• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Ciri-Ciri Anemia Berdasarkan Jenisnya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Ciri-Ciri Anemia Berdasarkan Jenisnya

Kenali Ciri-Ciri Anemia Berdasarkan Jenisnya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 17 Desember 2020
Kenali Ciri-Ciri Anemia Berdasarkan JenisnyaKenali Ciri-Ciri Anemia Berdasarkan Jenisnya

Halodoc, Jakarta – Anemia terjadi ketika kamu kekurangan sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen ke jaringan tubuh. Secara umum, tidak ada gejala spesifik anemia berdasarkan jenis-jenisnya. Namun, jenis anemia bisa diketahui melalui pemeriksaan penunjang. Penting untuk mengenal jenis anemia untuk menentukan pengobatannya. 

Ada lebih dari 400 jenis anemia, sehingga mereka dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu:

  • Anemia yang disebabkan oleh kehilangan darah.
  • Anemia yang disebabkan oleh produksi sel darah merah yang menurun atau bermasalah.
  • Anemia yang disebabkan oleh kerusakan sel darah merah.

Jenis Anemia yang Umum Terjadi

Berikut ini jenis anemia yang umum terjadi, yaitu:

1.Anemia Aplastik

Anemia aplastik terjadi ketika tubuh berhenti memproduksi sel darah yang baru dalam jumlah yang cukup. Akibatnya, orang yang mengalami jenis anemia tersebut merasa kelelahan dan rentan terhadap infeksi dan perdarahan yang tidak terkontrol.

Anemia aplastik tidak memiliki gejala. Namun, bila menimbulkan gejala, kamu dapat mengalami kelelahan, sesak napas, denyut jantung menjadi tidak teratur, kulit pucat, hingga mimisan dan gusi berdarah.

Baca juga: Begini Metode untuk Menangani Penyakit Anemia Aplastik

2.Anemia Defisiensi Besi

Jenis anemia ini terjadi ketika darah kekurangan sel darah merah sehat yang memadai. Sel darah merah berperan dalam membawa oksigen ke jaringan tubuh. 

Anemia defisiensi besi disebabkan oleh kekurangan zat besi. Tanpa zat besi yang cukup, tubuh kamu tidak bisa menghasilkan cukup zat dalam sel darah merah yang memungkinkannya untuk membawa oksigen (hemoglobin).

Berikut ciri-ciri anemia defisiensi besi:

  • Kelelahan yang ekstrem.
  • Kelemahan.
  • Kulit pucat.
  • Nyeri dada, detak jantung cepat, atau sesak napas.
  • Sakit kepala atau pusing.
  • Tangan dan kaki dingin.
  • Peradangan atau nyeri lidah.
  • Kuku menjadi rapuh.
  • Mengidam makanan yang tidak biasa, seperti kotoran atau pati.

3.Anemia Sel Sabit

Anemia sel sabit adalah kelainan sel darah merah yang diturunkan yang disebabkan karena tidak ada cukup sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Biasanya, sel darah merah berbentuk bulat dan bergerak dengan fleksibel dan mudah melalui pembuluh darah. 

Pada anemia sel sabit, darah merah berbentuk seperti bulan sabit, kaku dan lengket, sehingga bisa tersangkut di pembuluh darah kecil. Kondisi tersebut menghambat aliran darah dan oksigen ke beberapa bagian tubuh.

Tanda dan gejala anemia sel sabit biasanya muncul sekitar usia 5 bulan. Gejalanya bervariasi pada tiap pengidap dan berubah seiring waktu. Berikut ciri-ciri anemia sel sabit:

  • Kelelahan.
  • Episode nyeri atau krisis nyeri yang bisa terjadi di dada, perut, persendian, dan juga tulang.
  • Tangan dan kaki membengkak.
  • Rentan terkena infeksi.
  • Pertumbuhan atau pubertas yang terlambat.
  • Masalah penglihatan.

Baca juga: Inilah Cara Diagnosis Anemia Sel Sabit

4.Thalassemia

Thalassemia adalah kelainan darah bawaan yang menyebabkan hemoglobin dalam tubuh mengalami kerusakan bawaan sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik. Hemoglobin memungkinkan sel darah merah untuk membawa oksigen. Akibatnya, pengidap thalassemia bisa mengalami anemia yang membuatnya kelelahan.

Berikut ciri-ciri thalassemia secara umum:

  • Kelelahan.
  • Kulit pucat atau kekuningan.
  • Deformitas tulang wajah.
  • Pertumbuhan yang lambat.
  • Pembengkakan perut.
  • Urine berwarna gelap.

5.Anemia Defisiensi Vitamin

Anemia defisiensi vitamin adalah kurangnya sel darah merah yang sehat yang disebabkan oleh kurangnya asupan vitamin tertentu, seperti folat dan vitamin B12. Gejala yang menjadi ciri anemia defisiensi vitamin, antara lain:

  • Kelelahan.
  • Sesak napas.
  • Pusing.
  • Kulit pucat atau kekuningan.
  • Detak jantung tidak teratur.
  • Berat badan menurun.
  • Mati rasa atau kesemutan di tangan dan kaki.
  • Kelemahan otot.
  • Kepribadian berubah.
  • Gerakan menjadi tidak stabil.

Baca juga: Awas, Ini Bahayanya Mengidap Anemia Defisiensi Vitamin B12 dan Folat

Itulah ciri-ciri anemia berdasarkan jenisnya. Bila kamu mengalami ciri-ciri dari salah satu jenis anemia di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan diagnosis. Buat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Anemia.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Aplastic Anemia.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Iron Deficiency Anemia.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Sickle Cell Anemia.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Thalassemia.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Vitamin deficiency anemia.