• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hubungan Suami Istri Mulai Goyah, Perlukah Bantuan Psikolog?

Hubungan Suami Istri Mulai Goyah, Perlukah Bantuan Psikolog?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Pernikahan memang tak akan pernah bisa lepas dari yang namanya pertikaian. Mulai dari selisih pendapat karena hal sepele, hingga hal-hal berat lainnya. Kondisi tersebut kerap memancing emosi kedua belah pihak dan tak jarang membuat hubungan jadi goyah. Jika sudah mulai goyah, godaan untuk berpisah kerap menghampiri. 

Padahal, ada cara yang dapat ditempuh lho untuk bisa mempertahankan rumah tangga, yaitu meminta bantuan psikolog untuk melakukan konseling pernikahan. Meski hal ini tampak tidak nyaman, karena urusan rumah tangga adalah ranah pribadi, yang kebanyakan orang tidak ingin mengumbarnya ke orang lain. Namun, penelitian membuktikan bahwa cara ini cukup efektif.

Baca juga: Ini Masalah Hubungan Intim yang Butuh Bantuan Ahli

Konseling Pernikahan Itu Penting untuk Setiap Pasangan

Menyoal pentingnya konseling pernikahan, Tina B. Tessina, Ph.D., psikoterapis dan penulis buku How to Be Happy Partners: Working It Out Together, mengungkapkan bahwa setiap pasangan perlu mendapatkan konseling, tak hanya pasangan yang bermasalah saja. Pernikahan haruslah menjadi sebuah kemitraan, dan konseling dengan psikolog dapat mengajari para pasangan untuk mewujudkannya. 

Sayangnya, konseling pernikahan dengan psikolog biasanya tidak ditanggung oleh asuransi, sehingga banyak yang mungkin tidak melakukannya karena hal ini. Selain itu, pasangan juga perlu meluangkan waktu untuk konseling secara rutin, dan hal ini turut menjadi kendala, terutama bagi pasangan yang keduanya bekerja.

Namun, jika kamu dan pasangan memang ingin mempertahankan hubungan dan merasa perlu konseling dengan psikolog, ada cara yang lebih hemat uang dan waktu, kok. Cukup download aplikasi Halodoc di ponselmu atau pasangan, lalu gunakan untuk berkonsultasi dengan psikolog lewat chat, yang bisa dilakukan kapan dan di mana saja. Tarif yang dikenakan untuk sesi konseling dengan Halodoc pun jauh lebih hemat ketimbang psikolog di klinik atau rumah sakit, lho.

Baca juga: Suami dan Istri Sibuk? Ini 5 Rahasia Jaga Perfoma Seks Tetap Tahan Lama

Konseling Pernikahan Dapat Perbaiki Kesalahan Komunikasi Pasangan

Konseling pernikahan dengan psikolog dapat membuat kehidupan pernikahan menjadi lebih baik? Pada kebanyakan kasus, iya. Hal ini dapat membantu pasangan merasa lebih puas dengan hubungan mereka, mengembangkan kemampuan koping yang lebih sehat, dan memperdalam keintiman emosional serta seksual. 

Hal ini karena konseling pernikahan dapat mengajari pasangan cara berbicara dan mendengarkan dengan lebih efektif. Bahwa komunikasi merupakan hal paling penting dalam sebuah pernikahan, dan konseling dapat membantu pasangan untuk mengubah pertarungan menjadi komunikasi. 

Ketika pasangan dapat belajar tentang bagaimana cara mendengarkan satu sama lain, serta bagaimana berkomunikasi tanpa berhadapan, argumen dapat menjadi sesi untuk memahami sekaligus menyelesaikan masalah. Sebab, bisa jadi hal yang memicu pertikaian adalah hal sepele, yang terjadi karena adanya miskomunikasi saja.

Baca juga: Ini Akibatnya Kalau Suami-Istri Terlalu Gengsi

Kapan Harus Mempertimbangkan Konseling Pernikahan?

Setelah mencermati pentingnya konseling pernikahan bagi pasangan, pertanyaan selanjutnya adalah kapan harus mulai mempertimbangkan hal ini? Konseling pernikahan mungkin dapat menjadi solusi tepat, jika:

  • Merasa sering bertengkar dengan pasangan karena hal yang sama, dan memiliki argumen yang sama berulang-ulang, tetapi dengan cara yang berbeda.

  • Merasa terputus dan kehilangan satu sama lain, karena kesibukan satu sama lain.

  • Seks dan keintiman berkurang, dan kamu sering merasa kesepian.

  • Memiliki perasaan bahwa ada hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, dan kamu telah berusaha untuk memperbaikinya tetapi tidak bisa.

  • Mengalami pergolakan besar yang membuat kamu berjuang, seperti menambah anak, mendapatkan pekerjaan baru, atau mendapatkan diagnosis medis yang serius.

Namun, perlu diketahui bahwa konseling pernikahan tidak akan berhasil untuk semua pasangan. Seperti misalnya pada masalah yang disebabkan oleh kekerasan rumah tangga, atau penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan alkohol. Konseling pernikahan juga tidak akan berhasil jika salah satu atau kedua pasangan tidak benar-benar menginvestasikan diri dalam prosesnya.

Maksudnya, harus ada keinginan kuat dari kedua belah pihak untuk memperbaiki hubungan, dalam menjalani konseling pernikahan. Jika kamu atau pasangan berkata telah berusaha maksimal dan ingin memperbaiki, padahal dalam hati tidak demikian, konseling bisa jadi akan sia-sia. 

Referensi:
Prevention. Diakses pada 2019. Why Most Couples Could Benefit From Marriage Counseling, According to Therapists.