• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ragam Kandungan Nutrisi yang Terdapat dalam Ikan Lele
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ragam Kandungan Nutrisi yang Terdapat dalam Ikan Lele

Ragam Kandungan Nutrisi yang Terdapat dalam Ikan Lele

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani : 07 Oktober 2020
Ragam Kandungan Nutrisi yang Terdapat dalam Ikan Lele Ragam Kandungan Nutrisi yang Terdapat dalam Ikan Lele

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu penggemar menu Pecel Lele? Ya, makanan ini adalah menu yang paling mudah ditemui di Jakarta dan sekitarnya. Menu ini biasanya dijajakan oleh pedagang di pinggir jalan saat malam hari. Bukan hanya menjual ikan lele goreng, biasanya juga ada pilihan menu lain seperti ayam. Namun, ikan lele yang biasanya jadi menu andalan karena rasanya yang nikmat dan harganya yang relatif lebih terjangkau.

Namun, apakah kamu pernah mencari tahu apa saja sih nutrisi yang terkandung dalam ikan lele? Ikan lele merupakan salah satu spesies ikan tertua dan tersebar luas di seluruh dunia. Ini karena ikan lele mampu beradaptasi dengan sangat baik dengan lingkungannya. Lantas, apakah sebenarnya ikan lele adalah ikan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi? Mari simak ulasannya berikut!

Baca juga: Pentingnya Makan Ikan, Ini 4 Manfaatnya 

Kandungan Gizi Ikan Lele

Melansir Healthline, ikan lele memiliki nutrisi yang tidak bisa disepelekan. Dalam satu porsi ikan lele atau sekitar 100 gram, terdapat beberapa nutrisi seperti: 

  • Kalori: 105.
  • Lemak: 2,9 gram.
  • Protein: 18 gram.
  • Natrium: 50 miligram.
  • Vitamin B12: 121 persen dari kebutuhan harian.
  • Selenium: 26 persen dari kebutuhan harian.
  • Fosfor: 24 persen dari kebutuhan harian.
  • Tiamin: 15 persen dari kebutuhan harian.
  • Kalium: 19 persen dari kebutuhan harian.
  • Kolesterol: 24 persen dari kebutuhan harian.
  • Asam lemak omega-3: 237 miligram.
  • Asam lemak omega-6: 337 miligram.

Selain rendah kalori dan natrium, ikan lele dikemas dengan protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral. Oleh karena itu, ikan lele adalah menu sehat yang bisa dikonsumsi siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, ibu menyusui, ibu hamil, orang dewasa, dan lansia.

Baca juga: Tips agar Manfaat Makan Ikan Lebih Maksimal 

Ikan Lele juga Lebih Aman Berkat Kandungan Merkuri yang Rendah

Dalam beberapa tahun terakhir, ada banyak kekhawatiran atas kontaminasi logam berat pada ikan dan makanan laut lainnya. Perhatian utama di antara logam berat ini adalah merkuri, dan bisa mengontaminasi ikan. Beberapa ikan yang paling terkontaminasi merkuri termasuk hiu, ikan pedang, dan spesies tuna tertentu. Sementara itu, ikan lele mengandung konsentrasi merkuri yang minimal. Ini karena ikan lele yang biasa dijual di Indonesia juga berasal dari peternakan dan memiliki kolam sendiri. 

Menurut penelitian yang dilakukan oleh U.S. Food and Drugs Administration yang berlangsung dari 1990 hingga 2012, ikan lele hanya mengandung rata-rata kandungan merkuri sebesar 0,024 PPM. Ikan lele tercatat mengandung tingkat merkuri yang jauh lebih rendah daripada ikan seperti herring dan mackerel, yang sering dipromosikan sebagai 'pilihan merkuri rendah'. Kandungan merkuri adalah hal yang berbahaya karena ia dapat menumpuk di dalam tubuh, dan penelitian menunjukkan itu dapat meningkatkan risiko nefrotoksisitas serta masalah perkembangan pada bayi. 

Ikan Lele Liar Lebih Bernutrisi Dibanding Lele Budidaya

Ikan lele tersedia dalam dua bentuk yakni ikan lele hasil tangkapan liar dan ikan lele yang dibudidayakan. Meskipun kedua jenis ikan lele ini menawarkan manfaat nutrisi, ikan lele hasil tangkapan liar memiliki beberapa keunggulan.

Pertama-tama, ini mengandung konsentrasi vitamin D yang jauh lebih tinggi. Menurut NCC Food and Nutrient Database, ikan lele hampir tidak mengandung vitamin D. Kadar vitamin D yang rendah ini tidak hanya terjadi pada ikan lele, sebab penelitian menunjukkan bahwa ikan yang dibudidayakan mengandung tingkat vitamin D yang minimal dibandingkan dengan ikan liar.

Lebih lanjut, menurut USDA Food and Nutrient Database, ikan lele yang dibudidayakan juga memiliki beberapa catatan seperti: 

  • Mengandung kalori lebih banyak sebesar 25 persen.
  • Jumlah asam lemak omega-3 yang lebih rendah.
  • Jumlah omega-6 yang lebih tinggi.

Baca juga: Boleh atau Tidak, Makan Sushi Tiap Hari 

Namun, perlu diingat juga bahwa ikan lele bisa berbahaya juga jika cara pengolahannya tidak tepat. Semisal menggunakan minyak yang tidak sehat, atau memasaknya dengan menambahkan terlalu banyak garam. Oleh karena itu, kamu bisa tanyakan pada dokter ahli gizi di Halodoc mengenai cara sehat mengolah ikan lele dan makanan sehat lainnya. Dokter akan selalu siaga memberikan saran kesehatan yang kamu butuhkan, kapan dan di mana saja.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Is Catfish Healthy? 
Livestrong. Diakses pada 2020. 3 Health Benefits of Catfish That Make It Worth Eating.
Nutrition Advance. Diakses pada 2020. Catfish 101: Nutrition Facts and Health Benefits.