• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Daging Kambing dan Sapi, Mana yang Lebih Tinggi Kolesterol?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Daging Kambing dan Sapi, Mana yang Lebih Tinggi Kolesterol?

Daging Kambing dan Sapi, Mana yang Lebih Tinggi Kolesterol?

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 11 Juli 2022

“Banyak orang yang menganggap bahwa daging kambing memiliki kandungan kolesterol yang sangat tinggi. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.”

Daging Kambing dan Sapi, Mana yang Lebih Tinggi Kolesterol?Daging Kambing dan Sapi, Mana yang Lebih Tinggi Kolesterol?

Halodoc, Jakarta – Selain tradisi berkurban dan berbagi, hari raya Idul Adha selalu identik dengan santapan daging. Alhasil, salah satu tradisi yang tak bisa dilewatkan dari hari raya tersebut adalah menyantap daging kambing atau sapi bersama keluarga. 

Sayangnya, kebanyakan mengonsumsi olahan daging, dapat memicu masalah kesehatan tertentu. Salah satunya adalah naiknya kadar kolesterol yang dapat menyebabkan nyeri dada, leher, hingga mual sebagai gejalanya. 

Oleh karena itu, bagi kamu yang mengidap kolesterol tinggi, tentu harus selektif dalam mengonsomsi daging yang dikonsumsi. Sebab, baik daging kambing dan sapi memiliki kandungan nutrisi yang berbeda. Namun, kira-kira daging apa yang lebih tinggi kolesterolnya? Yuk, simak penjelasanya di sini! 

Daging Kambing Memiliki Tingkat Kolesterol yang Lebih Rendah 

Mengonsumsi makanan yang berbahan dasar daging memang sering kali dikaitkan dengan risiko naiknya kadar kolesterol dalam darah, terutama daging kambing. Banyak orang yang menganggap bahwa daging kambing memiliki kandungan kolesterol yang sangat tinggi. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Jika dibandingkan dengan daging sapi, ternyata daging kambing memiliki kandungan lemak dan kolesterol yang relatif lebih rendah. Pasalnya, satu porsi 100 gram daging kambing yang dimasak mengandung 143 kalori, 27 gram protein, 3 gram lemak, 3,7 miligram zat besi, 86 miligram natrium, dan 75 miligram kolesterol. 

Sementara itu, kandungan lemak pada daging sapi adalah sekitar 7,72 gram. Dalam ukuran yang sama, daging kambing memiliki kandungan kolesterol sekitar 75 miligram dan ada 80 miligram kolesterol pada daging sapi.

Selain lemak dan kolesterol, daging kambing ternyata juga memiliki kandungan zat besi yang lebih tinggi. Ada sekitar 3,73 gram kandungan zat besi pada daging kambing, sementara pada daging sapi, hanya ada 2,24 gram.

Daging Kambing Pemicu Darah Tinggi?

Di balik kandungan nutrisinya yang banyak, daging kambing kerap dijadikan biang kerok pemicu kolesterol tinggi, tapi juga disebut sebagai penyebab seseorang mengalami hipertensi alias tekanan darah tinggi. Namun ternyata, hal tersebut hanya mitos belaka.

Pasalnya, daging kambing cenderung lebih sehat dan kaya manfaat jika dikonsumsi dan diolah dengan cara yang benar. Agar tetap sehat dan terhindar dari penyakit, hindari makan bagian selain daging. Artinya, kamu tidak dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang diolah dari jeroan kambing.

Selain hanya mengonsumsi bagian dagingnya saja, tips sehat mengonsumsi daging adalah dengan memperhatikan cara mengolah yang salah. Sebab, hal ini dapat membuat daging berisiko memicu terjadinya penyakit. Misalnya, ketika membuat satai, biasanya daging akan disajikan bersama dengan saus kacang yang ternyata memiliki kalori cukup tinggi. Cara terbaik untuk mengolah daging adalah dengan dibakar dan dipanggang.

Selain itu, ada beberapa cara sehat dalam mengonsumsi dan mengolah daging. Salah satunya adalah dengan memilih bagian daging yang paling sedikit mengandung lemak. Pengolahan juga dapat dilakukan dengan sari buah saat membakar atau memanggang daging. Tujuannya adalah membuat daging lebih lunak dan meningkatkan cita rasa. Jika memang ingin menumis atau menggoreng, gunakanlah jenis minyak yang sehat dan rendah lemak tidak jenuh, seperti minyak zaitun.

Adakah Manfaat Kesehatan dari Daging Kambing? 

Selain memiliki kolesterol yang lebih rendah, mengonsumsi daging kambing dalam jumlah yang tepat juga dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan, seperti: 

1. Tinggi Akan Zat Besi 

Daging kambing memang diketahui tinggi akan zat besi. Perlu diingat bahwa zat besi merupakan mineral penting yang dikonsumsi dalam makanan yang kita makan. Tanpa zat besi yang cukup, tubuh tidak dapat membuat hemoglobin, yaitu protein pada sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. 

2. Tinggi Vitamin B12

Daging kambing merupakan salah satu sumber vitamin B12 yang baik. Vitamin B12 atau cobalamin merupakan nutrisi penting yang memainkan banyak peran dalam tubuh, termasuk: 

  • Mendukung produksi energi dalam sel. 
  • Sintesis DNA. 
  • Memaksimalkan fungsi sel saraf. 
  • Mendorong pembentukan sel darah merah. 

Itulah penjelasan mengenai pertanyaan antara daging kambing atau sapi mana yang lebih tinggi kolesterolnya. Jika dibandingkan dengan daging sapi, ternyata daging kambing memiliki kandungan lemak dan kolesterol yang relatif lebih rendah.

Oleh karena itu, pengidap kolesterol tinggi lebih baik mengonsumsi daging kambing daripada daging sapi. Namun, pastikan untuk mengolahnya secara tepat dan tidak mengonsumsinya secara berlebihan. 

Jika kamu merasakan gejala kolesterol naik seperti pusing, mual, dan nyeri leher setelah makan daging, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Nah, melalui aplikasi Halodoc kamu dapat membuat janji rumah sakit untuk memeriksakan kesehatanmu. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu berlama-lama. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Referensi: 

Healthline. Diakses pada 2022. Is Goat Meat Healthy? All You Need to Know. 
Healthline. Diakses pada 2022. Beef 101: Nutrition Facts and Health Effects. 
Medical News Today. Diakses pada 2022. Bison vs. beef: Differences in cholesterol. 
USDA.gov. Diakses pada 2022. What is the nutrient content of goat meat?