• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Kondisi yang Menyebabkan Kadar Eritrosit Tinggi

Ini Kondisi yang Menyebabkan Kadar Eritrosit Tinggi

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Kondisi eritrosit tinggi terjadi ketika adanya peningkatan jumlah sel darah merah melebihi batas normal di dalam tubuh. Situasi ini menyebabkan beberapa komplikasi yang berbahaya jika tidak segera ditangani. Eritrosit atau sel darah merah bertugas untuk membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Sel darah ini mengandung hemoglobin dan diproduksi oleh sumsum tulang belakang. 

Jika kadar sel darah merah di tubuh terlalu banyak atau terlalu sedikit, maka ini akan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Normalnya, jumlah sel darah merah tergantung pada usia dan jenis kelamin. Pada pria dewasa memiliki antara 4,3 - 5,6 juta/mcl (mikroliter), sementara pada wanita kira-kira sebanyak 3,9 - 5,1 juta/mcl. 

Baca juga: Mitos atau Fakta Penyakit Polisitemia Vera Tak Dapat Disembuhkan

Kondisi yang Menyebabkan Eritrosit Tinggi

Walaupun eritrosit berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh, tapi kadarnya yang tinggi justru dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Kondisi eritrosit tinggi umumnya dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

Polisitemia Primer

Jenis ini biasanya disebabkan oleh kelainan genetik atau warisan. Polisitemia primer biasanya menyebabkan sumsum tulang lebih banyak menghasilkan sel darah putih dan trombosit. Hal ini terjadi saat semua jenis sel darah lebih banyak atau disebut polisitemia primer. 

Polisitemia Sekunder

Kondisi ini terbentuknya sel darah merah berlebihan yang disebabkan oleh kondisi atau penyakit, yaitu:

  • Dehidrasi. Hal ini menyebabkan cairan dalam darah jumlahnya berkurang, dengan begitu perbandingan antara volume darah dan sel darah merah meningkat. 
  • Penyakit Paru, misalnya penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan fibrosis paru. 
  • Penyakit jantung, misalnya gangguan gagal jantung atau penyakit jantung bawaan. 
  • Tumor atau kanker pada organ tertentu, misalnya tumor ginjal, hati, rahim, dan otak. Kondisi ini juga terkadang terjadi pada leukemia. 
  • Kelainan pada hemoglobin, misalnya pada penyakit thalasemia, methemoglobinemia, dan anemia sel sabit. 
  • Sleep apnea.
  • Efek samping obat-obatan, misalnya suntikan eritropoietin yang bisa memicu produksi sel darah merah, terapi hormon testosteron, antibiotik gentamicin, methyldopa. 

Selain kondisi-kondisi di atas, kadar eritrosit dapat meningkat pada orang yang berada lama di dataran tinggi atau pegunungan, dan memiliki kebiasaan merokok. 

Baca juga: Lansia Berisiko Terkena Polisitemia Vera, Benarkah?

Penanganan Eritrosit Tinggi

Perawatan eritrosit tinggi biasanya difokuskan pada perawatan kondisi yang mendasarinya, entah itu infeksi, cedera, kanker, atau kelainan genetik. Jika penyebabnya berkaitan dengan kekurangan nutrisi, penggunaan obat-obatan, atau kondisi kronis, mungkin ada hal-hal yang dapat dilakukan. Caranya mulai dari mencegah eritrosit tinggi, hingga menjaga kesehatan secara keseluruhan. 

Jika kamu memiliki jumlah sel darah merah yang lebih tinggi, maka:

  • Berolahraga untuk meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru.
  • Mengurangi makan daging merah dan makanan kaya zat besi. 
  • Hindari suplemen zat besi. 
  • Menjaga agar tubuh terhidrasi dengan baik. 
  • Hindari diuretik, termasuk kopi dan minuman berkafein. 
  • Berhenti merokok, terutama jika kamu mengalami fibrosis paru. 
  • Hindari penggunaan steroid, eritropoietin.

Baca juga: 7 Fakta tentang Penyakit Langka Polisitemia Vera

Melakukan donor darah adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi eritrosit tinggi. Dengan prosedur ini, sekitar 500 cc darah dikeluarkan dari tubuh. 

Nah, cara agar dapat menentukan jumlah eritrosit dalam tubuh, kamu perlu melakukan pemeriksaan kesehatan ke dokter secara berkala. Kamu dapat berdiskusi terlebih dulu pada dokter melalui aplikasi Halodoc, kapan saja dan di mana saja.

Jika hasil pemeriksaan dari dokter menunjukkan bahwa kamu memiliki eritrosit tinggi, maka dokter pun akan menentukan langkah selanjutnya sebagai penanganan yang tepat untuk mengatasi kondisi pada tubuh kamu.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Red Blood Cell Count (RBC)
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. High red blood cell count