• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali 3 Jenis Gangguan Disosiatif yang Dapat Terjadi

Kenali 3 Jenis Gangguan Disosiatif yang Dapat Terjadi

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Pernahkah kamu berinteraksi dengan seseorang yang mempunya kepribadian yang berbeda dalam waktu singkat? Jika iya, orang tersebut mungkin saja mengalami gangguan disosiatif. Kelainan ini terjadi disebabkan oleh gangguan kepribadian yang membuatnya memiliki kepribadian ganda. Perubahan tersebut bahkan dapat memunculkan identitas dan memori yang sangat berbeda.

Memang sulit untuk berinteraksi dengan orang yang mengidap gangguan kepribadian ganda ini. Pengidapnya dapat benar-benar tidak ingat kejadian yang pernah terjadi. Terdapat beberapa jenis gangguan disosiatif yang dapat menyerang dan mungkin membutuhkan pengobatan yang berbeda. Ketahui lebih lengkap terkait pembahasan ini dengan membaca artikel ini secara lengkap!

Baca juga: Gangguan Disosiatif Bisa Mendorong Pikiran Menyakiti Diri

Beberapa Jenis Gangguan Disosiatif

Gangguan disosiatif adalah kelainan mental yang melibatkan pemutusan dan tidak adanya kontinuitas antara pikiran, ingatan, tindakan, hingga identitas. Seseorang yang mengalami gangguan ini berusaha melarikan diri dari kenyataan dengan cara yang tidak sehat. Hal tersebut dapat menyebabkan banyak masalah terkait kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, gangguan ini harus segera mendapatkan penanganan.

Meski begitu, belum diketahui secara pasti penyebab yang dapat membuat seseorang mengidap gangguan disosiatif. Kemungkinan besar, kelainan ini terjadi akibat pengalaman traumatis yang pernah terjadi, terutama saat masa kanak-kanak. Trauma tersebut dapat terjadi akibat kekerasan fisik hingga pelecehan seksual. Sehingga, tubuhnya menciptakan pertahanan diri agar rasa trauma tersebut dapat dilupakan.

Maka dari itu, kamu harus mengetahui beberapa jenis dari gangguan disosiatif agar lebih mudah untuk didiagnosis. Berikut beberapa jenis gangguan tersebut:

  1. Gangguan Disosiatif Amnesia

Gejala utama dari kelainan jenis ini adalah kehilangan ingatan yang parah dan sulit dijelaskan oleh kondisi medis. Pengidapnya tidak dapat mengingat informasi tentang diri sendiri atau peristiwa hingga orang-orang di sekitarnya, terutama di masa trauma. Gangguan kepribadian ini dapat kambuh secara spesifik dalam peristiwa tertentu. Seseorang yang mengalami hal ini dapat terjadi dalam hitungan menit, jam, dan pada kasus yang jarang bahkan bulan hingga tahun.

Baca juga: Berapa Banyak Identitas yang Muncul pada Kepribadian Ganda?

  1. Gangguan Identitas Disosiatif

Jenis gangguan ini disebut juga sebagai gangguan kepribadian ganda. Seseorang yang mengalami hal ini dapat mengalami perpindahan ke identitas lainnya. Pengidapnya mungkin merasakan kehadiran dua orang atau lebih di kepalanya hingga seperti dirasuki oleh identitas lainnya. 

Setiap identitas yang timbul memiliki nama dan karakter tersendiri. Perbedaan juga dapat terlihat jelas pada suara, tingkah laku, hingga kebutuhan tertentu, seperti kacamata. Seseorang dengan gangguan ini biasanya juga mengalami amnesia disosiatif.

  1. Gangguan Depersonalisasi

Gangguan ini terjadi saat seseorang merasa bermimpi atau berada di luar dirinya sambil mengamati tindakan, perasaan, dan pikiran dari jauh seperti layaknya menonton film. Hal ini dapat membuat waktu lebih lambat atau lebih cepat dan dunia tampak tidak nyata. Gejala dari gangguan ini dapat terjadi hanya beberapa saat atau terus terjadi bergantian selama bertahun-tahun.

Baca juga: Jangan Salah, Ini Bedanya Bipolar dan Kepribadian Ganda

Itulah beberapa jenis gangguan disosiatif yang dapat terjadi. Jika kamu atau orang terdekatmu ada yang mengalami kelainan semacam ini, ada baiknya untuk langsung memeriksakan diri. Dengan begitu, mencegah gangguan ini semakin parah dapat dilakukan sedini mungkin.

Cara yang paling mudah untuk memastikan gangguan disosiatif yang terjadi adalah dengan bertanya langsung pada dokter dari Halodoc. Kamu cukup dengan download aplikasi Halodoc dengan fitur Chat/Video Call sehingga komunikasi lebih mudah!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Dissociative disorders.
American Psychiatric Association. Diakses pada 2020. What Are Dissociative Disorders?