• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah yang Terjadi pada Tubuh Saat Terkena Sindrom Sjogren

Inilah yang Terjadi pada Tubuh Saat Terkena Sindrom Sjogren

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Saat seseorang mengalami sindrom Sjogren, mata, mulut dan bagian tubuh akan menjadi terasa kering. Wajar jika kamu khawatir jika mengetahui bahwa kamu mengalami penyakit yang seumur hidup membutuhkan perawatan rutin. Meskipun kebanyakan orang dengan Sjogren tetap sehat dan tidak memiliki masalah serius.

Sindrom Sjogren menyebabkan sistem kekebalan tubuh menjadi rusak dan menyerang sel-sel sehat daripada menyerang bakteri atau virus. Kondisi seperti ini disebut penyakit autoimun. Sel darah putih, yang biasanya melindungi tubuh dari kuman, menyerang kelenjar yang bertugas membuat kelembaban. Saat itu terjadi, mereka tidak dapat menghasilkan air mata dan air liur. 

Hal yang Terjadi pada Tubuh Saat Mengalami Sindrom Sjogren

Dua gejala utama sindrom Sjogren adalah:

  • Mata kering. Mata pengidap mungkin akan terasa terbakar, gatal, atau terasa berpasir. Seolah-olah terdapat pasir di dalamnya. 
  • Mulut kering. Mungkin terasa seperti mulut yang penuh dengan kapas, sehingga sulit untuk menelan atau berbicara. 

Baca juga: Ini Cara Diagnosis Sindrom Sjogren

Sementara itu, gejala yang paling umum terjadi terkait dengan Sjogren yaitu ketidakmampuan untuk menghasilkan uap air untuk mata dan mulut kering, diikuti oleh nyeri sendi (radang sendi/ artralgia). Beberapa wanita mengalami kekeringan pada vagina saat mengidap penyakit ini. Sehingga gejala lain termasuk:

  • Kerusakan gig dan akhirnya kehilangan gigi.
  • Mulut kering yang persisten.
  • Batuk kering yang persisten.
  • Masalah mengunyah dan menelan.
  • Suara serak.
  • Kesulitan berbicara.
  • Pembengkakan kelenjar ludah.
  • Sariawan oral berulang, infeksi jamur di mulut.

Tanda dan gejala terkait dengan mata kering biasanya meliputi:

  • Sensasi pada satu atau kedua mata yang mirip dengan iritasi yang disebabkan oleh benda asing, seperti pasir atau kerikil.
  • Mata yang tampak lelah dan berat.
  • Sensasi gatal.
  • Perasaan iritasi yang konstan di mata.
  • Mata kering yang persisten.
  • Keluarnya lendir dari mata.
  • Fotofobia atau kepekaan terhadap cahaya.
  • Mata menyengat atau terbakar.
  • Kelopak mata bengkak dan teriritasi.
  • Penglihatan kabur.
  • Merokok, perjalanan udara, kipas angin, dan lingkungan ber-AC atau berangin dapat memperburuk gejala.

Baca juga: 3 Faktor Risiko Munculnya Sindrom Sjogren

Mata kering dan mulut kering merupakan gejala yang paling umum. Terkadang kamu bisa mendapatkan masalah di bagian tubuh lain, seperti kelenjar bengkak di sekitar wajah dan leher, kulit kering atau saluran hidung atau persendian yang terasa sakit dan kaku. 

Sekitar setengah dari pengidap Sjogren juga memiliki penyakit autoimun lain, seperti rheumatoid arthritis atau lupus. Itu terkadang dapat membuat lebih sulit bagi dokter untuk mendiagnosis. Namun jika kamu mengalami gejala-gejala di atas, tidak ada salahnya untuk tetap membicarakannya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. 

Pengelolaan Gejala Sindrom Sjogren

Sebagai penanganan, pengidap Sindrom Sjogren perlu minum obat sepanjang hidup untuk membantu mengelola gejala. Pengobatan untuk sindrom Sjogren tergantung pada bagian-bagian tubuh yang mengalaminya. Banyak orang mengelola mata kering dan mulut kering sindrom sjogren dengan menggunakan obat tetes mata yang dijual bebas dan menghirup air lebih sering. Tetapi beberapa orang juga memerlukan obat resep atau bahkan prosedur bedah. 

Tergantung pada gejala, mungkin pengidap akan menerima saran obat-obatan berikut:

  • Kurangi peradangan mata. Obat tetes mata yang diresepkan seperti cyclosporin (restasis) atau lifitegrast (Xiidra) dapat diberikan jika kamu memiliki mata kering sedang hingga berat. 
  • Tingkatkan produksi air liur. Obat-obatan seperti pilocarpine (Salagen) dan cevimeline (Evoxac) dapat meningkatkan produksi air liur dan juga air mata. Efek samping dapat termasuk berkeringat, sakit perut, dan peningkatan buang air kecil.
  • Atasi komplikasi spesifik. Jika kamu mengalami gejala radang sendi, mungkin akan mendapatkan manfaat dari obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) atau obat radang sendi lainnya. Infeksi ragi di mulut harus diobati dengan obat antijamur. 
  • Obat gejala seluruh sistem. Hydroxychloroquine (Plaquenil), obat yang dirancang untuk mengobati malaria, sering membantu dalam mengobati sindrom Sjogren. 

Baca juga: Sindrom Sjogren Dapat Sebabkan Sialolithiasis

Itulah gejala sekaligus pengobatan yang dapat kamu lakukan. Jangan lupa untuk selalu sigap dalam menanggapi gejala, supaya penyakit dapat dicegah dan tidak berujung serius.

 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Sjogren’s Syndrome.