• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Bedanya Tugas Bidan dan Doula yang Harus Diketahui

Ini Bedanya Tugas Bidan dan Doula yang Harus Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Setiap ibu hamil akan membutuhkan bantuan saat melahirkan nanti. Ada dua jenis ahli yang dapat membantu ibu hamil melakukan proses melahirkan, yaitu doula dan bidan. Kedua ahli ini memiliki peran masing-masing dalam proses pendampingan persalinan

Mungkin ibu mengira bahwa kedua ahli ini memiliki fungsi yang sama. Doula dan bidan sebenarnya memiliki pelatihan, tugas, dan sertifikasi yang berbeda. Ibu perlu mengetahui kedua perbedaan peran kedua ahli ini dalam proses melahirkan. Inilah perbedaan mendasar dari kedua ahli yang perlu diketahui. 

Baca juga: 3 Persiapan Sebelum Lakukan Home Birth

Peran Doula Bagi Ibu Hamil

Kata doula dalam bahasa Yunani artinya pelayan wanita. Ibu dan doula perlu berdiskusi sebelum waktu melahirkan tiba tentang bagaimana proses persalinan yang diinginkan berjalan. Ada dua jenis doula, yaitu saat persalinan dan postpartum. 

  • Doula Persalinan

Pekerjaan utama dari doula persalinan adalah berada di sisi ibu dengan menawarkan teknik non-medis selama persalinan, seperti bernapas, memijat, dan membantu ibu bergerak ke posisi tubuh yang berbeda. Mereka juga dapat memberikan dukungan emosional dan bertindak sebagai advokat atas nama ibu. Apapun jenis persalinan yang ibu jalani, doula akan di sana untuk membantu ibu merasa aman dan berdaya. 

  • Postpartum Doula

Setelah persalinan, doula postpartum membantu ibu baru saat ia pulih dari proses persalinan. Ini termasuk merawat bayi dan membimbing ibu melalui proses menyusui.

Secara sertifikasi, tidak semua doula menjalani proses sertifikasi. Jika doula menjalani pelatihan sertifikasi, biasanya termasuk pelatihan didaktik dan membantu selama kelahiran. Sertifikasi biasanya tidak diperlukan, tetapi kebijakannya dapat berbeda di setiap negara. 

Baca juga: Bagaimana Cara Mencegah Kaki Bengkak setelah Melahirkan?

Peran Bidan bagi Ibu Hamil

Bidan adalah seorang profesional medis yang terlatih, ia bisa seorang wanita atau pria. Bidan memainkan peran kunci selama proses persalinan. Pelatihan untuk bidan pun ada berbagai tingkat. Beberapa bidan adalah perawat terdaftar, sementara yang lainnya memiliki gelar sarjana dengan pelatihan khusus. 

Bidan bersertifikat dapat melakukan banyak hal yang sama seperti dokter kandungan, termasuk:

  • Melakukan pemeriksaan ginekologi.
  • Memberikan perawatan pranatal.
  • Memberikan obat induksi persalinan.
  • Memantau janin menggunakan peralatan elektronik.
  • Memesan epidural.
  • Melakukan episiotomi.
  • Melahirkan bayi secara alami/pervagina.
  • Resusitasi bayi.
  • Bidan dapat menangani perdarahan pascapersalinan dan komplikasi.

Pusat perawatan bidan biasanya fokus pada mempromosikan kelahiran alami, mendeteksi komplikasi, dan menggunakan tindakan darurat jika diperlukan. Bidan yang dipercaya memiliki wewenang untuk bekerja di lingkungan mana pun, termasuk klinik kesehatan, rumah sakit, atau rumah. 

Sementara itu secara sertifikasi, undang-undang sertifikasi bidan bervariasi di setiap negara. Menurut Konfederasi Bidan Internasional, seorang bidan harus terdaftar atau dilisensikan oleh program yang diakui di negara tempat mereka praktik. Semua bidan harus menjalani pendidikan khusus, pelatihan, dan pengalaman klinis yang diawasi, dan menyelesaikan persyaratan sertifikasi yang ditetapkan oleh Dewan Akreditasi Pendidikan Kebidanan. Bidan juga biasanya disertifikasi sebagai Konsultan Laktasi Bersertifikat Dewan Internasional, dengan pengetahuan lanjut mengenai proses menyusui. 

Baca juga: Ibu Hamil Ingin Puasa, Perhatikan 4 Hal Ini

Apakah Kedua Ahli Harus Dipilih?

Aspek terpenting bidan atau doula adalah bagaimana mereka berinteraksi dengan ibu hamil. Kunci ibu membentuk ikatan pada salah satu ahli yaitu ia yang sangat mendukung dan menghargai pendapat dan sudut pandang ibu tentang kehamilan dan proses persalinan. 

Pengalaman juga faktor penting lainnya. Ibu bisa mendapatkan rekomendasi atau referensi dari teman atau anggota keluarga yang telah menggunakan bidan atau doula untuk membantu menemukan ahli yang cakap dan berpengalaman. 

Karena kedua profesi ini memberikan manfaat bagi ibu hamil, ibu dapat meminta bantuan pada keduanya selama proses persalinan. Jika ibu ingin melahirkan di rumah, ibu membutuhkan seorang bidan karena pelatihan medis dan keahlian mereka. 

Bidan dapat mengantisipasi masalah dan melakukan penilaian secara berkelanjutan pada ibu dan bayi. Ibu juga perlu membicarakannya pada dokter kandungan melalui aplikasi Halodoc untuk melihat siapa yang paling sesuai dengan kebutuhan persalinan spesifik. 

Referensi:
Healthline Parenthood. Diakses pada 2020. Doula vs. Midwife: What’s the Difference?
WebMD. Diakses pada 2020. Doctor, Doula, Midwife -- Which Is Right for You?