• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Wabah Virus Corona, Ini 2 Jenis Masker yang Perlu Diketahui

Wabah Virus Corona, Ini 2 Jenis Masker yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Virus corona jenis baru, Novel coronavirus (2019-nCoV) yang muncul di Tiongkok masih terus menjadi perhatian masyarakat global. Menurut otoritas Tiongkok, sampai 28 Januari 2020, lebih dari 4.515 orang terjangkit infeksi novel coronavirus. Dari angka-angka tersebut, setidaknya 106 tewas akibat pneumonia berat yang disebabkan virus corona tersebut. 

Di balik ganasnya serangan virus corona jenis 2019-nCoV, akhirnya ada kabar baik yang muncul ke permukaan. Seperti pemberitaan di berbagai media massa internasional maupun nasional, terdapat ratusan korban virus corona pulih dari infeksi tersebut. 

Pertanyaannya, bagaimana sih cara mencegah serangan virus corona yang misterius ini? Menurut ahli di Medicine National Institutes of Health - Medlineplus, ada berbagai cara yang bisa kita lakukan. Mulai dari mencuci tangan hingga bersih, hindari kontak dengan orang sakit, hingga hindari menyentuh unggas atau hewan liar. 

Selain itu, jangan pula lupakan pentingnya peran masker yang dinilai bisa meminimalkan risiko terjangkit virus ini. 

Nah, berikut beberapa jenis masker beserta manfaat dan cara menggunakannya.

Baca juga: 10 Fakta Virus Corona yang Wajib Diketahui

1. Masker Bedah

Banyak orang menggunakan masker bedah sebagai masker antipolusi. Padahal, masker bedah memiliki lapisan penyaring yang lebih sedikit ketimbang simple mask (masker polusi). 

Sebenarnya, maker bedah ini berfungsi untuk menghambat penyebaran infeksi, bukan penyaring udara. Oleh sebab itu, ketika berada di luar ruangan dan menggunakannya sebagai masker antipolusi, tentu tak seefektif respirator atau simple mask. 

Masker bedah ini bisa membantu memblokir butiran partikel besar dan percikan dari mulut dan hidung pemakai. Selain itu, masker ini juga bisa mengurangi paparan air liur dan sekresi pernapasan dari pemakai ke orang lain. Lalu, bagaimana cara menggunakan masker ini?

Simpel kok caranya. Pertama, pasang masker menutupi hidung dan mulut, lalu kaitkan tali ke telinga. Kemudian, tarik bagian bawah masker sampai menutupi bawah dagu. Selanjutnya, tekan bagian atas masker pada bagian hidung, sehingga rapat dan nyaman dipakai. 

Baja juga: Suka Makanan Ekstrem, Sup Kelelawar Sebarkan Virus Corona 

  1. Masker Respirator (N95)

Masker respirator merupakan masker yang dibuat khusus untuk pernapasan. Masker ini juga disebut sebagai masker N95. Masker ini berbeda dengan kedua masker bedah. Meski sama-sama didesain untuk mencegah penyebaran virus atau bakteri, N95 dirancang secara pas menutupi wajah.

Tak cuma itu, masker ini juga dilengkapi dengan alat yang efisien untuk menyaring partikel berbahaya, bahkan dengan ukuran kecil sekalipun.

Kode N95 menunjukkan masker ini bisa menyaring partikel PM 2.5 (Particulate matter) hingga 95 persen. Nah, inilah sebabnya masker ini sering diandalkan untuk mereka yang bekerja meneliti di sekitar zat berbahaya atau saat menangani asap akibat kebakaran hutan.

Lalu, bagaimana cara penggunaan masker ini? 

Langkah pertama letakkan masker di satu tangan, lalu tempelkan di atas mulut dan hidung dengan bagian depan di telapak tangan. Pastikan tepat di hidung dan mulut serta bagian bawah harus berada di bawah dagu. 

Lalu, pastikan hanya menyentuh bagian luar dan tepi masker agar tetap bersih. Setelah itu, tarik tali bagian bawah dan atas melewati kepala. Tali bagian bawah harus disesuaikan dengan leher dan tepat di bawah telinga. Setelah itu, tarik tali bagian atas dan letakkan di atas telinga. Jika masker memiliki nosepiece, rekatkan di bagian jembatan hidungmu.

Sebenarnya penggunaan masker N95 dalam jangka waktu yang lama, lebih dianjurkan daripada penggunaan yang berulang-ulang (reuse). Sebab, penggunaan yang lama melibatkan sentuhan respirator yang lebih sedikit, sehingga risiko penularan kontak lebih sedikit.

