• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Beda Manfaat Jahe Merah dan Putih

Ini Beda Manfaat Jahe Merah dan Putih

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Banyak tumbuh di negara seperti negara-negara Asia Tenggara, Cina, dan India, jahe merupakan tanaman dengan batang berdaun dan bunga hijau kekuningan, yang banyak digunakan sebagai obat. Secara umum, manfaat jahe sebagai pengobatan alami untuk gangguan pencernaan, mual, nyeri, dan kondisi medis lainnya. 

Namun, jahe ada 2 jenis, merah dan putih. Kedua jenis itu ternyata memiliki manfaat yang berbeda. Berikut akan dijelaskan satu persatu perbedaan manfaat dari jahe merah dan putih:

Baca juga: 7 Manfaat Jahe untuk Kesehatan

Jahe Merah

Seperti namanya, jahe merah memiliki warna kulit yang kemerahan. Berbeda dengan jahe putih, jahe merah lebih sering digunakan sebagai obat-obatan ketimbang bumbu masakan. Salah satu penyebabnya adalah karena jahe merah memiliki rasa yang lebih pedas dibanding jahe putih. 

Kandungan senyawa dalam jahe merah adalah shogaol, gingerol, zingeron, dan masih banyak lagi. Sebagai obat untuk berbagai gangguan kesehatan yang cukup populer, berikut beberapa manfaat dari jahe merah:

  • Menghangatkan badan. Rasa pedas yang dihasilkan dari jahe bermanfaat untuk menghangatkan badan, terutama di musim hujan.

  • Meredakan sakit kepala. Manfaat ini didapat dari kamfena, rasa pedas, dan efek hangat yang dihasilkan dari jahe merah.

  • Mencegah peradangan usus. Kandungan aktif zingeron dalam jahe merah dapat menghambat enzim yang memicu peradangan pada usus.

  • Memperkuat daya tahan tubuh. Ekstrak jahe merah dapat memperkuat daya tahan tubuh, dengan cara mencegah dan membunuh bakteri berbahaya dalam tubuh.

  • Meredakan batuk. Jahe merah memiliki kandungan minyak atsiri, yang bermanfaat untuk mengatasi batuk, baik pada anak-anak maupun dewasa. Namun, jika batuk tetap berlanjut setelah minum air jahe merah, sebaiknya konsultasikan pada dokter di aplikasi Halodoc, untuk mendapatkan diagnosis pasti.

  • Mengatasi mual. Jahe merah dapat membantu hilangkan gas ekstra di saluran usus, sehingga dapat digunakan sebagai obat alami untuk menghilangkan mual selama kehamilan atau kemoterapi.

  • Bantu turunkan berat badan. Ekstrak jahe merah kerap dimanfaatkan dalam produk suplemen makanan, yang dapat memberikan efek kenyang lebih lama dan membakar kalori. Itulah sebabnya rempah ini dapat bantu turunkan berat badan.

  • Menjaga Kondisi Jantung. Dengan rutin mengonsumsi jahe merah, terbukti mengurangi kadar kolesterol dan trigliserida yang merupakan penyebab utama penyakit jantung. 

Baca juga: Inilah 7 Gejala Umum Demensia Alzheimer

Jahe Putih

Dari segi fisik, jahe putih memiliki perbedaan jelas dengan jahe merah, yaitu pada warna kulitnya. Jika jahe merah memiliki kulit daging berwarna merah, jahe putih memiliki kulit berwarna putih. Lalu, apa saja manfaatnya? Berikut beberapa di antaranya:

  • Membantu memerangi infeksi. Manfaat ini didapat dari gingerol, yaitu zat bioaktif yang terkandung dalam jahe segar. Ekstrak jahe putih dapat membantu hambat pertumbuhan berbagai jenis bakteri dalam tubuh. Jahe putih segar juga cukup efektif dalam melawan bakteri di mulut, yang berkaitan dengan penyakit radang gusi, seperti gingivitis dan periodontitis. 

  • Meningkatkan fungsi otak dan menurunkan risiko Alzheimer. Hal ini berkaitan dengan stres oksidatif dan peradangan kronis yang dapat mempercepat proses penuaan. Hal ini diyakini sebagai pemicu utama dari penyakit Alzheimer dan penurunan fungsi kognitif terkait usia. 

  • Menurunkan risiko kanker. Ekstrak jahe diduga dapat menjadi obat alami untuk menurunkan risiko kanker. Hal ini karena sifat anti-kanker yang dimiliki jahe (yang juga ditemukan dalam jahe merah). Namun hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. 

  • Meredakan nyeri otot. Meski tidak bisa menghilangkan nyeri otot sepenuhnya, mengonsumsi air jahe dapat bantu redakan nyeri otot akibat olahraga.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Health Benefits of Ginger.