Atasi Sindrom Reye dengan 5 Cara Ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
mengatasi sindrom reye

Halodoc, Jakarta - Kondisi serius yang menyebabkan adanya pembengkakan pada organ hati dan otak merupakan kondisi yang disebut dengan sindrom reye. Sindrom ini tentan dialami oleh anak-anak dan remaja pasca pulih dari infeksi virus, seperti cacar air dan flu. Meskipun rentan dialami oleh anak-anak dan remaja, sindrom reye merupakan salah satu sindrom langka. Untuk mengatasi sindrom reye, lakukan langkah berikut.

Sindrom reye dapat terjadi karena konsumsi obat aspirin. Biasanya, orangtua akan memberikan aspirin ini pada Si Kecil yang mengeluhkan sakit flu atau cacar. Pemberian aspirin ini lah yang menjadi pemicu terjadinya sindrom reye. Lebih baik, sebelum memberikan Si Kecil obat yang satu ini, diskusikan terlebih dulu dengan dokter pada aplikasi Halodoc untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca juga: Waspada Sindrom Reye yang Menyerang Otak Anak

Si Kecil Mengidap Sindrom Reye, Ibu Atasi dengan Cara Ini

Pengobatan sedini mungkin diperlukan, karena sindrom reye dapat berkembang menjadi kondisi darurat medis. Si Kecil dengan sindrom ini harus mendapat penanganan tepat di rumah sakit. Bahkan, dalam kasus yang parah, Si Kecil akan dirawat intensif di unit perawatan khusus.

Pengobatan sebagai langkah penyembuhan sebenarnya belum ditemukan sampai saat ini. Namun, pengobatan tetap dibutuhkan untuk meringankan gejala yang terjadi, serta mencegah terjadinya komplikasi pada Si Kecil. Perlu diingat, langkah pengobatan di bawah ini merupakan prosedur yang diberikan oleh dokter. Beberapa langkah pengobatan yang dapat dilakukan, antara lain:

  1. Pemberian amonia detoxicant, yaitu obat yang dilakukan untuk mengurangi kadar amonia dalam tubuh.

  2. Pemberian diuretik, yaitu obat yang digunakan untuk membuang kelebihan garam dan air dari dalam tubuh melalui urine. Obat ini akan membantu meredakan pembengkakan pada otak.

  3. Cairan infus yang mengandung glukosa dan elektrolit. Cairan ini berfungsi untuk menjaga kadar keseimbangan garam, nutrisi, gula dalam darah, serta mineral yang ada dalam tubuh.

  4. Untuk mencegah terjadinya perdarahan akibat adanya gangguan organ, vitamin K, platelet, dan plasma dibutuhkan.

  5. Pemberian antikonvulsan, yaitu obat yang digunakan untuk mengembalikan kestabilan rangsangan sel saraf sehingga dapat mencegah atau mengatasi kejang.

Selain beberapa pengobatan tersebut, ventilator (mesin pernapasan) juga dibutuhkan jika Si Kecil mengalami gagal napas. Begitu pembengkakan pada otak hilang, fungsi tubuh akan kembali normal. Namun, jika kondisi ini tidak membaik dalam beberapa hari atau bahkan beberapa minggu, segera periksakan kondisi ini untuk mencegah terjadinya komplikasi berbahaya.

Baca juga: Jenis Pengobatan untuk Atasi Sindrom Reye pada Si Kecil

Kenali Gejala Sindrom Reye pada Si Kecil

Muntah-muntah merupakan gejala utama terjadinya sindrom reye pada Si Kecil. Muntah-muntah ini dapat terjadi karena adanya tekanan dalam perut, serta pembengkakan pada otak. Kondisi ini akan berakibat fatal jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat. Selain muntah-muntah, gejala lainnya dapat meliputi:

  • Menurunnya tingkat kesadaran.

  • Perilaku menjadi lebih agresif.

  • Mengalami kelumpuhan kaki dan tangan.

  • Kejang-kejang.

Baca juga: Waspada Sindrom Reye yang Berbahaya Bagi Otak dan Hati

Jika muncul gejala-gejala yang muncul dibiarkan tanpa penanganan, gejala bisa saja bertambah parah. Kondisi ini dapat menimbulkan sejumlah komplikasi yang diperparah dengan kerusakan otak permanen, bahkan kematian. Ibu, untuk menghindari terjadinya hal ini, jangan sembarangan memberikan Si Kecil obat. Berikan obat sesuai dengan petunjuk dan izin dari dokter guna mencegah terjadinya hal-hal berbahaya.

Referensi:
Healthline (Diakses pada 2019). Reye’s Syndrome.
NHS (Diakses pada 2019). Reye’s Syndrome.