• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Delusi, Gejala Awal Psikosis yang Perlu Diwaspadai

Delusi, Gejala Awal Psikosis yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Delusi, Gejala Awal Psikosis yang Perlu Diwaspadai

Halodoc, Jakarta – Psikosis bisa dikenal melalui beberapa gejala yang muncul, salah satunya adalah delusi. Psikosis merupakan gangguan yang menyebabkan pengidapnya tidak dapat membedakan antara kenyataan dan imajinasi. Kondisi ini bisa ditangani dengan metode pengobatan psikoterapi dan konsumsi obat-obatan tertentu. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini bisa memengaruhi kualitas hidup pengidapnya.  

Gejala utama dari gangguan ini adalah delusi atau waham. Selain itu, psikosis juga ditandai dengan halusinasi. Pengidap gangguan ini bisa saja menganggap dirinya sebagai sesuatu atau seseorang yang bukan dirinya. Terkadang, hal yang dibayangkan tergolong tidak normal atau di luar akal manusia. Biar lebih jelas, simak penjelasan seputar psikosis di artikel berikut ini! 

Baca juga: Waspada Jika Sering Berhalusinasi, Bisa Jadi Tanda Idap Psikosis

Gejala Lain Psikosis yang Bisa Muncul 

Psikosis merupakan penyakit yang menyebabkan pengidapnya kesulitan membedakan hal yang nyata dengan imajinasi. Secara umum, kondisi ini ditandai dengan gejala delusi, halusinasi, serta berbicara melantur. Selain menganggap diri sebagai orang lain, pengidap gangguan ini juga sering mengaku mendengar suara-suara tertentu, padahal tidak ada. 

Gejala psikosis yang muncul bisa berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Namun, delusi adalah salah satu gejala utama yang harus diwaspadai. Delusi alias waham merupakan kondisi yang membuat pengidapnya memiliki keyakinan kuat terhadap sesuatu yang tidak nyata. Seringnya, keyakinan tersebut sangat kuat dan tidak bisa dibantah. 

Orang yang mengalami delusi bisa saja memercayai bahwa dirinya mengalami penyakit mematikan, padahal kenyataannya tidak sama sekali. Delusi yang muncul sebagai gejala psikosis harus diwaspadai, sebab kondisi ini berisiko membuat pengidapnya tidak bisa lagi membedakan antara kenyataan dengan imajinasi. Semakin lama, hal ini bisa membuat kualitas hidup pengidap psikosis menurun.

Selain delusi dan halusinasi, ada beberapa gejala lain yang juga bisa muncul sebagai tanda gangguan ini. Psikosis menyebabkan pengidapnya mengalami gejala seperti sulit berkonsentrasi, mengalami gangguan tidur, merasa gelisah, mudah curiga, serta mengalami gangguan dalam berinteraksi dengan orang lain. Kondisi ini juga memicu gangguan bicara, memiliki dorongan bunuh diri, hingga penurunan suasana hati bahkan depresi. 

Psikosis sama sekali tidak boleh dianggap sepele. Penanganan perlu segera dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi, salah satunya penurunan kemampuan hidup dan kemampuan bersosialisasi. Dalam jangka panjang, gangguan ini bisa menyebabkan hubungan pengidapnya dengan orang sekitar menjadi rusak karena perubahan perilaku dan pola pikir yang bisa terjadi akibat gangguan psikosis. 

Baca juga: Melihat yang Tidak Nyata Bisa Jadi Tanda Psikosis

Kondisi ini bisa menimbulkan keinginan untuk menyakiti diri sendiri, bahkan orang lain di sekitarnya. Selain itu, komplikasi juga mungkin muncul akibat dari pengobatan yang dijalani. Sebaiknya, segera hubungi dokter jika mengalami komplikasi atau merasa gejala psikosis sudah semakin memburuk. 

Meski hingga kini penyebabnya masih belum diketahui, psikosis diduga berkaitan dengan pola tidur yang tidak baik, kecanduan alkohol, hingga trauma yang pernah dialami. Selain itu, psikosis juga disebut dapat muncul karena penyakit tertentu, seperti penyakit Parkinson, penyakit Huntington, tumor otak, stroke, penyakit Alzheimer, serta epilepsi. Infeksi yang menyerang otak juga bisa memicu terjadinya psikosis. 

Baca juga: Inilah Bedanya Gejala Serangan Panik, Manik, dan Psikosis

Psikosis juga bisa muncul sebagai gejala dari penyakit tertentu, seperti skizofrenia, depresi berat, hingga gangguan bipolar. Jika merasa mengalami gejala penyakit ini, jangan malu untuk berbicara dengan orang terdekat. Dukungan dari orang terkasih bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasi gangguan pada psikologis.

Cari tahu lebih lanjut seputar delusi dan gejala psikosis lain dengan bertanya pada ahlinya di Halodoc. Kamu juga bisa menyampaikan gejala dari gangguan mental yang dialami pada psikolog atau psikiater melalui Voice/Video Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips mengatasi gejala psikosis dari ahlinya. Ayo, dapatkan aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi 
NHS UK. Diakses pada 2020. Psychosis. 
Healthline. Diakses pada 2020. Psychosis. 
WebMD. Diakses pada 2020. What is Psychosis?