• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berapa Tinggi Badan Ideal untuk Anak Laki-Laki?

Berapa Tinggi Badan Ideal untuk Anak Laki-Laki?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Tinggi badan ideal kerap menjadi pertanyaan buat sebagian orang, terutama laki-laki. Selain itu, ada juga ekspektasi terhadap anak laki-laki untuk memiliki tinggi badan yang ideal. Namun sebenarnya, adakah ukuran tinggi badan ideal untuk anak laki-laki?

Menurut National Health Service, sebagian besar anak laki-laki menyelesaikan pertumbuhan mereka pada usia 16 tahun. Percepatan pertumbuhan tinggi badan terjadi selama masa pubertas. Namun, tingkat pertumbuhan bisa sangat bervariasi, karena anak laki-laki mengalami pubertas pada usia yang berbeda. Rata-rata, anak laki-laki cenderung tumbuh sekitar 7,6 sentimeter per tahun selama periode pubertas.

Baca juga: 7 Cara Membuat Otak Anak Jadi Lebih Cerdas

Apa yang Memengaruhi Tinggi Badan Anak Laki-Laki?

Periode pubertas anak laki-laki cenderung terbagi dalam dua kategori:

1. Dewasa awal, mulai pubertas sekitar usia 11 atau 12 tahun.

2. Dewasa akhir, mulai pubertas sekitar usia 13 atau 14 tahun.

Selama masa pubertas, tinggi puncak yang dicapai anak laki-laki adalah 92 persen dari tinggi badan orang dewasa. Anak laki-laki yang memiliki hambatan pertumbuhan sebelum mulai pubertas masih memiliki tinggi badan rata-rata yang sama selama masa pubertas. 

Ketika pubertas adalah periode peningkatan tinggi badan, susunan genetik adalah faktor utama yang memengaruhi tinggi badan seseorang. Selain genetik, faktor lain yang dapat memengaruhi tinggi badan selama perkembangan adalah nutrisi, hormon, tingkat aktivitas, dan kondisi medis tertentu.

Untuk laki-laki Amerika berusia berusia 20 tahun ke atas, rata-rata tinggi badannya adalah 175,4 sentimeter. Pada dasarnya, tinggi badan juga disesuaikan usia dengan pengkategorian sebagai berikut:

Usia 8 tahun (128 cm).

Usia 9 tahun (133,5 cm).

Usia 10 tahun (138,5 cm).

Usia 11 tahun (143,5 cm).

Usia 12 tahun (149 cm).

Usia 13 tahun (156 cm).

Usia 14 tahun (164 cm).

Usia 15 tahun (170 cm).

Usia 16 tahun (173,5 cm).

Usia 17 tahun (175,5 cm).

Usia 18 tahun (176 cm).

Bagaimana Memaksimalkan Tinggi Badan?

Tinggi badan rata-rata laki-laki Indonesia adalah 160 sentimeter. Rata-rata ini bisa dikatakan lebih pendek dibandingkan tinggi badan laki-laki dari negara lain. Pada dasarnya, orang tidak dapat mengontrol sebagian besar faktor yang memengaruhi tinggi badan. Pasalnya, tinggi badan sudah ditentukan oleh DNA/genetik dan ini tidak dapat diubah. 

Namun, beberapa faktor dapat meningkatkan atau mengurangi pertumbuhan selama masa kanak-kanak dan pubertas dapat disiasati. Anak-anak dan remaja yang sedang tumbuh berkembang dapat mengambil beberapa langkah untuk memaksimalkan tinggi badannya.

Baca juga: Nutrisi yang Dibutuhkan untuk Optimalkan Tinggi Badan Anak

Nutrisi memegang peranan yang sangat penting dalam pertumbuhan. Anak-anak tanpa gizi yang baik bisa jadi tidak akan mendapatkan tinggi badan maksimal seperti anak-anak dengan gizi yang cukup.

Ahli gizi menganjurkan agar anak-anak dan remaja makan makanan yang bervariasi dan seimbang dengan banyak buah dan sayuran. Ini akan memastikan anak mendapatkan semua vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk berkembang.

Protein dan kalsium sangat penting untuk kesehatan dan pertumbuhan tulang. Beberapa makanan kaya protein meliputi:

1. Daging.

2. Unggas.

3. Makanan laut.

4. Telur.

5. Kacang-kacangan.

6. Biji-bijian .

Beberapa makanan kaya kalsium meliputi:

1. Yogurt.

2. Susu.

3. Keju.

4. Brokoli.

5. Kubis.

6. Kedelai.

7. Jeruk.

8. Sarden.

9. Ikan salmon.

Selain nutrisi, tidur dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pada anak-anak dan remaja. Saat tidur nyenyak, tubuh melepaskan hormon yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu, tidur yang cukup memungkinkan pertumbuhan yang optimal.

Baca juga: 5 Nutrisi Penting untuk Pertumbuhan Anak

Demikian juga halnya dengan olahraga teratur yang penting untuk perkembangan fisik. Bermain di luar atau berolahraga, misalnya, dapat membuat tulang lebih sehat, lebih padat, dan lebih kuat.

Jika kamu ingin tahu lebih banyak mengenai proses tumbuh kembang anak, coba saja tanyakan langsung ke dokter di Halodoc. Kamu bisa menanyakan masalah kesehatan apapun dan dokter terbaik di bidangnya akan memberikan solusi terbaik. Tunggu apa lagi, ayo download aplikasinya di Google Play atau App Store.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. What factors influence a person's height?
Healthline. Diakses pada 2020. When Do Boys Stop Growing?