• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penjelasan Psikologis Tentang First Impression yang Baik

Penjelasan Psikologis Tentang First Impression yang Baik

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Kamu pasti sudah pernah mendengar bahwa kesan pertama adalah hal yang penting. Ya, entah itu untuk berkencan, berbisnis, atau menjalin hubungan sosial lainnya, kesan pertama kerap menjadi kunci kesuksesan hubungan tersebut. Para peneliti juga menemukan, seseorang membuat keputusan tentang orang dalam hitungan detik hingga menit pertama kali melihatnya. Jadi, sangat wajar jika seseorang mengusahakan agar first impression berjalan dengan baik. 

Kemungkinan besar kecenderungan untuk membuat penilaian cepat ini berakar pada kebutuhan evolusi awal untuk menentukan apakah orang asing ini menimbulkan ancaman atau tidak. Untuk lebih memahami mekanisme kesan pertama, ada beberapa hal yang disarankan penelitian baru-baru ini tentang bagaimana perilaku memengaruhi kesan pertama dan cara mengelola perilaku ini dengan lebih baik untuk hasil yang positif.

Baca juga: Hindari 6 Hal Ini agar Kencan Pertama Sukses

Hal yang Bisa Dilihat dalam Tatapan Mata 

Cara membuat first impression yang baik bisa dilihat dari beberapa penelitian ini. Para peneliti dari Universitas Princeton menemukan, orang-orang akan membuat penilaian tentang hal-hal seperti kepercayaan, kompetensi, dan kesukaan dalam sepersekian detik setelah melihat wajah seseorang.

Melansir Psychology Today, dalam penelitian yang dilakukan Janine Willis dan Alexander Todorov ditemukan bahwa dari semua sifat yang diteliti, para peserta menilai kepercayaan yang paling cepat (dalam 100 milidetik) untuk diketahui. Ketika diberi lebih banyak waktu, penilaian mereka tentang kepercayaan bisa tidak berubah, yang artinya penilaian sepersekian awal cukup banyak bertahan.

Todorov menjelaskan, manusia memutuskan dengan sangat cepat apakah seseorang memiliki banyak sifat yang dirasa penting, seperti kesukaan dan kemampuan. Hal ini bahkan terjadi sebelum sempat bertukar kata.

Namun, Todorov memperingatkan bahwa kaitan antara fitur wajah dan karakter mungkin paling lemah, tapi itu tidak menghentikan pikiran untuk menilai orang lain secara sekilas. Inilah sebabnya mengapa penting untuk tampil dengan perasaan percaya diri dan nyaman karena kemungkinan hal ini akan terpancar di wajah.

Perhatikan Nada Bicara 

Penelitian di Universitas Glasgow dari McAleer, Todorov, dan Belin (2014) menunjukkan bahwa mereka membuat penilaian tentang kepribadian orang berdasarkan nada suara mereka. Para peneliti menemukan, pria dan wanita yang berbicara dengan suara bernada tinggi dinilai lebih dapat dipercaya dan disukai. Meskipun penilaian ini tidak selalu akurat. 

Namun, berbicara dengan nada yang lebih tinggi tidak selalu menguntungkan. Peneliti dari Universitas Miami menemukan bahwa baik pria maupun wanita cenderung mengaitkan suara-suara bernada rendah dengan kepemimpinan dan memilih pemimpin yang sesuai. Para peneliti mencatat karena wanita, rata-rata, memiliki suara bernada lebih tinggi daripada pria, ini bisa menjadi faktor yang berkontribusi pada lebih sedikit wanita yang memegang peran kepemimpinan daripada pria.

Baca juga: Berteman karena Status Sosial, Ini Ciri Social Climber

Lakukan Jabat Tangan yang Tegas

Jabat tangan yang kuat penting untuk membuat kesan pertama yang baik. Jabat tangan yang kuat terkait dengan sifat-sifat seperti kepositifan, extraversion, dan ekspresif emosional. Para peneliti juga mencatat, wanita yang memiliki jabat tangan yang kuat adalah cara yang baik untuk menunjukkan kepercayaan diri dan ketegasan yang sederhana namun tidak berlebihan.

Namun, penting untuk dicatat bahwa penelitian lain telah menunjukkan, menunjukkan dominasi melalui hal-hal seperti jabat tangan yang kuat bisa berdampak negatif pada kemampuan untuk membangun kepercayaan saat pertama kali bertemu seseorang. Menjadi terlalu tegas dapat melebih-lebihkan kebutuhan akan dominasi dan berpotensi menempatkan pihak lain dalam posisi seakan tengah mendapat serangan. Artinya, jabat tangan dengan cara yang tegas namun jangan berlebihan. 

Baca juga:  Karakter yang Bikin Dijauhi Banyak Orang

Jadi, hal yang harus diperhatikan saat kamu memasuki pertemuan dengan orang baru, wawancara kerja, atau acara sosial adalah tatap mata lawan bicara dengan percaya diri dan tetap membuat dia merasa nyaman, perhatikan nada bicara, dan berikan jabat tangan yang tegas.

Jika kamu membutuhkan saran untuk bisa dengan mudah diterima dalam sebuah kelompok atau kamu merasa stres untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan baru, kamu bisa meminta saran pada psikolog di Halodoc mengenai cara mengatasinya. Psikolog bisa dihubungi melalui smartphone kamu, kapan saja dan di mana saja.

Referensi:
Association for Psychological Science. Diakses pada 2020. Studying First Impressions: What to Consider?
Psychology Today. Diakses pada 2020. The Psychology of a First Impression.