• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perhatikan Hal Ini saat Rutin Konsumsi Protein Bubuk
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perhatikan Hal Ini saat Rutin Konsumsi Protein Bubuk

Perhatikan Hal Ini saat Rutin Konsumsi Protein Bubuk

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 24 Maret 2021
Perhatikan Hal Ini saat Rutin Konsumsi Protein Bubuk

Halodoc, Jakarta - Bersama dengan karbohidrat dan lemak, protein adalah salah satu dari tiga makronutrien utama, yang digunakan tubuh dalam jumlah yang relatif besar untuk fungsi sehari-hari. Namun, protein sangat diperlukan untuk membangun massa otot, sehingga tak heran jika banyak orang yang ingin membangun otot sering mengonsumsi protein bubuk seperti whey. Protein juga digunakan untuk memperbaiki jaringan, fungsi kekebalan, dan proses tubuh lainnya. 

Protein juga sangat penting untuk dikonsumsi lebih banyak oleh mereka yang sedang melakukan penurunan berat badan, karena protein bisa membuat kamu merasa kenyang lebih lama. Selain dari sumber nabati dan hewani, kebutuhan protein juga bisa dipenuhi lewat protein bubuk. 

Namun, apakah kamu benar-benar membutuhkan protein bubuk? Hal apa saja yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi bubuk protein? Untuk mengetahui jawabannya, simak ulasannya berikut:

Baca juga: Ini Manfaat Whey Protein sebagai Suplemen Olahraga

Konsumsi Protein Bubuk, Apakah Sangat Diperlukan?

Tahukah kamu bahwa kebanyakan orang tidak membutuhkan bubuk protein untuk memenuhi kebutuhan hariannya. Seseorang umumnya membutuhkan konsumsi protein minimal 0,8 gram per kilogram berat badan per hari. Misalnya, seseorang dengan berat sekitar 72 kilogram membutuhkan setidaknya 58 gram protein sehari.

Sebagai referensi, satu dada ayam seberat 100 gram mengandung sekitar 31 gram protein. Kemudian dalam satu hari kamu juga mungkin akan mengonsumsi lebih dari satu jenis sumber protein. Misalnya dua butir telur mengandung 12 gram protein, untuk 113 gram salmon terkandung total 26 gram protein di dalamnya. Jadi, agak mudah bagi kebanyakan orang untuk memenuhi rekomendasi asupan tanpa banyak usaha.

Namun, jika kamu menginginkan komposisi tubuh tertentu, misalnya ingin meningkatkan massa ototAmerican College of Sports Medicine menyarankan agar kamu melakukan aktivitas fisik seperti latihan kekuatan dan meningkatkan asupan harian protein mulai dari 1,2 hingga 1,7 gram protein per kilogram berat badan. 

Baca juga: Smoothies Kaya Protein Tanpa Bubuk Instan, Begini Caranya

Jumlah protein dalam satu porsi bubuk protein bervariasi dari produk ke produk, tetapi kebanyakan mengandung sekitar 20 hingga 25 gram. Meskipun protein bubuk terkadang dapat menjadi sumber protein yang cepat dan mudah, ia tidak menawarkan manfaat apa pun dibandingkan hanya protein saja. Padahal, bentuk protein dari makanan utuh secara alami mengandung nutrisi lain, seperti serat, vitamin, dan mineral, yang nyatanya jauh lebih bermanfaat. 

Namun, untuk beberapa orang seperti vegan, orang yang baru pulih dari operasi, dan orang dewasa yang lebih tua, mungkin mereka lebih sulit mencapai target harian mereka melalui makanan saja. Jadi, bubuk protein disarankan untuk mereka. 

Ingat, protein bubuk bukanlah pengganti makanan asli. Bubuk protein hanya dapat melengkapi makanan yang sehat. Kamu bisa mencampurnya dalam smoothie atau milkshake sebagai camilan. 

Kamu juga bisa diskusi dengan dokter gizi di Halodoc sebelum mengonsumsi protein bubuk. Dokter mungkin memiliki saran tertentu yang perlu kamu perhatikan sebelum mengonsumsi suplemen makanan ini. 

Baca juga: Sumber Protein yang Diperlukan Memasuki Usia 40-an

Hal yang Harus Diperhatikan saat Konsumsi Protein Bubuk

Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan saat memutuskan membeli protein bubuk, antara lain:

Pastikan Telah Lolos Uji 

Bubuk protein diklasifikasikan sebagai suplemen makanan, sehingga di Amerika Serikat produk ini tidak diatur oleh U.S. Food and Drug Administration (FDA) seperti halnya makanan atau obat-obatan konvensional. Namun, jika kekhawatiran tentang keamanan atau legitimasi produk kemudian terungkap, FDA dapat menyelidiki klaim tersebut dan mengeluarkan produk dari pasar jika diperlukan. Oleh karena itu, carilah produk yang telah diuji pihak ketiga oleh perusahaan independen.

Pilih Produk dengan Komposisi Sederhana

Pastikan untuk membaca bahan yang tercetak di label. Lebih sedikit komposisinya, maka ini lebih baik. Hal yang terbaik adalah mencari jenis bubuk protein tanpa rasa dengan hanya satu bahan atau campuran protein. Kamu pun bisa menggunakan selai buah atau kacang untuk memberi rasa alami pada smoothie. 

Perhatikan Gula Tambahan 

Penambahan gula harus dihindari, karena ini dapat dengan mudah mempermanis bubuk protein. Bubuk yang mengandung pemanis buatan malah akan meningkatkan asupan kalori tambahan yang tidak dibutuhkan. 

Referensi:
Huffpost. Diakses pada 2021. Is Protein Powder Bad For You? Nutritionists Weigh In.
SELF. Diakses pada 2021. Does Anyone Actually Need Protein Powder?
WebMD. Diakses pada 2021. Protein Powder: What You Should Know.