• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Janin Tidak Aktif Bergerak, Kapan Harus ke Obgyn?

Janin Tidak Aktif Bergerak, Kapan Harus ke Obgyn?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Janin Tidak Aktif Bergerak, Kapan Harus ke Obgyn?

Halodoc, Jakarta - Saat hamil, salah satu tanda bahwa janin tumbuh dan berkembang dengan optimal bisa dirasakan dari pergerakannya. Ibu biasanya sudah bisa merasakan pergerakan janin sejak usia kehamilan 16-22 minggu, tetapi baru mulai benar-benar terasa saat usia kehamilan 25 minggu. Namun, jika janin tidak aktif bergerak, kapan harus ke obgyn atau dokter kandungan?

Sebenarnya, pergerakan janin bisa berubah-ubah. Ada juga beberapa kondisi yang terkadang membuat durasi dan frekuensi pergerakan janin berkurang atau bahkan berhenti. Simak lebih lanjut tentang pergerakan janin yang berhenti dan apa yang harus dilakukan dalam pembahasan berikut ini.

Baca juga: Ibu Hamil, Ketahui Kapan Janin Mulai Bergerak



Waktu yang Tepat ke Obgyn Saat Pergerakan Janin Berkurang

Sebelum memutuskan untuk buru-buru ke obgyn saat merasakan pergerakan janin berkurang atau berhenti, cobalah untuk mengetahui terlebih dahulu mengapa hal ini terjadi. Jika pergerakan janin berhenti dalam waktu yang sebentar, ibu tidak perlu terlalu khawatir.

Sebab, bisa jadi saat itu janin sedang tidur. Umumnya, janin tertidur selama 20 atau bahkan bisa hingga 90 menit. Jadi, cobalah tunggu sambil menghitung waktu. Bisa jadi saat sudah bangun, janin akan kembali bergerak aktif di perut ibu. 

Jika ibu khawatir janin sudah cukup lama tidak bergerak, cobalah beristirahat dan hentikan semua aktivitas. Berbaringlah di sisi kiri dan cobalah minum atau makan sesuatu yang manis. Asupan gula dapat menjadi energi bagi janin untuk kembali bergerak aktif. 

Selain itu, ibu juga bisa mencoba menepuk-nepuk perut dengan lembut, untuk merangsang janin kembali bergerak. Segeralah ke obgyn jika mengalami beberapa tanda berikut ini:

  • Janin tidak bergerak sebanyak 10 kali dalam waktu kurun waktu 2 jam.
  • Terjadi pembengkakan pada bagian tubuh ibu, seperti tangan, kaki, atau di sekitar mata.
  • Ibu mengalami sakit kepala lebih dari 24 jam dan tidak dapat melihat dengan jelas.
  • Ibu mengalami kram perut yang tak kunjung hilang.
  • Ibu mengalami perdarahan dari vagina.
  • Ibu demam dan sulit bernapas.
  • Ibu mengalami muntah dan kejang.
  • Perut terasa nyeri saat disentuh.

Jika ibu mengalami berbagai tanda tersebut, sebaiknya segera pergi ke obgyn atau UGD rumah sakit terdekat. Kalau ragu atau tidak yakin dengan gejala yang dialami, ibu bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter kandungan lewat chat.

Baca juga: Inilah Ciri-Ciri Gerakan Janin yang Normal

Berapa Kali Normalnya Pergerakan Janin dalam Kandungan?

Di masa-masa awal pergerakan janin terasa, ibu mungkin merasa sangat bahagia. Namun, seiring bertambahnya usia kehamilan, pergerakan janin dalam kandungan biasanya akan terjadi lebih sering dan membuat ibu tidak nyaman. 

Ketika janin bertambah besar dan kulit perut semakin meregang, ibu mungkin akan lebih mudah merasakan pergerakan janin. Namun, berapa kali sih normalnya pergerakan janin dalam kandungan?

Umumnya, janin cenderung lebih banyak bergerak pada waktu-waktu tertentu, seperti saat ibu sedang tidur. Namun, pergerakan janin dapat berubah saat mereka semakin tumbuh. Di trimester ketiga, pergerakan janin akan terasa lebih sering, yaitu setidaknya 16-45 gerakan per jamnya. 

Baca juga: Ini Alasan Janin Menendang di Dalam Kandungan

Pergerakan ini dapat berbeda-beda pada setiap janin. Ada beberapa janin yang sangat aktif dan ada juga yang kurang aktif, tetapi masih dalam kategori normal, atau setidaknya menghasilkan 10 kali gerakan dalam 2 jam. Untuk menghitungnya, ibu bisa coba berbaring dan fokus merasakan pergerakan janin.

Sangat penting bagi ibu untuk mengenali kebiasaan dan pergerakan janin. Dengan begitu, ketika ada perubahan pada pergerakan janin, ibu bisa langsung menyadarinya dan mengambil tindakan, seperti pergi ke obgyn untuk memeriksakan janin. 

Referensi:
Health and Parenting. Diakses pada 2021. Third Trimester Worries – My Baby is NOT Moving.
Pregnancy Birth and Baby. Diakses pada 2021. Baby Movements During Pregnancy.
Cafe Mom. Diakses pada 2021. When Baby Stops Moving in the Womb: Is It Normal?