• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Mudah Atasi Sariawan pada Bayi

Cara Mudah Atasi Sariawan pada Bayi

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Bayi tampak gelisah saat makan? Atau enggan menyusu dan rewel karena terasa sakit pada mulutnya? Sebaiknya ibu segera memeriksa kondisi mulutnya, dan jika ditemukan adanya bintik putih, atau luka kecil di gusi, lidah, langit-langit mulut, atau pipi bagian dalam, ini berarti bayi tengah mengidap sariawan

Kebanyakan ibu tidak menyadari ketika Si Kecil mengalami sariawan. Kondisi ini sebenarnya umum terjadi dan di dunia medis lebih dikenal dengan stomatitis aphtosa. Tak perlu khawatir berlebihan, ada beberapa metode pengobatan untuk mengatasi sariawan pada bayi. 

Baca juga: Bukan Cuma Infeksi Virus, Ini 3 Penyebab Sariawan pada Bayi

Cara Mengatasi Sariawan pada Bayi

Umumnya, sariawan pada bayi bisa hilang dengan sendirinya sekitar 7 hingga 10 hari dan rasa sakit akibat lepuhan ini bisa berlangsung selama 3-4 hari saja. Namun, kebanyakan orangtua tidak akan tahan dengan rewelnya bayi akibat kondisi ini sehingga mereka tidak akan menunggunya hilang tanpa pengobatan. 

Berikut ini terdapat langkah atau pilihan obat sariawan pada bayi yang bisa dilakukan, yaitu: 

  • Kompres dengan es batu. Kamu bisa mengompres sariawan dengan es batu. Sensasi dingin akan membuat sariawan menjadi mati rasa.

  • Untuk sementara waktu, berikan bayi makanan bertekstur lembut dan bersuhu dingin.

  • Buatlah larutan yang dicampurkan dengan air, garam, dan soda kue. Setelah larutan jadi, celupkan kapas pada larutan tersebut lalu tempelkan ke sariawan dengan perlahan. Kamu bisa melakukannya 3 hingga 4 kali sehari.

  • Coba berikan minuman dalam jumlah sedikit namun sering untuk membasahi rongga mulut dan mencegah bayi dehidrasi.

Selama bayi masih sariawan, maka ia tidak boleh makan makanan yang terlalu panas atau asam. Pasalnya makanan jenis ini bisa membuat mulutnya menjadi semakin perih. 

Jika khawatir, segera hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu juga bisa meminta resep obat yang tepat untuk mengatasi sariawan pada bayi. Dokter mungkin akan meresepkan obat, seperti ibuprofen atau parasetamol, dengan dosis yang tepat sebagai pereda nyeri. 

Baca juga: Waspada, Ini Penyakit di Balik Sariawan di Bibir

Apa Sih Penyebab Sariawan pada Bayi?

Pada bayi, umumnya sariawan terjadi  di mulut bayi yang menyusui. Peradangan ini akan muncul di tempat yang hangat, lembap, dan manis, seperti mulut bayi. Dari mulut bayi, maka jamur penyebab sariawan akan menyebar di area puting susu ibu. Penyebaran sariawan pada bayi yang menyusui akan terletak pada mulut bayi yang menyebar ke puting, atau dari puting yang menyebar ke mulut bayi.

Kondisi ini umum terjadi pada bayi, pasalnya sistem kekebalan tubuh yang belum sepenuhnya berkembang membuatnya sulit untuk melawan infeksi pada tubuh. Sariawan dapat menyebar dengan mudah jika puting ibu mengalami mengalami lecet, atau saat pelekatan mulut bayi pada puting tidak menempel dengan sempurna. 

Penting untuk Melakukan Upaya Pencegahan Sariawan pada Bayi?

Sariawan pada bayi umumnya bisa disebabkan oleh adanya infeksi jamur. Jika ingin mencegah sariawan, maka orangtua perlu mencegah penyebaran infeksi jamur pada mulut bayi, dengan cara: 

  • Menjaga kebersihan mainan bayi, botol minum, dot, dan pompa payudara. Jika diperlukan, cuci peralatan bayi dengan sabun antiseptik dan air hangat.

  • Cuci tangan ibu setelah mengganti popok bayi guna mencegah penyebaran infeksi jamur melalui sistem pencernaan bayi.

  • Cuci pakaian bayi dengan air hangat guna membunuh jamur, serta keringkan pakaian bayi di bawah sinar matahari.

  • Jika ibu merasakan lecet pada payudara, segera lakukan penanganan agar luka tidak terinfeksi.

Baca juga: Benarkah Makan Kerupuk dapat Memicu Sariawan pada Bayi?

Itulah pengobatan dan pencegahan sariawan pada bayi yang bisa dilakukan. Jika masih memiliki pertanyaan mengenai hal ini, jangan sungkan untuk bertanya pada dokter di Halodoc, ya! 

Referensi:
Baby Center. Diakses pada 2019. Breastfeeding and Thrush.
NHS. Diakses pada 2019. Oral Thrush (Mouth Thrush).