Menurut American Heart Association (AHA), jumlah maksimum gula yang dikonsumsi dalam sehari adalah:

1. Pria: 150 kalori per hari (37,5 gram atau 9 sendok teh).

2. Wanita: 100 kalori per hari (25 gram atau 6 sendok teh).

Sebagai perbandingan, satu kaleng minuman bersoda 12 ons mengandung 140 kalori dari gula, sementara Snickers ukuran biasa mengandung 120 kalori dari gula. Untuk seseorang yang makan 2.000 kalori per hari, ini sama dengan 50 gram gula, atau sekitar 12,5 sendok teh. 

Membaca label makanan adalah salah satu cara terbaik untuk memantau asupan gula tambahan. Tandai nama-nama berikut dan cobalah untuk menghindari, atau kurangi jumlah atau frekuensi makanan di mana nama-nama ini ditemukan:

1. Gula merah.

2. Pemanis jagung.

3. Sirup jagung.

4. Konsentrat jus buah.

5. Sirup jagung fruktosa tinggi.

6. Madu.

7. Gula malt.

8. Gula tetes.

9. Molekul gula sirup yang diakhiri dengan "osa" (dekstrosa, fruktosa, glukosa, laktosa, maltosa, atau sukrosa).

Baca juga: Gula Darah Tiba-Tiba Naik di Atas Normal, Benarkah Pertanda Prediabetes?

Gula total, yang termasuk gula tambahan, sering kali dicantumkan dalam gram. Perhatikan jumlah gram gula per porsi serta jumlah total takarannya. Perhatikan juga gula yang kamu tambahkan ke makanan atau minuman. 

Sebuah studi yang dipublikasikan oleh lembaga Public Health pada Mei 2017 menemukan bahwa sekitar dua pertiga peminum kopi dan sepertiga peminum teh memasukkan gula atau perasa manis ke dalam minuman mereka. Para peneliti juga mencatat bahwa lebih dari 60 persen kalori dalam minuman mereka berasal dari gula tambahan.

Terlalu bersemangat dalam upaya mengurangi tambahan gula juga dapat menjadi bumerang. Pasalnya, kamu mungkin akan meraih makanan lain untuk memuaskan hasrat manis, seperti roti dan nasi putih, yang dapat meningkatkan kadar glukosa, serta makanan rumahan tetapi tinggi lemak jenuh dan natrium yang dapat menyebabkan masalah pada kesehatan jantung. 

Butuh rekomendasi profesional medis bagaimana menjalani pola hidup sehat? Tanyakan saja langsung ke dokter di Halodoc. Kamu bisa menanyakan apa saja dan dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: Tips Mudah Menurunkan Berat Badan Bagi Pengidap Diabetes

Mengonsumsi terlalu banyak gula tambahan dapat meningkatkan tekanan darah dan meningkatkan peradangan kronis, yang keduanya dapat menempatkan risiko pada penyakit jantung. Konsumsi gula yang berlebihan, terutama dalam minuman manis, juga berkontribusi pada penambahan berat badan. Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh American Heart Association, disebutkan bahwa tantangan era modern saat ini adalah peningkatan pola konsumsi gula tambahan yang berasal dari minuman yang dibarengi dengan rendahnya asupan nutrisi penting. 

Referensi:

Harvard Health Publishing. Diakses pada 2020. The sweet danger of sugar.
Healthline. Diakses pada 2020. Daily Intake of Sugar — How Much Sugar Should You Eat Per Day?
American Heart Association. Diakses pada 2020. Dietary Sugars Intake and Cardiovascular Health.