Awas Bakteri Salmonella di Daging Giling, Ketahui 7 Hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Awas Bakteri Salmonella di Daging Giling, Ketahui 7 Hal Ini

Halodoc, Jakarta – Infeksi bakteri salmonella sedang mewabah di Amerika Serikat. Bakteri ini tercatat telah menyebabkan sekitar 10 orang sakit dan 1 orang meninggal dunia. Centers for Disease Control and Prevention, dari Amerika Serikat, meyakini bahwa wabah ini berkaitan dengan daging sapi giling. 

Salmonella merupakan bakteri penyebab berbagai penyakit seperti diare, tipus, dan keracunan makanan, yang hidup pada usus hewan ternak dan menular melalui feses hewan. Namun bakteri ini juga rentan mengontaminasi daging mentah, telur ayam, dan ikan mentah yang air atau wadah pengolahannya terkontaminasi. 

Baca juga: Ini 4 Faktor Risiko Salmonellosis

Penyakit yang diakibatkan oleh infeksi bakteri salmonella ini disebut salmonellosis, yaitu ketika bakteri masuk dan menginfeksi saluran usus. Penyakit ini dapat mudah menular melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri, dan erat kaitannya dengan kebersihan individu dan lingkungan. 

Kembali ke daging giling, sejauh pemantauan yang dilakukan CDC, tidak ada pemasok tertentu yang terkait dengan wabah salmonella yang menyebar. Sebab pengidap infeksi bakteri salmonella dilaporkan mengonsumsi daging sapi giling dari berbagai merek dan pemasok, sehingga semua daging giling yang dijual di pasaran berpotensi terpapar salmonella.

Dari sekitar 8 orang yang diwawancarai oleh tim CDC, sebanyak 6 orang mengaku mengolah sendiri daging sapi gilingnya di rumah. Hal ini memunculkan dugaan bahwa pengolahan daging giling yang kurang tepat merupakan pemicu terjadinya infeksi bakteri salmonella. 

Baca juga: Gejala Mirip, Ini Perbedaan Maag dengan Salmonellosis

Mengapa Daging Giling Rentan Terpapar Salmonella?

Daging giling sangat rentan terpapar bakteri salmonella karena kebersihan proses penggilingannya yang tidak terjamin. Selain itu, jika satu jenis daging terkontaminasi, salmonella dapat menyebar dengan mudah ke daging lainnya melalui proses penggilingan. Itulah sebabnya dibanding daging potong, daging giling umumnya cepat berbau dan busuk karena rentan terpapar banyak bakteri selama proses penggilingan.

Gejala umum yang ditimbulkan infeksi bakteri salmonella adalah demam, diare, dan kram perut, yang biasanya terjadi 12-72 jam setelah terpapar. Penyakit ini sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya jika asupan cairan dan nutrisi tercukupi. Namun pada beberapa orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah, anak-anak, dan lansia, gejala dapat memburuk, sehingga butuh perawatan intensif di rumah sakit.

Oleh karena itu, jika mengalami berbagai gejala seperti dijelaskan tadi, sebaiknya diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc lewat chat, atau buat janji dengan dokter di rumah sakit, untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Waspadai juga jika gejala serupa salmonellosis terjadi pada anak-anak dan lansia, terutama jika gejala yang dialami semakin memburuk.

Baca juga: Makanan Tidak Higienis Sebabkan Salmonellosis

Perhatikan Hal-Hal Ini Ketika Mengolah dan Mengonsumsi Daging Giling

Pada intinya, cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi bakteri salmonella adalah memasak semua bahan makanan hingga matang, sebelum dikonsumsi. Untuk daging giling, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mengolah dan akan mengonsumsinya, yaitu:

  1. Jangan makan daging sapi giling yang mentah atau setengah matang.

  2. Daging giling atau yang dipotong dalam bentuk lain, termasuk juga daging unggas, harus dimasak pada suhu minimal 70 derajat celsius.

  3. Ketika mengolah daging giling, sebaiknya jauhkan dari bahan makanan yang akan dikonsumsi segar, seperti misalnya sayur dan buah untuk salad.

  4. Jika tidak ingin langsung diolah, simpan daging giling dalam freezer tak lebih dari dua jam setelah dibeli. Pembekuan daging giling ini bertujuan untuk mencegah perkembangan bakteri.

  5. Setelah memegang daging giling yang masih mentah, cucilah tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik.

  6. Gunakanlah talenan yang berbeda untuk memotong daging dan untuk memotong bahan lainnya, seperti sayur dan buah.

  7. Jika kamu termasuk yang rutin mengonsumsi daging giling, sebaiknya belilah alat penggiling daging pribadi dan gilinglah daging di rumah. Sebab, kebersihan saat proses penggilingan dapat lebih terjamin, ketimbang membeli daging giling di pasar.

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2019. Outbreak of Salmonella Infections Linked to Ground Beef.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Salmonella Infection.