• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Cara Menyikapi KBGO atau Kekerasan Berbasis Gender Online
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Cara Menyikapi KBGO atau Kekerasan Berbasis Gender Online

Ini Cara Menyikapi KBGO atau Kekerasan Berbasis Gender Online

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 04 November 2022

“Kekerasan berbasis gender online atau KBGO semakin meningkat dan merugikan para wanita. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyikapi jenis kekerasan tersebut.”

Ini Cara Menyikapi KBGO atau Kekerasan Berbasis Gender OnlineIni Cara Menyikapi KBGO atau Kekerasan Berbasis Gender Online

Halodoc, Jakarta – Perkembangan teknologi dan internet yang sudah semakin canggih sekarang ini, tidak hanya hanya mempermudah akses komunikasi tanpa batas, tapi juga bisa menjadi celah bagi orang untuk melakukan kejahatan. KBGO adalah salah satu tindak kejahatan yang sedang marak akibat penggunaan internet yang luas.

Menurut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, KBGO merupakan tindak kekerasan yang difasilitasi teknologi yang bertujuan untuk melecehkan korban baik secara umum ataupun seksual. Sebagaimana tindakan kekerasan pada umumnya, KBGO termasuk tindak kriminal yang merugikan gender tertentu, biasanya perempuan. 

Lantas, bagaimana cara menyikapi kekerasan berbasis gender online

Apa Itu KBGO?

Kekerasan berbasis gender online atau berbasis teknologi adalah bentuk ketidakadilan dan diskriminasi gender yang terjadi di ruang online. Jenis kekerasan ini bisa mencakup penguntitan, pelecehan, penindasan, dan pornografi yang tidak diminta. 

Menurut Pemprov DKI Jakarta,  KBGO juga bisa masuk ke dalam dunia luring (luar jaringan) di mana penyintas mengalami kombinasi kekerasan fisik maupun seksual.

Ada berbagai bentuk KBGO, yaitu hinaan, pembuatan postingan yang bertujuan untuk menghina atau membuat seseorang marah, disinformasi, dan masih banyak lagi. Bentuk yang paling baru adalah deep fake, yaitu memalsukan foto seseorang dengan teknologi untuk membungkam dan mempermalukan wanita.

KBGO sangat berbahaya, karena banyak ruang online yang tidak memiliki cukup peraturan untuk melindungi perempuan dari jenis kekerasan ini. Hal itu membuat pelaku sering kali tidak mendapatkan konsekuensi atas tindakan berbahaya mereka.

Berikut beberapa bentuk umum KBGO yang perlu diketahui:

  • Cyberbullying, mengintimidasi seseorang dengan menggunakan teknologi digital.
  • Doxxing, mengungkapkan atau mempublikasikan informasi pribadi tentang seseorang secara online.
  • Cyberstalking, menggunakan internet untuk menguntit atau melecehkan orang lain.
  • Pornografi non-konsensual, mendistribusi gambar grafis seksual tanpa persetujuan.
  • Pelecehan, seperti pelecehan berulang-ulang melalui pesan, perhatian, atau kontak yang tidak diinginkan.
  • Ancaman dan kekerasan langsung, baik seksual atau fisik.
  • Trolling, sengaja membuat orang lain kesal dengan mengunggah konten yang menghasut.

Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mengungkapkan bahwa kasus KBGO terus meningkat setiap tahunnya, termasuk selama pandemi COVID-19. Peningkatan kasus terjadi sejak 2019 sebanyak 126 kasus dan 2020 sebanyak 510 kasus. 

Data terakhir yang diperoleh oleh Komnas Perempuan, setidaknya terdapat 1940 kasus KBGO yang terjadi selama pandemi dengan korban perempuan. Lantas, bagaimana cara menyikapinya?

Cara Menyikapi KBGO

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyikapi kekerasan berbasis gender online:

1. Dokumentasikan hal-hal yang terjadi pada diri

Bila memungkinkan, dokumentasikan semua hal yang dilakukan si pelaku pada kamu secara detail dari awal sampai akhir. Dokumen yang dibuat dengan kronologis dapat membantu proses pelaporan dan pengusutan pada pihak berwenang, seperti platform online tempat terjadinya KBGO ataupun kepolisian.

2. Pantau situasi yang dihadapi

Meski tidak dianjurkan, apakah mungkin untuk menghadapi pelaku sendiri? Apakah mungkin untuk melakukan dokumentasi sendiri? Pantau dan nilai situasi yang sedang dihadapi dan putuskan yang paling baik dan aman untuk dilakukan diri sendiri.

3. Menghubungi bantuan

Cari tahu individu, lembaga, organisasi, atau institusi terpercaya yang dapat memberikan bantuan yang terdekat dari lokasi tinggal. Misalnya, bantuan pendampingan hukum melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH),pendampingan psikologis seperti layanan konseling, dan bantuan terkait keamanan digital.

4. Lapor dan blokir pelaku

Di ranah online, kamu juga berhak untuk melaporkan dan memblokir pelaku atau akun-akun yang dianggap atau telah mencurigakan, membuat tidak nyaman, atau mengintimidasi diri dari platform online yang digunakan.

Itulah cara menyikapi KBGO yang bisa dilakukan. Jenis kekerasan ini bisa memengaruhi kesehatan mental secara signifikan. Oleh karena itu, bila kamu pernah mengalaminya dan sulit untuk pulih dari trauma yang ditimbulkan KBGO, kamu bisa menghubungi psikolog atau dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mencurahkan isi hati. 

Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa tanya dokter atau psikolog dan minta saran kesehatan kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

banner download aplikasi halodoc
Referensi:
Global Citizen. Diakses pada 2022. Online Gender-Based Violence: What You Need to Know.
Safenet. Diakses pada 2022. Memahami dan Menyikapi Kekerasan Berbasis Gender Online.
Kementerian Komunikasi dan Informatika RI – Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika. Diakses pada 2022. Menteri PPPA: Perlu Literasi Digital untuk Cegah Kekerasan Gender Secara Daring
Tirto. Diakses pada 2022. Apa itu KBGO, Penyebab, Contoh Kasus, & Solusi untuk Mengatasinya?