• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Jenis-Jenis Disabilitas dan Perbedaannya yang Perlu Dipahami
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Jenis-Jenis Disabilitas dan Perbedaannya yang Perlu Dipahami

Mengenal Jenis-Jenis Disabilitas dan Perbedaannya yang Perlu Dipahami

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 05 Desember 2022

“Disabilitas memengaruhi masing-masing pengidapnya dengan cara yang berbeda. Jenisnya sendiri meliputi berbagai gangguan fisik dan mental, yang memengaruhi pengidapnya dalam melakukan aktivitas sehari-hari.”

Mengenal Jenis-Jenis Disabilitas dan Perbedaannya yang Perlu DipahamiMengenal Jenis-Jenis Disabilitas dan Perbedaannya yang Perlu Dipahami

Halodoc, Jakarta – Dalam UU No. 8 tahun 2016, Negara Kesatuan Republik Indonesia menjamin kelangsungan hidup setiap warga negara, termasuk penyandang disabilitas. Mereka memiliki kedudukan hukum dan HAM yang sama layaknya orang normal lainnya. Mereka juga memiliki hak untuk hidup maju, berkembang, dan bermartabat.

Nah, ada beberapa jenis disabilitas yang umum ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa di antaranya, yaitu gangguan penglihatan, tuli atau sulit mendengar, kondisi kesehatan mental, disabilitas intelektual, cedera otak setelah lahir, gangguan spektrum autisme, atau disabilitas fisik. Yuk, kenali masing-masing jenis lebih jauh di sini.

Jenis-jenis Disabilitas dan Perbedaannya

Istilah disabilitas berasal dari bahasa inggris, yaitu different ability, yang artinya manusia memiliki kemampuan yang berbeda. Menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, penyandang disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan, dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga Negara lainnya berdasarkan kesamaan hak.

Berikut ini penjelasannya masing-masing:

1. Gangguan penglihatan

Gangguan penglihatan mengacu pada kondisi buta atau penglihatan sebagian. Ini adab saat berkomunikasi dengan pengidap gangguan penglihatan:

  • Selalu memperkenalkan diri sebelum berbicara.
  • Tanyakan apakah pengidap membutuhkan bantuan. Jika iya, dengarkan instruksi khusus yang diberikan.
  • Jika membantu pengidap berjalan, biarkan mereka yang memegang tangan terlebih dulu, bukan merarik tangannya. Jelaskan kondisi lingkungan, seperti hambatan di jalan, kendaraan yang ramai, dan lain-lain.
  • Jika melihat pengidap dengan seekor anjing, anjing tersebut berperan sebagai pemandu. Jadi jangan ditepuk, diberi makan, atau diganggu.

2. Tuli atau sulit mendengar

Jenis disabilitas ini bisa terjadi dalam intensitas ringan hingga berat. Ini adab saat berkomunikasi dengan pengidap gangguan pendengaran:

  • Melihat dan berbicara langsung kepada pengidap. Bukan hanya pada pendamping atau penerjemahnya.
  • Berbicara dengan jelas menggunakan nada suara normal, kecuali jika pengidap menginstruksikan kamu untuk berbicara dengan pendampingnya saja.
  • Jika tidak mengerti apa yang dikatakan, minta mereka untuk mengulangi kata, atau menawarkan pena dan kertas.

3. Kondisi kesehatan mental

Gangguan mental adalah istilah umum untuk menggambarkan sekelompok penyakit yang mempengaruhi pikiran atau otak. Penyakit ini meliputi gangguan bipolar, depresi, skizofrenia, kecemasan dan gangguan kepribadian yang mempengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, dan bertindak.

Pengidap cenderung mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi, akibat proses pengobatan yang dilakukan. Berikut adab saat berkomunikasi dengan pengidap gangguan kesehatan mental:

  • Memberikan penjelasan dan instruksi yang jelas serta menyeluruh. Tuangkan dalam tulisan jika diperlukan.
  • Memberikan fleksibilitas waktu kerja yang lebih besar, agar mereka dapat menjalani pengobatan dan pelatihan untuk mengatasi penyakitnya.

