• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perkembangan Bayi 3 Bulan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perkembangan Bayi 3 Bulan

Perkembangan Bayi 3 Bulan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 26 Maret 2021
Perkembangan Bayi 3 BulanPerkembangan Bayi 3 Bulan

Halodoc, Jakarta – Memiliki bayi berusia 3 bulan tentunya menjadi tantangan baru bagi orangtua. Bukan hanya kondisi kesehatan bayi saja, ibu juga perlu memastikan anak mengalami tumbuh kembang atau milestone yang sesuai dengan usianya. Umumnya, usia 3 bulan anak sudah mulai mampu mengekspresikan perasaannya. Mulai dari tertawa, sedih, hingga bermanja pada orangtua.

Hal ini disebabkan kemampuan indera bayi usia 3 bulan sudah meningkat. Karena itu, bayi bisa terlibat dengan segala kondisi atau situasi lingkungan di mana ia berada. Bahkan, pada usia ini, bayi sudah mampu untuk melihat, mendengar, mencium, dan menyentuh dengan lebih baik. Untuk itu, tidak ada salahnya ibu ketahui lebih banyak mengenai tumbuh kembang yang dilakukan oleh bayi usia 3 bulan.

Baca juga: Ketahui Perkembangan Fisik Anak 3 - 6 Bulan

Kemampuan Motorik

Bayi usia 3 bulan nyatanya kekuatan lehernya sudah mulai terbentuk. Di usia ini, bayi sudah bisa mengangkat kepala dengan lebih baik saat ia melalukan tummy time. Tidak hanya itu, saat ibu menggendong bayi, leher bayi pun sudah mulai tegak dan kepala bayi tidak mudah goyang.

Pada usia ini pun, bagian tubuh atas bayi juga sudah lebih kuat. Bayi sudah mulai bisa menopang tubuhnya dengan tangan untuk melakukan tummy time. Sedangkan kekuatan tubuh bayi, sudah mulai terbentuk sehingga bayi akan lebih sering menendang atau mengangkat kaki.

Perhatikan kemampuan motorik lainnya pada bayi. Bayi 3 bulan juga sudah mulai menggapai mainan atau benda yang ada didekatnya, memainkan tangannya dengan membuka, menutup, hingga menggerakkan tangan dengan lebih teratur, dan memasukkan tangan ke dalam mulut.

Siapkan waktu tenang untuk bermain dengan anak. Ibu bisa mengajak anak untuk melakukan tummy time dan menyiapkan mainan menarik didepannya. Dengan begitu, anak akan semakin mempelajari koordinasi gerakan tangan dan mata untuk mendapatkan mainan tersebut.

Kebutuhan Tidur

Di usianya yang memasuki 3 bulan, bayi sudah memiliki kondisi saraf yang lebih matang. Konsumsi minum susu bayi juga menunjukkan peningkatan. Perubahan tersebut nyatanya membuat kebutuhan tidur malam bayi juga berubah. Bayi usia 3 bulan sudah mampu tidur malam selama 6–7 jam. Hal ini tentunya kabar baik bagi ibu karena bisa beristirahat malam hari lebih panjang.

Hal yang perlu diingat oleh ibu, saat bayi menangis pada malam hari, sebaiknya hindari untuk langsung menyentuh bayi. Biasanya, pada usia ini bayi akan belajar bagaimana ia dapat tidur sendiri saat terbangun di malam hari. Namun, jika bayi terus menangis, ini menjadi tanda bahwa ibu harus memastikan popok dalam keadaan bersih, anak dalam keadaan sehat, dan tidak menunjukkan gejala gangguan kesehatan apapun.

Nah, jika pada tengah malam anak mengalami demam atau gangguan kesehatan lainnya, tidak ada salahnya gunakan Halodoc dan tanyakan langsung pada dokter anak mengenai keluhan kesehatan bayi. Dengan begitu, ibu bisa lakukan penanganan pertama agar kondisi anak semakin membaik.

Selain kebutuhan tidur pada malam hari, perhatikan juga kebutuhan tidur siang pada bayi. Biasanya, bayi 3 bulan membutuhkan waktu tidur siang minimal 1 ½–2 jam setiap harinya.

Baca juga: Ini 4 Tanda Bayi Sudah Siap Digendong Menghadap Depan

Peningkatan Indera

Kemampuan indera bayi 3 bulan akan mengalami peningkatkan yang cukup baik, khususnya indera penglihatan dan pendengaran. Di usia ini, bayi akan lebih mudah tersenyum dan fokus melihat kedua orangtuanya. Bayi 3 bulan akan sangat tertarik melihat wajah kedua orangtuanya. Untuk itu, tidak ada salahnya tataplah mata anak saat ibu dan ayah berkomunikasi. Selain itu, bayi juga sudah tertarik dengan bayangan diri sendiri pada cermin.

Selain penglihatan, anak juga mulai menyukai untuk menyentuh mainan-mainan dengan tekstur berbeda. Tidak ada salahnya berikan mainan yang menarik dengan warna-warna yang cerah.

Kemampuan Komunikasi

Memasuki usia ke 3 bulan, menangis bukanlah satu-satunya cara bayi untuk melakukan komunikasi dengan orangtuanya. Pada usia ini, bayi sudah mulai mengeluarkan suara, seperti “oh” dan “ah” untuk berkomunikasi. Nah, tugas orangtua adalah tetap mengajaknya berkomunikasi dan menanggapi setiap suara yang dibuat oleh Si Kecil.

Jangan lupa selalu ajak anak berkomunikasi saat ibu mengganti popok, menyusui, hingga senggang. Hal ini akan merangsang kemampuan komunikasi anak semakin meningkat. Ibu juga sudah bisa mulai membacakan buku cerita yang menarik bersama bayi.

Waspadai Kondisi Ini

Pertumbuhan dan perkembangan anak nyatanya berbeda-beda. Hal ini memang tidak bisa disamakan pada setiap anak. Namun, tidak ada salahnya untuk tetap waspada terhadap beberapa kondisi yang belum bisa anak lakukan di usianya yang memasuki 3 bulan, seperti:

1. Tidak mampu tersenyum.

2. Tidak merespon komunikasi dengan baik.

3. Tidak memiliki kemampuan untuk menggapai benda tertentu.

4. Pandangan mata tidak bisa mengikuti benda yang berada di depannya.

Baca juga3 Cara Merawat Bayi Baru Lahir

Tidak ada salahnya bertanya langsung pada dokter anak mengenai kondisi tumbuh kembang anak. Jangan lupa untuk selalu dampingi anak dalam proses tumbuh kembangnya. Bukan hanya kemampuan fisiknya, orangtua juga perlu memerhatikan kondisi kesehatan mental pada anak. Kesehatan mental yang optimal dapat membuat anak tumbuh dengan baik.

Referensi:
Parents. Diakses pada 2021. 3 Month Old Baby Development.
Web MD. Diakses pada 2021. Baby Development: Your 3 Months Old.
What to Expect. Diakses pada 2021. 3 Months Old Baby.