• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Seberapa Sering Anak Dapat Makan Mie Instan?

Seberapa Sering Anak Dapat Makan Mie Instan?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Hampir tidak ada anak-anak yang tidak menyukai mie instan. Teksturnya yang lembut dengan rasa asin, makanan ini dengan mudah menjadi favorit banyak anak. Mie kini dengan cepat menjadi makanan pokok. Terlebih saat orangtua kekurangan waktu, dan anak-anak mereka membutuhkan makanan segera, maka mie instan sering jadi pilihan. 

Mie instan kini tersedia dengan banyak rasa, sehingga ibu bisa memilih jenis mie yang paling disukai oleh anak. Namun, kamu perlu berhenti memberikan anak mie instan terlalu sering dan mulailah berpikir mengenai kandungan gizi di dalamnya.

Segala jenis mie, baik buatan sendiri atau dibeli di pasar, tidak aman untuk bayi karena mereka bisa tersedak saat memakannya. Sementara untuk anak-anak yang lebih besar, kamu perlu membatasi konsumsinya dan disarankan untuk mencari jenis makanan lain yang lebih sehat. 

Baca juga: Sering Makan Mi Instan Bisa Kena Kanker Perut, Mitos atau Fakta?

Alasan Mie Instan Tidak Baik untuk Anak

Berikut ini alasan mie instan bukan pilihan yang sehat untuk anak-anak, yaitu:

  • Mie adalah Makanan yang Sudah Diproses

Mie instan adalah makanan olahan tinggi yang sebagian besar terdiri dari tepung olahan (maida). Makanan semacam ini tidak mengandung vitamin dan mineral esensial apa pun dan karenanya tidak memiliki nilai gizi. Sehingga tidak heran jika banyak ahli gizi yang menyebut mie instan sebagai makanan kosong.

  • Mengandung Lemak Trans

Mie akan dikukus dan kemudian digoreng dalam minyak untuk memperpanjang umur simpannya. Hal ini menyebabkan lemak trans dari minyak menjadi bagian dari mie. Akibatnya, makanan ini menjadi penyebab kenaikan berat badan pada anak.

  • Ada Lapisan Lilin dalam Mie

Mie perlu terlihat menarik, dan untuk mencapainya maka ia akan dilapisi dengan lapisan lilin dalam proses pembuatannya. Lilin sangat berbahaya bagi anak-anak sebab diketahui dapat menyebabkan kerusakan pada hati.

  • Mengandung Propylene Glycol

Mie instan tidak bisa mengering dan ia perlu mempertahankan kelembapan internal. Untuk itu mie ditambahkan dengan propilen glikol. Anak-anak berada pada risiko yang lebih tinggi dengan bahan kimia ini karena bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang pada jantung, hati, dan ginjal karena bisa menumpuk di dalamnya.

Baca juga: Benarkah Konsumsi Mi Instan bisa Picu Tumor Payudara? 

  • Mengandung Monosodium Glutamat

MSG, seperti yang terkenal disingkat dan dilaporkan dalam berita, banyak digunakan dalam mie instan untuk meningkatkan rasa. Bahan kimia ini berbahaya bagi anak-anak maupun orang dewasa, karena diduga memengaruhi fungsi otak, namun kaitannya belum diketahui dengan pasti.

  • Mengandung Sodium Sebagai Pengawet

Mie mengandung garam dalam jumlah tinggi untuk diawetkan dalam jangka waktu lama. Sodium yakni jenis garam yang termasuk dalam bahan mie merupakan bahan yang bisa berbahaya karena bisa secara langsung mempengaruhi organ-organ vital. Zat ini juga dapat menyebabkan kerusakan ketika dikonsumsi secara berlebihan.

  • Mengandung Bahan Kimia Berbahaya Lainnya

Terlepas dari alasan yang disebutkan di atas, berbagai bahan kimia seperti peliat dan dioksin ada dalam bahan yang digunakan untuk mengemas mie. Bahan kimia ini bersifat karsinogenik dan tetap berada dalam mie meskipun kamu sudah memasaknya.

Seseorang mungkin berasumsi bahwa jumlah konsumsinya tidak tinggi atau mereka berhati-hati saat memasak, tetapi faktor-faktor tertentu yang dapat menyebabkan risiko kanker semakin tinggi jika seseorang terlalu sering mengonsumsinya. 

Baca juga: 3 Kebiasaan Makan Ini Bisa Sebabkan Radang Usus

Sudah dapat dipastikan bahwa mie instan adalah ide buruk untuk dikonsumsi anak-anak. Alhasil, orangtua harus membatasi asupannya untuk anak. Jika terpaksa memberikan mie kepada anak, pastikan menambahkan bahan bergizi seperti sayur ke dalam mie instan. Namun alangkah lebih baik untuk mencari alternatif makanan lain yang lebih sehat.

Jika kamu ingin tahu jenis makanan yang baik untuk membantu tumbuh kembang anak, kamu bisa tanyakan pada dokter di Halodoc. Dokter akan memberikan semua saran kesehatan yang kamu butuhkan dalam upaya memaksimalkan tumbuh kembang anak. Yuk, segera download aplikasi Halodoc, sekarang juga!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Are Instant Noodles Bad for You?
Parenting Firstcry. Diakses pada 2020. Is Noodles Good for Babies & Kids?
The Health Site. Diakses pada 2020. How Safe Are Instant Noodles for Kids?