• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Pentingnya Mengetahui Ovulasi dan Masa Subur

Inilah Pentingnya Mengetahui Ovulasi dan Masa Subur

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Halodoc, Jakarta - Menstruasi biasanya terjadi paling tidak satu bulan sekali. Hal tersebut terjadi akibat luruhnya penebalan pada dinding rahim yang ditujukan untuk kehamilan. Karenanya, tubuh wanita mengeluarkan darah yang juga terkandung lendir dan sel-sel lain yang berada di dalam rahim. Menstruasi dapat terjadi paling tidak selama satu minggu.

Banyak orang yang paham tentang menstruasi, tetapi kebingungan jika ditanya hal yang berkaitan dengan ovulasi. Padahal, kedua hal tersebut termasuk bagian dari siklus reproduksi yang terjadi pada wanita. Pasangan yang sedang merencanakan kehamilan atau malah ingin menundanya harus paham tentang ovulasi. Berikut penjelasan tentang hal tersebut!

Baca juga: 4 Hal yang Perlu Diketahui tentang Kesuburan Wanita

Pengertian Ovulasi dan Hubungannya dengan Masa Subur

Ovulasi adalah sebuah proses yang terjadi dalam siklus menstruasi. Hal ini terjadi ketika pecahnya folikel telur yang matang dan melepaskan sel telur tersebut melalui tuba falopi ke arah rahim untuk mendapatkan pembuahan. Ovulasi terjadi secara teratur setiap bulannya yang berbanding lurus dengan siklus menstruasi yang teratur juga.

Hal tersebut dapat menjadi indikator kesehatan organ reproduksi seseorang yang juga dapat dilakukan untuk mendeteksi terjadinya kelainan pada ovarium. Ovulasi dapat terjadi pada pertengahan siklus menstruasi, yaitu 12-14 hari sebelum periode menstruasi berikutnya terjadi. Momen ini tepat untuk mendapatkan kehamilan pada pasangan yang menginginkannya.

Siklus menstruasi yang terjadi pada wanita juga dapat menunjukkan pola datangnya haid. Hal ini umumnya terjadi sekitar 21-35 hari, terhitung dari hari pertama periode menstruasi hingga hari pertama kejadian selanjutnya. Meski begitu, siklus haid pada setiap orang dapat berbeda-beda. Berikut adalah beberapa tahapan terjadinya menstruasi pada wanita:

  1. Pertumbuhan Folikel

Tahapan pertama yang terjadi ketika seorang wanita mengalami menstruasi adalah tumbuhnya folikel dalam tubuhnya. Folikel adalah kantung cairan yang menjadi cikal bakal sel telur (ovum). Peristiwa ini dipengaruhi oleh hormon agar bagian tersebut dapat tumbuh dan menghasilkan sel telur matang.

  1. Pelepasan Sel Telur (Ovulasi)

Sel telur yang telah matang akan dikeluarkan dari ovarium dan masuk ke dalam tuba falopi. Fungsi dari tuba falopi adalah untuk menangkap sel telur dan membuka jalur bagi sperma agar dapat membuahi sel telur. Sperma dapat terus hidup di bagian tersebut selama 5 hari, yang disebut juga dengan masa subur. Dinding rahim dapat menebal agar menjadi tempat tinggal sel telur yang telah dibuahi.

  1. Menstruasi

Jika pembuahan telah terjadi, maka ovulasi akan berhenti. Namun, jika tidak terjadi pembuahan, maka dinding rahim akan luruh yang akhirnya terjadi menstruasi. Luruhnya dinding rahim tersebut dimulai sekitar 14 hari setelah ovulasi terjadi. Meski begitu, masa subur wanita wanita telah terjadi sekitar 5-7 hari sebelum ovulasi terjadi.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait ovulasi, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya mudah sekali, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan sehari-hari!

Baca juga: Awas, 6 Faktor Ini Bisa Menurunkan Kesuburan Wanita

Tanda-Tanda Wanita Sedang Masa Ovulasi

Tanda ovulasi dapat terjadi berbeda-beda pada tiap wanita. Berikut adalah tanda-tanda yang umum terjadi ketika wanita sedang memasuki masa ovulasi:

  1. Meningkatnya Suhu Basal Tubuh

Hormon yang berperan dalam proses masa subur akan meningkatkan suhu tubuh dibandingkan biasanya sekitar 0,1-0,2 derajat Celsius. Suhu basal tubuh sendiri berarti suhu tubuh yang diukur saat beristirahat.

  1. Keputihan

Wanita yang akan mengalami ovulasi merasakan serviks menjadi lebih lunak dan basah, serta lendir yang keluar lebih kental. Karenanya, keputihan menjadi lebih cair yang membuat sperma lebih mudah masuk dan menyebabkan pembuahan sel telur. Maka dari itu, momen tepat untuk berhubungan intim adalah ketika keputihan mulai terlihat jernih.

  1. Lebih Bergairah

Kadar estrogen pada tubuh wanita akan berada di level tertinggi tepat sebelum masa subur terjadi. Hal tersebut berdampak pada meningginya perasaan senang dan bersemangat, termasuk juga dalam kegiatan seksual.

  1. Perut dan Payudara Sakit saat Disentuh

Wanita yang dalam masa ovulasi umumnya merasakan sakit pada perut bagian bawah dan juga payudara. Bagian dada akan terasa lebih kencang dan terasa nyeri. Perasaan sakit tersebut juga terjadi pada punggung bawah. Wanita juga kerap merasakan perubahan suasana hati.

Baca juga: Bagaimana Cara Menghitung Masa Subur Wanita

Maka dari itu, penting untuk mengetahui masa subur jika merasakan gejala-gejala dari masa ovulasi tersebut. Dengan begitu, kamu tahu waktu yang tepat untuk berhubungan intim atau malah menghindarinya agar kehamilan tidak terjadi.

*artikel ini pernah tayang di SKATA