4. Disabilitas intelektual

Seseorang pengidap disabilitas intelektual memiliki keterbatasan signifikan dalam keterampilan yang dibutuhkan untuk hidup dan bekerja. Termasuk kesulitan komunikasi, merawat diri, keterampilan sosial, dan pengarahan diri. Ini adab saat berkomunikasi dengan pengidap disabilitas intelektual:

  • Perlakukan mereka sebagaimana kamu ingin diperlakukan oleh orang lain.
  • Meluangkan waktu untuk pengidapnya saat melakukan atau mengatakan sesuatu.
  • Bersabarlah dan berikan perhatian penuh, terutama dengan seseorang yang bersusah payah untuk berusaha berbicara dengan kamu.

5. Cedera otak setelah lahir

Acquired brain injury (ABI) atau cacat otak setelah lahir dapat terjadi karena infeksi, penyakit, kekurangan oksigen atau trauma pada kepala. Pengidap umumnya akan mengalami beberapa kondisi berikut ini:

  • Rasa lelah berlebihan dari segi mental dan fisik.
  • Otak cenderung melambat dalam memproses informasi, merencanakan, dan memecahkan masalah.
  • Mengalami perubahan perilaku dan kepribadian, kemampuan fisik dan sensorik, atau berpikir dan belajar.
  • Penurunan fungsi kognitif otak, seperti memori, konsentrasi dan komunikasi.

6. Gangguan spektrum autisme

Autisme mencakup gangguan autisme, sindrom Asperger, dan autisme atipikal. Kondisi ini mempengaruhi cara informasi yang diambil dan disimpan dalam otak. Pengidapnya cenderung mengalami kesulitan dalam berkomunikasi secara verbal dan nonverbal, interaksi sosial, serta aktivitas lainnya. 

Kondisi tersebut terjadi di tiga bidang fungsi, seperti interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku. Pada beberapa pengidap, mereka memiliki peningkatan atau penurunan kepekaan sensorik dalam penglihatan, sentuhan, rasa, bau, suara, suhu atau rasa sakit.

7. Disabilitas fisik

Jenis disabilitas yang terakhir akan memengaruhi mobilitas, ketangkasan, atau stamina pengidap. Disabilitas yang dialami dapat bersifat sementara atau permanen. Pengidap kondisi yang sama pun kemungkinan memiliki kemampuan yang berbeda dengan pengidap lainnya. Nah, berikut adab saat berkomunikasi dengan pengidap disabilitas fisik:

  • Selalu bertanya sebelum menawarkan bantuan.
  • Berada pada level yang sama ketika berbicara dengan pengidap.
  • Jangan berasumsi bahwa pengidap disabilitas fisik juga memiliki disabilitas intelektual.
  • Minta izin sebelum menyentuh kursi roda atau alat bantu gerak pengidap.

8. Keterlambatan perkembangan

Jenis disabilitas ini berlaku untuk anak usia 0-5 tahun di mana kondisi sudah muncul pada masa perkembangan awal, tapi belum ada diagnosis spesifik yang dibuat dan kelompok disablitias spesifik belum diketahui.

Dengan memahami berbagai jenis disabilitas, masyarakat diharapkan bisa lebih menghormati mereka dan tahu bagaimana harus bersikap ketika berinteraksi dengan mereka. 

Jika ada yang ingin ditanyakan seputar jenis disabilitas atau keluhan kesehatan, kamu bisa tanya dokter lewat aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang!

Referensi:
Australian National University. Diakses pada 2022. Different types of disabilities.
Disabled World. Diakses pada 2022. Disabilities: Definition, Types and Models of Disability.
Sistem Perlindungan Anak Berkebutuhan Khusus. Diakses pada 2022. Pengertian, Jenis dan Hak Penyandang Disabilitas
National Disability Service. Diakses pada 2022. Disability Types and Description