Meski terlihat lebih unggul dari masker bedah, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan saat hendak menggunakan masker N95. 

Misalnya:

  • Masker N95 tidak dirancang untuk anak-anak atau mereka yang memiliki rambut pada wajah, karena tidak bisa menutupi wajah secara sempurna. 

  • Untuk mencegah penularan virus atau bakteri, masker N95 tak boleh dipakai bergantian dengan orang lain. 

  • Pengidap masalah pernapasan kronis, jantung, atau konis medis lain yang menyulitkan bernapas, perlu berdiskusi dengan dokter sebelum menggunakan masker N95.

  • Bila masker N95 sudah kotor, rusak, atau membuat sulit bernapas, segera ganti dengan yang baru. 

Nah, bagi kamu yang ingin mencari masker N95, mudah kok caranya. Kamu bisa membeli masker lewat aplikasi Halodoc. Enggak usah repot keluar rumah, tinggal order dan pesanan kamu akan diantarkan dalam satu jam. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: Masker Efektif Mencegah Virus Corona, Begini Cara Pemakaiannya

Hal yang perlu ditegaskan, penggunaan masker N95 pun tidak boleh sembarangan. Penggunaan masker ini dianggap tidak nyaman karena terlalu ketat, sehingga membuat sulit bernapas dengan baik. 

Ketika menggunakan masker N95, hidung dan mulut akan tertutup rapat untuk mencegah adanya celah udara yang mengandung virus masuk. Nah, bila seseorang menggunakan masker N95 ini dan tetap merasa nyaman saat bernapas, maka dipastikan pemakaian masker ini salah.

Masker Bedah Vs N95, Mana yang Lebih Oke?

Sebenarnya siapa sih yang dianjurkan untuk mengenakan masker? Pada dasarnya, masker dianjurkan untuk digunakan oleh mereka yang memiliki gejala penyakit, seperti batuk, flu, atau pilek. Di samping itu, mereka yang mengalami gejala terinfeksi virus corona juga perlu menggunakan masker. 

Menurut ahli di Ministry of Health Singapore, seseorang yang merasa tidak sehat disarankan untuk memakai masker bedah. Tujuannya jelas, untuk mengurangi penyebaran virus dan lebih praktis ketimbang masker N95. 

Masker bedah dapat membantu memblokir butiran partikel besar dan percikan dari mulut dan hidung pemakai. Selain itu, masker ini juga bisa mengurangi paparan air liur dan sekresi pernapasan dari pemakai ke orang lain.  

Masih melansir Ministry of Health Singapore, mereka yang sakit atau merasa tidak sehat sebenarnya tidak dianjurkan menggunakan masker N95. sebab masker ini  dirancang sedemikian rupa, sehingga menyulitkan orang untuk sulit bernapas jika dipakai dengan benar.

Lalu, mana yang lebih ampuh untuk mencegah serangan virus dan bakter? Masker bedah atau N95? 

Meski masker N95 tampaknya lebih unggul ketimbang masker bedah, tetapi jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan. Ada satu jurnal yang bisa kita simak menyoal hal ini. Risetnya dipublikasikan dalam jurnal di National Center for Biotechnology Information, U.S - National Library of Medicine. Apa kata para pakar di sana? 

Menurut data meta-analisis dalam penelitian tersebut, ada data yang tidak cukup untuk menentukan secara pasti apakah masker N95 lebih unggul daripada masker bedah, dalam melindungi pekerja perawat kesehatan terhadap infeksi pernapasan akut yang menular.

Oleh sebab itu, para ahli di sana mengatakan, baik masker bedah maupun N95 tetap layak digunakan untuk mencegah penularan virus. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
CDC. Diakses pada 2020. Recommended Guidance for Extended Use and Limited Reuse of N95 Filtering Facepiece Respirators in Healthcare Settings.
Ministry of Health Singapore. Diakses pada 2020. FAQ: Use of masks and availability of masks.
US Food & Drug Administration FDA. Diakses pada 2020. Masks and N95 Respirators.
US National Library of Medicine National Institutes of Health - Medlineplus. Diakses pada 2020. Coronavirus Infections 
U.S. National Library of Medicine - National Center for Biotechnology Information. Diakses pada 2020. Effectiveness of N95 respirators versus surgical masks in protecting health care workers from acute respiratory infection: a systematic review and meta-analysis.