• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Termasuk Kelainan Seksual, Inilah yang Dimaksud Masokis

Termasuk Kelainan Seksual, Inilah yang Dimaksud Masokis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Pada dasarnya, setiap orang baik wanita maupun pria memiliki cara-cara sendiri untuk mendapatkan kepuasan seksual. Cara mendapatkan kepuasan ini ada yang terbilang umum, seperti dipeluk, dicium, penetrasi, atau hubungan seks pada umumnya.

Namun, ada segelintir orang yang baru bisa mendapatkan kepuasan seksual dengan cara-cara ekstrem atau sangat tidak lazim. Contohnya pada mereka yang mengidap masokis. Masih asing dengan kelainan seksual bernapa masokis? Yuk, simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Merekam Aktivitas Hubungan Intim Bentuk Fantasi Seksual?

Klimaks Seksual dari Perlakukan Kasar 

Masokis adalah salah satu bentuk penyimpangan seksual yang dialami seseorang. Masokis masuk ke dalam kategori gangguan seksual kejiwaan yang disebut paraphilias. Paraphilias merupakan perilaku atau dorongan seksual abnormal, yang ditandai dengan fantasi dan dorongan seksual yang intens yang terus datang kembali. 

Agar kepuasan seksual tercapai, pengidap masokis perlu mendapatkan perlakukan kasar, keras, atau dihina oleh pasangannya. Tindakan ini mungkin terbatas pada penghinaan verbal, tapi ada juga yang mungkin melibatkan pemukulan, diikat, dilecehkan, hingga dibuat menderita untuk mencapai klimaks seksual. 

Salah satu jenis masokisme seksual tertentu disebut asfiksiofilia. Di sini seseorang menerima kepuasan seksual dengan membatasi pernapasannya. Beberapa orang melakukan praktik ini dengan pasangannya, namun ada pula yang melakukannya saat mereka sendirian. 

Aktivitas asfiksiofilia ini bisa berpotensi fatal. Terkadang asfiksiofilia bisa menyebabkan sesak napas parsial autoerotik. Dengan aktivitas ini, seseorang menggunakan tali, jerat, atau kantong plastik untuk menginduksi keadaan asfiksia (gangguan pernapasan) pada titik orgasme. Meski bertujuan meningkatkan orgasme, tapi terkadang aktivitas masokisme asfiksiofilia ini bisa menyebabkan kematian yang tidak disengaja. Tuh, seram kan? 

Baca juga: 5 Hal yang memicu Seseorang Mengidap Sadomasokis

Kenali Gejala dan Penyebab Masokis

Perilaku masokis seksual biasanya terlihat pada masa awal dewasa, dan terkadang dimulai dengan ‘permainan’ masokis atau sadis selama masa kanak-kanak. Lantas, seperti apa gejala masokis yang umumnya dialami pengidapnya? 

Untuk dapat didiagnosis dengan gangguan seksual masokisme, menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), seseorang harus mengalami gairah seksual yang berulang dan intens karena dipukul, dihina, diikat, atau dari bentuk penderitaan lain. 

Jenis dorongan, fantasi, atau perilaku ini harus ada setidaknya selama enam bulan, dan menyebabkan masalah atau kesulitan yang signifikan secara klinis dalam bidang sosial, pekerjaan, atau bidang penting lainnya dalam hidup.

Di samping itu, penggunaan ekstensif pornografi yang melibatkan tindakan dipermalukan, dipukuli, diikat, atau dibuat menderita terkadang merupakan ciri terkait dari gangguan tersebut.

Lalu, bagaimana dengan penyebabnya? Hingga kini, tidak ada teori yang diterima secara universal yang dapat menjelaskan akar dari masokisme seksual. Namun, beberapa teori mencoba menjelaskan keberadaan paraphilias seksual secara umum. 

Baca juga: Suka Pamer Alat Kelamin, Eksibisionis Bisa Sembuh?

Beberapa ahli berpendapat, paraphilias terjadi saat seseorang memiliki fantasi seksual yang terlarang, hasrat itu akan semakin kuat ketika terus ditahan.

Nah, di saat mereka mencoba mewujudkan fantasi seksual tersebut, ternyata fantasi liarnya bisa membawa kepuasan seksual sampai klimaks. Dari kesan pertama yang dalam itulah, yang mungkin saja membuat seseorang melakukan masokisme seksual.

Di samping itu, ada pula teori lainnya menyoal masokis. Ada teori yang mengatakan kalau perilaku sadomasokis merupakan bentuk pelarian. Melalui fantasi masokis, individu tersebut merasa baru dan berbeda. 

Terakhir, menurut beberapa ahli trauma masa kanak-kanak seperti pelecehan seksual atau kekerasan seksual bisa bermanifestasi dalam gangguan paraphilic. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Di samping itu, kamu juga bisa membeli obat atau vitamin untuk mengatasi keluhan kesehatan melalui Halodoc. Sangat praktis, bukan?

Referensi:
Psychology Today. Diakses pada 2021. Sexual Masochism Disorder
MSD Manual. Diakses pada 2021. Sexual Masochism Disorder
Web MD. Diakses pada 2021. What is sexual masochism?
Web MD. Diakses pada 2021. Diakses pada 2021. Paraphilias